Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Keributan di dapur


__ADS_3

"Bagaimana keadaan kantor sekarang?" tanya Bram. Saat ini dia dan Ander sedang duduk berdua di taman luar mansion. Kebetulan ini adalah hari weekend.


Dia dan sang istri baru saja sampai di negara ini dini hari tadi, dari bandara mereka memutuskan untuk pulang ke mansion menantunya. Maka dari itu pagi ini mereka ada disini.


"Baik dad. Tidak ada masalah yang serius"


"Apa tidak ada rencana untuk baby moon?"


"Sepertinya Ziva tidak berminat dad"


"Ya sudah tidak apa, tidak perlu dipaksa"


"Lalu bagaimana kabar cucuku?"


"Dokter bilang secara keseluruhan babynya sangat sehat, tapi kemarin Ziva terkendala masalah berat badan. Dia terlalu banyak mengemil jadi dokter menyarankan untuk menstabilkan berat badannya"


"Pantas saja pipi menantuku terlihat sangat besar"


"Tapi juga terlihat semakin cantik dad"


"Sudahlah, daddy jijik melihat seorang Anderson menjadi bucin"


"Anak sendiri loh ini dad"

__ADS_1


Sementara di dalam dapur 4 orang wanita sedang berdebat masalah masakan, mereka adalah Ziva, Cate, Marina dan juga bi Sumi. Semua orang berebut untuk mengambil alih pekerjaan menyiapkan sarapan pagi ini.


"Biar aku saja mom"


"Tidak perlu sayang, biar mommy saja. Kau duduk manis saja disana ya" pinta Cate lembut.


"Sudahlah, sini biar saya saja yang bersihkan. Kalian duduk saja sana" pinta Marina lagi.


"Sudah sudah Nona, Nyonya, Bu biar saya saja yang bekerja ini semua tugas saya" lerai bi Sumi karena acara masak menjadi berantakan akibat semua orang masuk ke dapur.


"Jangan!" sahut ketiga wanita itu serentak membuat bi Sumi menjadi kaget. Mereka tertawa bersama.


"Maaf sekali Nyonya Cate, Nona Ziva, Bu Marina. Sebaiknya kalian semua duduk saja ya, saya yang akan membereskan semuanya. Kasihan Tuan Besar, Tuan Ander, dan juga Tuan Muda kecil mereka pasti kelaparan"


"Astaga, berapa lama kita mengobrol Der?"


"Mungkin sekitar satu jam dad"


"Sebenarnya apa yang kalian lakukan? Apa kekurangan tenaga? Ini sudah satu jam berlalu tapi belum ada makanan yang tersaji?"


"Itu dia Tuan Besar, saya mohon perintahkan Nona, Nyonya dan Bu Marina untuk diam saja. Biar saya bisa menyiapkan sarapan dengan cepat dan tenang"


"Sudah, ayo keluar semuanya. Biar Sumi dibantu pelayan lain!"

__ADS_1


Cate Marina dan Ziva akhirnya keluar dari dapur, mereka tak lagi merecoki bi Sumi yang sedang memasak. Benar saja, setengah jam berlalu beberapa makanan sudah tertata dengan rapi di atas meja makan.


"Sebentar lagi kami akan pulang ke mansion utama" ucap Cate saat semua orang selesai menyantap sarapannya.


"Aku kira mommy akan tinggal lebih lama disini" sahut Ziva.


"Kalian saja yang tinggal di mansion utama. Setelah Junior lahir baru kalian kembali kesini, bagaimana?"


"Tidak perlu mom, kami lebih suka tinggal disini" sahut Ander menolak.


"Aku bertanya pada Ziva bukan padamu."


"Tapi mom.."


"Benar kata An Mom, kami lebih nyaman tinggal disini"


"Em baiklah, aku tidak akan memaksa. Memang kalau pasangan suami istri itu membutuhkan sebuah privasi. Kalau begitu kau tidak perlu cemas sayang. Mommy pasti akan sering berkunjung. Setelah ini Mommy dan Daddy berencana untuk memberhentikan acara keliling dunia kami sampai Junior lahir"


"Terima kasih Mom"


Cate tersenyum membalasnya "Apa kalian akan ikut ke mansion utama?"


"Tidak mom, kami sudah ada rencana pergi ke tempat lain" jawab Ziva seraya tersenyum misterius. Dia menoleh pada sang suami yang memasang wajah bertanya-tanya.

__ADS_1


__ADS_2