Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Patah Hati


__ADS_3

Nara yang sedang bersantai di ayunan sambil memainkan ponselnya langsung mendongak saat mendengar suara mobil memasuki perkarangan rumah.


"Cepat banget Tuan muda pulangnya! bukannya tadi katanya mau lihat lihat WO sama si ondel ondel yah! bathin Nara


Setelah Agam turun dari mobil, Agam langsung masuk kedalam rumah, hari ini dia sangat lelah, lelah badan dan juga lelah hati. Rasanya dia ingin menangis meraung raung karena habis melihat kekasihnya bermesraan dengan lelaki lain.


Setelah sampai di depan pintu langkah Agam terhenti karena mendengar suara Nara.


''Kok Tuan uda pulang sih? terus itu muka kenapa kok kusut banget kayak gitu?'' kayak orang lagi--''


Ucapan Nara langsung terhenti saat melihat Agam menatapnya dengan tajam.


"Eh busyet... itu mata tajem banget uda kayak silet aja! bathin Nara sambil meringis


Agam yang melihat Nara tersenyum kikuk pun langsung pergi meninggalkannya tanpa berniat menjawab semua pertanyaan Nara.

__ADS_1


''Ditanya bagus bagus bukannya dijawab, malah gue ditinggal pergi, dasar Tuan muda menyebalkan!'' gumam Nara dengan lirih


🌺🌺🌺


Sudah beberapa jam berlalu tapi Agam masih saja mengurung diri di dalam kamar. Dia masih merasa kecewa dengan Miranda. Padahal Agam sangat mencintainya, apapun yang dinginkan Miranda pasti selalu Agam turuti, bahkan sampai harus membuat mamanya marah hanya demi membela Miranda


Agam yang frustasi langsung melemparkan gelas kearah lemari kaca. Lalu Agam segera mengambil pecahan kacanya.


Nara yang mendengar suara kaca pecah langsung berlari ke arah kamar Agam, dia langsung membuka pintu kamar tepat saat Agam ingin menggoreskan kaca ke tangannya. Nara yang melihatnya langsung berteriak dan segera menghampiri Agam.


Agam menatapnya dengan tatapan sayu, dia langsung menangis dihadapan Nara.


Nara yang baru pertama kali melihat Agam serapuh itu langsung memeluknya dan mengelus ngelus punggungnya. Setelah Agam merasa tenang, Nara langsung melepaskan pelukannya,


''Apa yang uda terjadi? kenapa lo malah hancurin kaca itu dan mau bunuh diri?'' tanya Nara sambil menatap kedalam mata Agam.

__ADS_1


''Miranda selingkuhi!'' jawab Agam lirih


Nara langsung tertawa mendengarnya. dia gak habis fikir karena Agam hampir mau bunuh diri hanya karena diselingkuhi sama Miranda.


''HaHaHa lo gak waras ya, lo mau coba bunuh diri hanya karena patah hati? lo uda siap ketemu sama malaikat izrail?'' tanya Nara sambil tertawa terbahak bahak,


Agam hanya menatap tajam ke arah Nara yang sudah berani menertawakannya disaat dia lagi patah hati.


''Uda puas ngetawainnya?'' tanya Agam sambil menyentil kening Nara sehingga membuatnya langsung berhenti tertawa.


''Aduh... sakit tauk!'' ringis Nara sambil memegangi keningnya. Agam hanya melengos mendengar Nara meringis seperti itu.


''Kamu gak bakal tau gimana rasanya sakit hati saya, disaat saya mau bertunangan tiba tiba saya melihat pacar saya sedang bercumbu dengan pria lain, dan itu di depan mata saya!'' ucap Agam sambil memegangi dadanya.


''Halaaahh, lebay lo! lo itu seharusnya bersyukur karena tau keburukan pacar lo sebelum kalian bertunangan. jadi udah deh lo gak usa sok sok an mau bunuh diri! mending sekarang lo beresin semua kekacauan yang lo buat ini!'' ucap Nara sambil melenggang pergi meninggalkan Agam dan semua kekacauan yang dibuatnya.

__ADS_1


''Eh, apa dia bilang? pelayan nya kan dia kenapa aku yang harus membereskan semua kekacauan ini, Dasar pelayan gak ada akhlak!'' teriak Agam sambil menatap kearah pintu kamarnya.


__ADS_2