Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Siapa Clara?


__ADS_3

Clara tersenyum miring, beberapa hari ini dia mulai berhasil mencuci otak Ziva. Dia sangat yakin bahwa Ziva akan semakin penasaran dengannya.


Meskipun Ander menolaknya berkali-kali tapi wanita itu tetap pantang menyerah untuk memporak-porandakan kebahagiaan mantan calon suaminya.


Sedikit demi sedikit Clara akan membuat Ziva salah paham pada Ander, dia akan menggunakan cara terampuh. Karena jika mengganggu Ander langsung tentu dia akan merasa kesulitan.


-


-


-


Belum ada tanda-tanda suaminya kembali. Ziva memilih untuk menunggu di ruang pribadi, wanita itu membaringkan tubuh lelahnya diatas ranjang. Sementara pikirannya masih melayang jauh dengan segala kemungkinan yang terjadi.


Apa Clara adalah kerabat Ander? Apa Clara adalah sahabat Ander? atau Clara adalah selingkuhan Ander?


Ziva menggeleng. Dia sudah tidak tahan untuk bertanya. Tidak peduli dengan reaksi suaminya nanti daripada Ziva dihantui rasa penasaran.


Satu jam berlalu, Ander datang dengan wajah lelahnya. Pria itu mencari keberadaan sang istri tapi rupanya tidak Ander. Ander bergegas masuk ke dalam ruang pribadinya, nampak Ziva sedang berbaring memunggungi arah pintu.


Ander berjalan perlahan mendekati ranjang, dia membuka jas yang membalut tubuh kekarnya lalu ikut berbaring dengan istrinya. Tangannya melingkar, memeluk Ziva dari belakang.


"Aku kira kau tidur" tegur Ander saat Ziva menoleh ke arahnya.


"Sudah selesai?" balas Ziva dengan sebuah pertanyaan.

__ADS_1


"Sudah Zi, maaf membuatmu menunggu lama"


"Tidak apa, lagian tadi ada orang yang mengajakku mengobrol"


"Siapa?" tanya Ander penasaran.


"Clara. Tadi dia datang kesini membawakan cake kesukaanmu untuk ucapan terima kasih karena kau sudah membantunya kemarin"


Wajah Ander seketika berubah masam, rupanya wanita itu masih belum mengerti dengan ucapannya tempo hari. Dan Ziva menyadari perubahan raut muka suaminya.


"An, are you oke?"


"Ya, aku baik-baik saja" jawab Ander berbanding terbalik dengan suasana hatinya.


"Apa kau memakan cake itu? Ander balik bertanya.


"Tidak, aku menyimpannya di mejamu bahkan aku tidak tahu cake apa yang menjadi favorit suamiku"


Ander bergegas turun dari ranjang, dengan wajah yang menahan kesal dan emosi pria itu memungut paperbag yang ada di meja kerjanya lalu menghubungi seseorang ditelepon.


"An, mau kau apakan cake nya?"


"Akan aku berikan ke pihak pantry"


"Kenapa? Bukankah kau sangat menyukai cake itu?"

__ADS_1


"Zi, dengarkan aku. Jangan pernah kau dekat-dekat lagi dengan wanita itu dan satu lagi, jangan pernah percaya pada semua ucapannya"


"Sebenarnya ada apa ini An?"


"Kumohon hargai laranganku" jawab Ander. Pria itu bergegas membuka pintu saat mendengar pintu diketuk, dia benar-benar memberikan paperbag berisi cake itu pada sang kepala pantry.


"Aku ke toilet dulu Zi"


Ziva menatap heran suaminya, bukannya diam. Wanita itu semakin penasaran. Saat suaminya menghilang dibalik pintu toilet yang tertutup. Dia juga bergegas keluar untuk menemui Rey di ruang kerjanya.


Ziva mengetuk pintu ruang kerja Rey, saat mendengar sebuah sahutan barulah dia berani untuk masuk.


"Ziva, ada apa kau kemari? Bisa gawat kalau Ander tahu"


"Rey aku ingin bertanya sesuatu padamu. Tolong kau jawab jujur" pinta Ziva sebelum bertanya.


"Baiklah aku akan menjawabnya jika aku tahu"


"Aku yakin kau tahu"


"Apa itu?"


"Sebenarnya ada hubungan apa antara Ander dan juga Clara? Siapa Clara?"


Akhirnya pertanyaan itu lolos dari bibir Ziva, sebuah pertanyaan yang sangat susah mendapat jawaban.

__ADS_1


__ADS_2