Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Zavier Louise Gif (End)


__ADS_3

"Biar aku bantu ya, supaya posisi babynya nyaman" Lucy membantu Ziva saat ingin menyusui bayinya. Sampai bayi mungil itu bisa menyesap nutrisi dari buah dadanya dengan baik.


"Terima kasih Lucy"


"Sama-sama"


Cate, Ziva dan Lucy lama kelamaan terlibat obrolan yang sangat mengasyikan. Dimana Ziva dan Lucy juga terlihat lebih akrab sampai akhirnya merekapun memutuskan untuk berteman dan saling bertukar nomor ponsel.


Karena jadwal praktek Lucy sudah hampir tiba, Dokter Muda itu akhirnya berpamitan untuk pergi. Tapi saat keluar dia malah menabrak dada bidang seseorang.


"Ma-maaf aku tidak sengaja"


"Tidak perlu berlebihan" jawab seorang pria dengan suara datarnya.


"K-kau?"


"Kenapa terkejut?"


"Ti-tidak ada, aku permisi"


"Dokter aneh"


Pria itu mengetuk pintu ruang rawat Ziva dengan pelan, lalu menyembulkan kepalanya sedikit.


"Hei masuklah, kenapa kau malah mengintip?" tegur Cate


"Aku hanya takut mengganggu Mom" jawabnya lengkap dengan rentetan giginya.


"Ada-ada saja"


Beruntung Ziva sudah selesai menyusui dan baby juga sudah kembali terlelap.


"Yah, keponakanku malah tidur"


"Jangan diganggu Rey, dia baru saja tertidur"


"Tidak Mom, aku hanya mencubitnya saja sedikit"


Plak, "Kau ini!"


"Ampun Mom"


Ziva terkikik geli melihatnya, "Sudah Rey jangan menganggu dia"

__ADS_1


"Oh iya, Happy Mommy Zi. Selamat atas kelahiran bayi pertamamu"


"Thanks Rey. Kemana saja kau baru datang?"


"Eh siapa bilang? Aku menunggumu di depan ruang persalinan bersama Mommy. Iya kan Mom?"


"Iya, tapi Rey terpaksa harus kembali ke kantor karena ada urusan yang mendesak"


"Ku kira kau tidak ada"


"Mana mungkin aku tidak ada saat adikku sedang berjuang antara hidup dan mati" balas Rey tulus.


"Kau memang selalu menyayangiku"


"Ini ada bingkisan untuk keponakanku, maaf kalau kau tidak suka. Aku bingung harus memberinya apa karena pasti Mommy dan Ander sudah membeli banyak barang untuknya"


"Tidak apa-apa. Terima kasih Uncle" jawab Ziva mewakilkan anaknya yang masih asik terlelap.


-


-


Dua hari berlalu, kini Ziva dan anaknya sudah diperbolehkan untuk pulang. Sampai saat ini pun bayi mungil itu masih belum diberi nama karena setiap membahasnya, kedua orang tua Ander pasti akan ribut.


"Bagaimana? Kau sudah menemukan nama yang bagus untuk anak kita?" tanya Ander yang saat ini sedang mengelus kepala anaknya supaya kembali tidur.


"Sebenarnya aku sudah mempersiapkan nama sejak dia masih berada di dalam perut Zi"


"Ya sudah pakai nama yang kau siapkan saja, bilang pada Mommy dan Daddy kalau itu adalah keinginanku"


Cate dan Bram memang berhenti berdebat dan memutuskan untuk sang Mommy dari cucunya saja yang memberi nama.


"Karena yang paling berperan besar disini adalah kau, jadi aku ingin memberinya nama sesuai dengan inisial namamu Zi"


"Baiklah, cepat katakan!"


"Namanya.."


Jam makan malam tiba, jika biasanya Ziva akan makan di dalam kamar kali ini dia menyempatkan diri untuk turun ke ruang makan sementara baby Z ditinggal sebentar bersama Marina.


"Mom Dad, Ziva sudah mempunyai nama untuk cucu kalian" lapornya senang.


"Baguslah kalau begitu. Jadi siapa namanya?"

__ADS_1


"Zavier Louise Gif"


-


-


Dua bulan kemudian.


"Zi, Zavi sepertinya lapar"


"Zavi bari saja menyusu An, dia pasti bosan" bayi mungil itu meronta senang saat strollernya kembali di dorong oleh sang Mommy. Membuat Ander gemas melihatnya.


Ziva memberhentikan strollernya tepat di taman kecil yang saat ini sudah dirubah menjadi tempat bermain anak oleh Cate dan Bram, khusus untuk Zavi.


"Kau senang?" tanya Ander seraya menggelitiki bayi mungil itu sampai membuatnya tertawa.


"Kasihan dia An, itu pasti geli"


"Tapi dia menyukainya Zi"


Ziva menggeleng melihat kedua pria yang sangat ia sayangi saling tertawa seperti itu.


"Zi" panggil Ander.


"Iya?"


"Terima kasih karena sudah memberi banyak perubahan baik dalam hidupku. Aku tidak pernah menyangka kalau aku akan sebahagia ini, dulu aku pikir hidupku akan begitu-begitu saja. Kau memang anugerah terindah yang dikirim Tuhan untukku"


"Dan kau adalah monster yang tiba-tiba merusak hidupku"


"Aku minta maaf Zi"


"Hei, aku hanya bercanda. Kenapa kau menganggapinya serius?"


"Aku memang melakukan kesalahan Zi. But now, i really really love you"


"I trust you, because i love you too"


Ander menempelkan bibirnya dengan bibir sang istri lalu menyesapnya lembut. Bayi mungil yang semula meronta itu jadi diam saat menyaksikan kedua orang tuanya seperti itu.


"Mata anakku ternodai An" keluhnya. Merekapun tertawa bersama.


"Jadi partner ranjang sang cassanova yang satu ini itu berlabuh dimana?" tanya Ziva manja.

__ADS_1


"Tentu saja pada seorang wanita hebat yang bernama Ziva Amara Gif, sekarang esok dan selamanya"


...-TAMAT-...


__ADS_2