Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Kuliner Malam


__ADS_3

"Sebenarnya kita mau kemana?" tanya Ziva penasaran, wanita itu kini sudah cantik dengan dress hamil sepanjang lutut bercorak polkadot menambah kesan imut ibu hamilnya.


"Bukankah kau bosan di mansion?"


"Iya, lalu?"


"Maka dari itu malam ini aku akan mengajakmu jalan-jalan"


Ziva tentu senang, tapi dia juga penasaran kemana arah tujuan mereka hari ini apakah mall?


"Paling ke mall, iya kan?"


"Bukan"


"Lalu kemana?"


"Coba tebak"


Ziva mengerucutkan bibirnya kesal "Aku sedang malas menebak"


"Kita akan ke tempat kuliner malam, bukankah akhir-akhir ini istriku yang cantik ini sedang hobi mengemil?"


"Ck, pasti bibi yang mengadu"


Ander tertawa mendengar gerutuan istrinya.


"Mumpung bibi sedang tidak ada, jadi aku mempunyai ide untuk mengajakmu kesana. Kau boleh membeli apapun malam ini"

__ADS_1


"Sungguh?"


"Tentu saja sayang, tapi hanya malam ini. Hari-hari selanjutnya bi Sumi akan mengatur pola makanmu"


"Baiklah tidak apa, setidaknya malam ini aku bisa makan banyak"


Mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai ditempat tujuan, sebuah tempat kuliner street food di taman kota. Ya, sekarang Ziva mengerti kenapa Ander tidak memakai mobil mewahnya malam ini karena tidak ingin terlalu mencolok diantara orang-orang yang datang ke sini.


"Apa kau tidak malu datang ke tempat seperti ini?" tanya Ziva hati-hati.


"Kenapa malu? Dulu saat aku remaja aku sering datang kesini bersama Rey dan juga Sam"


"Kukira anak orang kaya tidak suka tempat seperti ini"


"Kami juga manusia Zi, sama seperti yang lain"


"Mau pakai?" tanya Ander menyodorkan sebuah masker, sengaja memakainya supaya tidak ada yang mengenalinya.


"Tentu, aku tidak ingin kita menjadi pusat perhatian"


Ya, bisa-bisa orang-orang disana akan menjerit kesenangan karena wajah-wajah yang selalu hilir mudik di televisi dan juga majalah bisnis ada di depan mereka.


Ander menggandeng lengan istrinya dengan erat, tanpa ragu memperlihatkan kemesraan mereka didepan semua orang.


Ziva mulai memilah-milih makanan yang menurutnya menarik, tapi meskipun ingin, Ziva tidak membeli semuanya. Dia tetap sayang uang padahal kalau dia mau, dia bisa meminta Ander untuk membeli semua makanan yang dijual disini.


Ada banyak stand makanan disana, kurang lebih 200 stand. Ziva dan Ander melewatinya dengan berjalan kaki. Lama kelamaan rasa pegal mulai terasa. Ziva sedikit meringis seraya memegangi pinggul.

__ADS_1


"Are you oke honey?"


"Ya, aku sedikit pegal"


"Mau aku gendong?"


"Tidak perlu An, aku tidak ingin kita semakin menjadi pusat perhatian. Lihatlah, mereka selalu menatap ke arah kita"


"Ya tidak apa, itu hak mereka kok. Mereka juga kan punya mata" jawab Ander enteng. Tapi ada benarnya juga.


"Kita cari tempat duduk saja dulu"


"Baiklah sebentar, aku akan membeli tempat duduk penjual itu" tunjuk Ander pada salah satu penjual minuman.


"Tidak perlu membeli An, kita cari saja tempat duduk disini. Pasti ada kok"


"Tempat duduknya ada disana, kau akan semakin lelah kalau berjalan lagi"


"Kau berlebihan An, mana ada aku kelelahan. Jaraknya bahkan kurang dari lima meter" benar-benar tidak habis pikir dengan pikiran suaminya.


-


-


-


Babang An kalau bucin emang lucu ya bestie, di kota kalian suka ada acara kuliner malam gak? Kalau di kota ku ada, tapi sekalinya kesana uang 50libu mana cukup wkwk

__ADS_1


__ADS_2