
''Enggak, pokoknya aku tetep gak percaya sama kamu Agam, kamu pasti pura pura pacaran sama pelayan ini supaya aku gak deketin kamu lagi, iya kan Gam?'' tanya Miranda sambil menggoyang goyangkan lengan Agam.
''Pokoknya aku tetap gak percaya sama kamu, Gam! aku perlu bukti!'' lanjut Miranda yang masih tidak mau percaya.
Cup..
Nara terkejut sambil membolakan matanya ketika Agam tanpa permisi langsung mencium pipinya.
"Eh, gak waras ini orang main cium sembarangan! bathin Nara sambil memandang wajah Agam yang ternyata juga lagi melihat wajahnya dengan tersenyum.
''Ok, jadi sekarang gimana, kamu masih meragukan hubungan kami?'' tanya Agam
Miranda yang kesal dan marah kepada Agam langsung pergi begitu saja meninggalkan rumah Agam sambil menghentak hentakkan kakinya.
"Lihat aja nanti, aku bakal buat perhitungan sama kalian berdua! ucap Miranda sambil melengos dan langsung masuk kedalam mobil
Sementara Nara yang menyadari tangan Agam masih berada dipinggangnya langsung memijak kaki Agam dengan sangat kuat.
''Awww... sakit tauk!'' teriak Agam sambil memegang kakinya yang terasa ngilu.
''Rasain lo, siapa suruh punya tangan suka grape grape!'' kata Nara sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya.
''Huhh.. dasar cewek bar bar, makan apa sih dia? kenapa tenaganya bisa sekuat ini!'' ucap Agam sambil terus memegangi kakinya yang terasa nyeri dan panas.
__ADS_1
🌺🌺🌺
Pagi ini Agam mendapatkan telepon dari sang bibi. Bibi memberitahukan bahwa dia akan kembali minggu depan.
''Nara...!'' teriak Agam sambil menyeduh cappucino kesukaannya.
Nara yang baru selesai menyiram bunga langsung berjalan menghampiri Agam yang berada di dapur.
''Ada apa Tuan?'' tanya Nara
''Hari ini kamu tolong pergi belanja kepasar karena bibi bilang dia akan pulang minggu depan. Oh iya, Kamu nanti tolong beli ikan yang segar yah karena hari ini saya ingin makan ikan!'' ucap Agam sambil meletakkan cangkir kopinya di atas meja makan.
''Baik Tuan.'' jawab Nara singkat
Beberapa jam kemudian..
Nara meletakkan semua belanjaannya di atas meja dapur, setelah itu dia langsung pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya.
''Sepertinya Nara sudah pulang dari pasar, mending sekarang aku bersihin ikannya biar cepat dimasak karena aku sudah lapar!'' gumam Agam sambil berjalan ke arah dapur, sesampainya didapur Agam langsung mengeluarkan semua belanjaan Nara dari dalam kantung plastik. tetapi ikan yang dicarinya tidak ada di sana.
''Tuan lagi ngapain?'' tanya Nara yang membuat Agam langsung terlonjak kaget.
''Astaga Nara, kamu bisa gak sih gak membuat saya terkejut!'' gerutu Agam sambil membalikkan badannya ke arah Nara.
__ADS_1
''Ck, lebay banget sih lo, gitu doang terkejut!'' jawab Nara sambil mengambil pelastik belanjaan dari tangan Agam.
''Oiya Ra, tadi kamu kan saya suruh beli ikan, terus sekarang ikannya mana? mau saya bersihin biar bisa langsung dimasak!'' ucap Agam sambil menatap Nara yang sedang memasukkan sayuran di dalam kulkas sambil menggelengkan kepalanya saja.
''Kan tadi Tuan bilang suruh beli ikan yang masih segar. Nah dipasar itu ikannya semua uda pada mati!'' kata Nara dengan wajah polosnya.
''Ha, jadi kamu gak beli ikannya?'' tanya Agam sambil melongok.
''Beli sih Tuan, itu ikannya sekarang ada di halaman belakang!'' jawab Nara sambil menunjuk ke arah belakang. Agam langsung pergi ke halaman belakang untuk segera melihat ikannya. Nara pun mengikutinya dari belakang.
''Dimana ikannya?'' tanya Agam sambil melihat lihat ke halaman sekitar.
''Itu Tuan!'' jawab Nara sambil menunjuk ke arah ayam yang sedang makan tak jauh dari mereka berdiri
''Ha, Astaga Nara! kamu kenapa malah beli ayam hidup sih?'' ucap Agam sambil memijit pangkal hidungnya yang tiba tiba langsung terasa nyeri.
''Kan tadi Tuan bilang suruh beli ikan yang masih segar di pasar, Nah dipasar itu ya cuma ayam itu yang masih segar!'' jawab Nara dengan polos sambil tersenyum ke arah Agam.
Agam hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan gemas melihat tingkah ajaib pelayannya itu. Agam yang tiba tiba pusing langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah. sesampainya di depan pintu Agam langsung membalikkan badannya kearah Nara yang masih setia menatap ayam yang baru dibelinya itu.
''Kamu potong ayam itu sekarang juga!'' perintah Agam sambil melangkahkan kakinya kembali.
''Eh, Apa?'' ucap Nara yang langsung terkejut mendengar ucapan Agam barusan.
__ADS_1