Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Berkenalan


__ADS_3

"Kita bertemu lagi" suara seorang wanita mengalihkan perhatian Ziva dan Ander yang akan memasuki mobil.


Ya, acara kulineran malam ini selesai sudah. Ander sudah menjinjing banyak totebag makanan ditangannya untuk disantap istrinya saat di mansion nanti.


"Kau?"


"Kau terlihat sangat terkejut Der" ucap wanita itu dengan kekehan.


"Sedang apa kau disini?" tanya Ander dengan emosi yang tertahan. Dan hal itu tak luput dari pandangan Ziva.


"Ini tempat umum, siapa saja bebas datang kesini. Oh iya, ini istrimu kan? Hai salam kenal, namaku.."


"Kita pulang!" potong Ander kemudian.


"An"


"Kita pulang Zi"


"Tapi.."


"Hei, kenapa buru-buru sekali? Aku ingin berkenalan dengan istrimu"


"Tidak perlu!"


"Kau itu berlebihan sekali. Yang punya masalah disini adalah aku dan kau tidak dengan dia"

__ADS_1


Ander menghembuskan nafasnya pelan, dia gusar. Tapi kemudian dia melepas tangan istrinya.


"Hai, aku Clara"


Ziva yang belum tau menahu apa-apa, menerima uluran tangan wanita yang mengajaknya berkenalan.


"Salam kenal. Namaku Ziva"


"Sudah, ayo pulang"


"Hei.."


"Maaf, aku pulang dulu. Senang bisa berkenalan denganmu"


"Akupun senang berkenalan denganmu karena dengan begitu aku akan mudah menghancurkannya" ucap Clara tak suka.


"Kau tenang saja Anderson Gif ini hanya pemanasan" lanjutnya penuh dendam.


Pikiran Clara melayang jauh ke masa lalu yang telah membuatnya kehilangan muka di depan orang banyak. Bagaimana Ander tiba-tiba menghilang tepat saat acara pernikahan mereka akan berlangsung.


Tentang tatapan semua orang yang merendahkannya karena ditinggal pergi oleh sang pengantin pria. Tatapan iba semua undangan yang hadir, membuat Clara muak sekaligus malu. Wanita itu tidak suka dikasihani.


Sebut saja wanita itu tidak punya otak, karena kejadiannya secara tak langsung terjadi karena ulahnya. Jika saja dia tidak mengkhianati Ander, mungkin sekarang dia sudah bahagia. Lalu kenapa harus dendam?


Tatapannya teralihkan saat mobil yang ditumpangi Ander mulai menjauh.

__ADS_1


Sementara itu di perjalanan, Ander dan Ziva sama sekali tidak terlibat obrolan apa-apa. Ander yang fokus menyetir seraya meredam emosinya dan Ziva yang sibuk pikirannya.


Melihat interaksi antara Ander dan wanita itu yang sepertinya sudah saling mengenal satu sama lain membuat ibu hamil itu penasaran tentang siapa Clara sebenarnya. Tapi dia juga tidak berani bertanya pada Ander karena melihat air muka suaminya yang sedang keruh. Lebih baik diam saja.


Mereka akhirnya sampai dengan selamat tepat di depan mansion. Jack sudah menunggu kedatangan Tuannya sedari tadi, dia langsung mengambil alih mobil untuk disimpan ke dalam garasi.


Tak lupa Ander mengambil semua totebag makanan yang dibeli istrinya dan membawanya masuk, pria itu berlalu menuju dapur lalu memanggil bi Sumi untuk memanaskan makanannya.


"Mau makan dimana?" akhirnya Ander mengeluarkan suaranya.


"Di ruang tv saja"


"Baiklah, sebentar" Ander membalik badan kembali ke dapur untuk memberi tahu bi Sumi.


Ziva yang memang kelelahan langsung merebahkan badannya di atas sofa panjang yang ada di ruang tv, tangannya meraih remote untuk menyalakan layar besar berukuran 52 inc itu. Lalu mencari chanel yang menurutnya menarik.


Tak lama kemudian Ander datang bersama bi Sumi dengan banyak makanan yang sudah dipanaskan.


"Ayo makanlah"


"Terima kasih An"


"Iya sayang. Tapi berjanjilah setelah ini kau harus menjaga pola makanmu"


Ziva mengangguk sebagai jawaban. Dia tidak bisa berbicara karena saat ini sedang mengunyah makanan.

__ADS_1


__ADS_2