Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Senyumannya


__ADS_3

Di pagi harinya Ziva sudah tidak melihat batang hidung Ander lagi. Membuatnya bisa bernafas dengan lega. Jack dan Dark yang biasanya akan mengawasi Ziva juga tidak terlihat pagi ini.


Tanpa memperdulikan keberadaan mereka, wanita hamil itu melangkahkan kakinya menuju dapur. Tapi bi Sumi juga tidak ada disana. Tumben, biasanya dia akan sibuk di dapur jika pagi hari.


"Kemana perginya mereka semua?"


Baru saja kedua kakinya akan sampai di depan pintu lift. Terdengar suara deru mobil truk di depan mansion. Ada satu mobil mengawal di depannya.


Ziva urung, wanita hamil itu tidak jadi kembali ke atas. Karena penasaran akhirnya Ziva mendekati pintu keluar. Dan keluarlah Jack dan Dark dari mobil yang mengawal.


"Nona"


"Astaga bibi"


"Kenapa sampai kaget begitu?"


"Aku kira bibi gak ada di dalam. Tadi aku cari-cari kok gak ada"


"Benarkah? Padahal bibi ada di kamar sebelah"


"Kamar sebelah?"


"Iya non"


"Memangnya disana ada apa bi?"

__ADS_1


"Hari ini kita akan mendekor kamar baby" tunjuk bi Sumi pada beberapa orang yang sedang sibuk menurunkan beberapa barang pernak-pernik baby.


"Apa tidak terlalu cepat bi? Bahkan kita belum tahu kalau junior ini cewek atau cowok"


"Semua ini permintaan Tuan Ander non, ayo kita ke atas"


Ziva melongo. Telinganya tidak bermasalah kan? Perintah Ander? Tidak ingin ambil pusing. Ziva akhirnya mengekor dibelakang bi Sumi.


"Kalau ada barang yang kurang atau tidak suka nona bisa memintanya kembali. Kita tata senatural mungkin" usul bi Sumi membuat Ziva mengangguk.


Beberapa orang mulai mengantar perabotan bayi yang benar saja warnanya benar-benar terlihat natural. Tidak menggambarkan babynya cewek atau cowok.


Wanita hamil itu terlihat sangat senang menata kamar untuk sang buah hati. Dan senyuman itu tidak luput dari penglihatan Ander di seberang sana.


Dia sengaja memasang kamera kecil di kamar itu hanya untuk melihat hasil dekorasi dari wanita itu seperti apa. Tapi yang selalu dia lihat hanyalah senyumannya. Yang tentunya Ander tidak pernah melihatnya sama sekali.


Kedua tangannya menumpu diatas meja. Pria yang dijuluki cassanova itu kembali merenung. Malam ini, dia harus pergi ke luar kota. Dia akan melakukan perjalanan bisnis sekaligus menenangkan pikirannya sejenak.


-


-


-


"Apa anak itu berbuat ulah lagi?"

__ADS_1


"Tidak Tuan Besar, semuanya baik-baik saja"


"Syukurlah. Dimana calon menantuku?"


"Nona Ziva sedang menata kamar baby Tuan"


"Wah, sesemangat itu dia menyiapkan semuanya?"


"Sebenarnya ini permintaan Tuan Ander. Dia yang menyuruh kami menata kamar baby dari sekarang"


"Baguslah. Kau awasi terus anak itu, dan jaga calon menantu juga calon cucuku dengan baik"


"Baik Tuan"


tut..tut..


"Bagaimana dad? Ziva aman bukan?"


"Tenang saja mom, Ziva aman. Bahkan anak itu menyuruhnya untuk menata kamar baby hari ini. Sudah dipastikan dia tidak akan berani mengusir calon menantu kita"


"Syukurlah, awalnya aku takut Ziva akan diusir setelah mengetahui aku tak lagi menuntut seorang cucu padanya" akhirnya Cate bisa bernafas dengan lega.


"Sekarang kita tinggal menunggu dia mengakui semua kesalahannya, jika tidak berarti anak kesayanganmu itu seorang pengecut!"


"Dia anakmu juga dad"

__ADS_1


"Anak luknut!"


__ADS_2