Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Seperti Siput


__ADS_3

Agam dan Nara memutuskan untuk pulang ke rumah mereka, di perjalanan mereka singgah sebentar ke sebuah restoran untuk makan malam bersama, setelah memarkirkan mobilnya Agam langsung mengajak sang isteri untuk masuk ke dalam restoran.


Mereka duduk di dekat jendela kaca agar bisa melihat pemandangan yang ada di luar restoran. Nara memesan beberapa menu makanan untuk dirinya dan juga Agam,


Setelah pesanan datang mereka langsung menyantapnya, ketika sedang asyik menikmati makanan, matanya tidak sengaja melihat ke arah seorang wanita dan seorang pria yang baru datang dan langsung duduk di sebuah meja yang berada tidak jauh dari mereka,


Nara menatap sinis ke arah pasangan tersebut, Agam yang melihat Nara seperti itu langsung mengikuti arah pandangannya, dia tertegun ketika melihat mantan kekasihnya sedang bergelayut manja pada seorang pria yang tak lain adalah mantan dari isterinya.


Agam langsung berdehem, membuat Nara menoleh ke arahnya dan tersenyum.


Mereka lalu melanjutkan makan malam mereka dengan tenang hingga selesai,


Setelah itu, Miranda yang tidak sengaja melihat ke samping langsung terkejut ketika melihat Agam yang sedang tersenyum ke arah pelayan nya.


Miranda langsung berdiri dari kursinya dan membuat Irvan langsung menatapnya sambil bertanya, namun tidak di hiraukan olehnya,


Miranda terus berjalan ke arah meja Agam sambil tersenyum dan langsung memegang lengan Agam membuat Agam dan Nara langsung menoleh ke arahnya.


''Ya ampun sayang, gak nyangka ya ketemu di sini, jangan jangan kita itu emang berjodoh!'' kata Miranda membuat Nara melongok menatapnya, sementara Agam berusaha melepaskan tangan Miranda yang terus bergelayut manja di lengannya.


Irvan yang melihat kelakuan Miranda langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Miranda,


''Mira, kamu apa apaan sih, kamu gak lihat dia lagi sama kekasihnya!'' tunjuk Irvan pada Nara dengan dagunya, Miranda langsung menoleh ke arah Nara sambil tersenyum sinis.


''Dia itu pelayan, bukan kekasihnya Agam!'' ucapan Miranda barusan membuat Irvan langsung menoleh ke arah Nara.


''Apa lihat lihat?'' kata Nara nyolot pada Irvan sambil bersedekap dada.


Irvan langsung tersentak mendengar bentakan dari Nara dan langsung kikuk, sementara Agam yang sudah berhasil melepaskan tangan Miranda dari lengannya langsung tersenyum sambil mengusap hidungnya.

__ADS_1


''Hei, pelayan! kamu berani membentak pacarku?'' tunjuk Miranda tepat di depan wajah Nara.


Nara hanya tersenyum sinis kemudian menggenggam jari Miranda dan langsung memelintirnya, membuat Miranda langsung berteriak kesakitan, setelah itu Nara langsung menghempaskan jari tangan Miranda begitu saja, Irvan yang melihatnya langsung meringis ngilu, sementara Agam terus tersenyum sambil melihat ke arah Nara.


''Nara..!'' panggil Irvan dengan lirih


''Apa? Kamu juga mau aku pelintir?'' tanya Nara pada Irvan dengan menaikkan sebelah alisnya sambil melirik sekilas ke arah cacing Irvan,


Irvan langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, setelah itu dia langsung membawa Miranda untuk pergi dari meja Nara.


''Awas kamu yah!'' kata Miranda kepada Nara sambil memegangi jarinya dan melangkah pergi bersama Irvan


Setelah mereka pergi, Nara menoleh ke arah sang suami yang masih setia menatapnya dengan senyuman,


''Kenapa senyum senyum?'' tanya Nara dengan mengangkat sedikit dagunya


''Aku juga mau dong di pelintir sama kamu!'' ucap Agam sambil tertawa lebar, Nara langsung melengos melihatnya.


Tak berapa lama mereka akhirnya telah sampai di rumah, Nara langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah, sementara Agam yang baru selesai memasukkan mobil ke dalam garasi langsung ikut masuk ke dalam rumah menyusul sang isteri.


