
Setelah selesai makan, mereka bergegas turun ke lantai 5 dimana tempat perlengkapan baby tersedia. Cate sangat bersemangat memilih berbagai perlengkapan bernuansa biru.
"Lihatlah, bukankah ini lucu sekali?" tunjuk Cate pada sebuah jumpsuit baby berwarna denim lengkap dengan topinya yang bergambar belalai gajah.
"Iya mom bagus" ucap Ziva pelan, dilihat dari kejauhan saja sudah dipastikan bahwa baju itu mahal.
"Mommy akan membeli ini" Cate memasukkan semua barang yang menurutnya lucu ke dalam totebag belanjaannya.
"Mana barang pilihanmu sayang?"
"Aku bingung, semuanya bagus tapi harganya mahal mom"
Cate tersenyum lucu "Kenapa mempermasalahkan harga? Kau tau? Uang yang kita nikmati itu hasil kerja keras daddynya junior jadi kalian berhak untuk menikmatinya. Anggap saja ini latihan sebagai nyonya Anderson Gif.."
"..setelah kau resmi menjadi menantuku kau sudah harus terbiasa"
Wanita hamil itu terdiam, sepertinya Cate benar-benar serius dengan omongannya tempo hari.
"Aku ingin membeli ini saja mom" Ziva mengangkat sebuah kaos kaki dengan motif yang lucu dan unik.
"Masukkan ke dalam sini"
__ADS_1
Cate melirik sebuah jam mewah yang melingkar di pergelangan tangannya. Rupanya mereka sudah menghabiskan waktu sekitar 2 jam di dalam baby shop ini.
"Kau yakin ingin pulang?" tanya Cate sekali lagi.
"Iya mom, aku lelah"
"Baiklah, ayo. Mommy sudah menelepon supir supaya menunggu di depan"
Benar saja. Mobil mewah yang mengantar mereka tadi sudah terparkir dengan keren di depan mall.
"Silahkan nona, nyonya" sapa sang supir.
Setelah memastikan kedua majikannya masuk. Sang supir segera duduk di balik kemudi. Mobil itupun melesat menuju ke tempat tujuan.
"Kalian ini ceroboh sekali, bagaimana bisa dia pergi tanpa sepengetahuan kalian!!" Ander murka. Ketiga orang yang dia tugaskan untuk menemani dan menjaga Ziva memilih bungkam saat ditanya wanita itu pergi kemana. Mereka takut salah bicara nantinya.
"Awas saja kalau sampai terjadi sesuatu padanya dan juga anakku!" pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah itu pergi dengan amarah yang meletup-letup di dalam dadanya.
Dia harus mencari wanita itu dengan cepat, entah kenapa dia sangat takut wanita itu pergi darinya.
Bersamaan dengan itu, sebuah mobil mewah merayap menuju pekarangan rumah. Ander yang dasarnya sudah tahu dengan pemilik mobil itu hanya diam mematung di tempatnya.
__ADS_1
"Mom.." panggil Ander gugup. Sementara Cate hanya menatapnya cuek.
"Jack, tolong bantu aku untuk mengangkat menantuku ke kamar. Dia tertidur di jalan karena kelelahan" teriak Cate tepat di samping telinga Ander.
"Baik Nyonya Besar" sahut Jack patuh.
"Diam di tempatmu, atau aku akan memotong tanganmu jika berani menyentuhnya" ucapan itu keluar dari bibir Ander dengan nada ancaman.
Jack diam di tempat, dia tidak berani melangkah walaupun sekali lagi. Ander memutari mobil untuk menggendong Ziva yang katanya tertidur di perjalanan.
Dengan hati-hati, tubuh tinggi dan tegap itu mengangkat tubuh buncit sang wanita.
"Kau berhutang penjelasan padaku boy" peringat Cate saat Ander berjalan di hadapannya.
"Setelah ini aku akan menemuimu"
Cate menatap punggung tegap milik anaknya yang kian menjauh dan menghilang dibalik pintu lift. Senyum di bibirnya terbit, melihat anaknya yang mulai peduli pada seorang wanita, lagi.
"Kau boleh bergerak Jack" tegur Cate karena sedari tadi Jack hanya diam mematung.
"Terima kasih Nyonya Besar"
__ADS_1