Agam masuk ke dalam kamar dan mendapati sang isteri yang baru keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan piyama tidur, Pandangan mereka bertemu sejenak setelah itu Nara langsung memutus pandangan mereka dan memalingkan wajahnya sambil berjalan ke arah cermin, Agam melangkah mendekati sang isteri, dan berdiri tepat di belakang Nara.


Agam membalikkan tubuh isterinya untuk berhadapan dengannya, dia memegang kedua bahu sang isteri, dan menatap dalam ke arah mata sang isteri, Nara yang di tatap seperti itu langsung salah tingkah, dia ingin kabur tetapi kakinya terasa sulit untuk di gerakkan,


''Dasar kaki semelekete!! ucap Nara dalam hati.


Agam terus mendekatkan wajahnya dan langsung mencium bibir sang isteri dengan lembut, Nara membalas ciuman suaminya sambil memejamkan kedua matanya,


Ciuman mereka semakin terasa panas ketika tangan Agam menarik tengkuknya dan Nara mengalungkan kedua tangannya di leher Agam,

__ADS_1


Agam langsung melepas kancing piyama sang isteri, membuat Nara langsung menghentikan ciumannya dan menatap Agam, Agam mendudukkan Nara di pangkuannya kemudian langsung memulai aksinya lagi, Nara yang tangannya sudah keringat dingin langsung menghentikan aksi Agam yang sedang membuka seluruh kancing piyama nya, dan bibirnya yang sedang menciumi seluruh lehernya.


''A.. a..aku mau ke kamar mandi dulu!'' kata Nara dengan terbata bata, membuat Agam langsung menatap wajah sang isteri yang terlihat pucat dan kemudian langsung menganggukkan kepalanya.


Nara langsung beranjak dari pangkuan suaminya, dan langsung pergi menuju kamar mandi, di dalam kamar mandi Nara langsung bernafas dengan lega, dia menghembuskan nafas secara teratur untuk menenangkan jantungnya yang dari tadi terus berdetak dengan sangat kencang,


''Jangan takut Nara.. ayo rileks.. tarik nafas lalu hembuskan secara perlahan!! bathin Nara menenangkan sang jantung yang seperti genderang perang


Nara mondar mandir di depan cermin kamar mandi sambil mere-mas kedua tangannya yang terasa sangat dingin, dia bingung harus bagaimana, mau keluar tetapi takut di mangsa oleh singa, mau terus terusan di kamar mandi juga tidak mungkin, Nara jadi galau di buatnya.


Sementara Agam yang sedang duduk bersandar di ranjang, terus menatap ke arah kamar mandi, karena sudah sangat lama sang isteri belum juga keluar dari dalam kamar mandi, Agam menghembuskan nafasnya dengan kasar. dia merasa bahwa sang isteri hanya beralasan pergi ke kamar mandi, dia merasa sang isteri hanya mengulur ngulur waktu saja.


Agam yang sudah tidak sabar, akhirnya berteriak memanggil sang isteri yang dari tadi tidak keluar keluar.


''Sayang, mau sampai kapan kamu berdiam diri di kamar mandi?'' tanya Agam karena dari tadi dia tidak mendengar suara air dari dalam kamar mandi.


''Mau kamu yang keluar atau aku yang masuk?'' lanjut Agam langsung membuat Nara gelagapan.


''I..i..iya sebentar lagi!'' jawab Nara dengan panik. Nara terus menarik nafas dan menghembuskannya secara teratur, kemudian langsung memegang handle pintu kamar mandi sambil menyemangati dirinya sendiri.


''Ayo Nara, semangat.. ini tidak sakit seperti yang orang katakan!! ucapnya dalam hati sambil membuka pintu kamar mandi.


Nara keluar dari dalam kamar mandi dan mendapati Agam yang sedang menatapnya dengan menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum miring, Nara langsung membeku di depan pintu kamar mandi.


''Kamu mau terus berdiri di situ, atau mau aku gendong kemari, sayang?'' tanya Agam sambil beranjak turun dari atas ranjang.


Nara yang melihatnya langsung mengulurkan tangannya ke depan.


''Jangan, aku bisa jalan sendiri ke sana!'' ucap Nara dengan wajah yang sudah memerah. Agam langsung berhenti dan duduk kembali di atas ranjang sambil menunggu sang isteri yang berjalan ke arah nya,

__ADS_1


''Astaga sayang, kenapa jalanmu lebih lambat dari siput begitu?'' tanya Agam sambil tertawa karena melihat sang isteri yang berjalan dengan sangat pelan ke arahnya sambil meremas kedua tangannya.


__ADS_2