Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Selamat Datang My Princess


__ADS_3

''Mari silahkan ikut dengan saya, Pak!'' pinta Sang Dokter sambil membuka pintu dengan lebar, Papa Bara langsung berjalan ke arah Perawat yang sedang menggendong seorang bayi mungil yang sangat cantik, matanya langsung berkaca kaca ketika Perawat tersebut meletakkan Bayi mungil itu di tangannya, ''Selamat datang ke dunia, Sayang!'' ucap Papa Bara sambil mencium keningnya dan segera mendekatkan mulutnya ke telinga sang Bayi, setelah itu langsung mengucapkan Kalimat Syahadat dan segera melafazkan adzan di telinga cucu pertamanya itu dengan air mata yang mulai menetes.,


Nara yang melihat Puterinya di Adzani oleh sang Mertua juga ikut meneteskan air matanya, dia berfikir seharusnya Agam lah yang saat ini sedang menggendong dan juga mengadzani Puteri kecil mereka. Tapi ya sudahlah, mungkin Agam juga sudah bahagia dengan Kayla dan juga anak mereka, Nara sudah tidak mau lagi mengingat dan juga mendengar berita tentang mereka berdua. Fokusnya sekarang hanyalah kepada Puteri kecil nya yang baru saja di lahirkannya ke dunia ini,


Setelah selesai mengadzani bayi mungil tersebut, Mama Sarah dan juga Abi di persilahkan untuk masuk oleh seorang Perawat,


''Selamat datang ke dunia, Cucuku tersayang!'' ucap Mama Sarah sambil meraih bayi mungil nan cantik tersebut dari tangan sang suami. Mama Sarah langsung menciumi pipi gembulnya, setelah itu langsung menatap menantunya yang sedang menyeka air matanya, ''Sayang, kau baik baik saja?'' tanya Mama Sarah sambil berjalan mendekat ke arah ranjang, Nara langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, Papa Bara membantunya untuk duduk bersandar di atas ranjang,

__ADS_1


''Bagaimana keadaanmu?'' tanya Abi dengan lembut,


''Ku kira kau masih rebahan di atas lantai!'' jawab Nara sambil tertawa, membuat Abi langsung tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,


''Tampangmu saja yang terlihat cool, tapi baru lihat darah begitu saja sudah langsung pingsan!'' ucap Mama Sarah menimpali,


Abi hanya tertawa kikuk menanggai ucapan Mertuanya Nara itu, dia langsung berjalan ke arah Mama Sarah untuk melihat bayi mungil yang selalu di nantikan kehadirannya itu.

__ADS_1


''Apa kau mau menggendongnya?'' tanya Mama Sarah sambil menatap matanya, Abi langsung mengangguk dengan cepat, dan segera mengulurkan tangannya,


''Hati hati, ini cucu kesayanganku, jangan sampai lecet!'' ucap Mama Sarah sambil meletakkan cucunya secara perlahan di tangan Abi,


Abi langsung berjalan ke arah sofa sambil menggendong bayinya Nara. Ini adalah pertama kalinya dia menggendong seorang bayi. Dia langsung tersenyum kepada bayi mungil tersebut dan kemudian langsung menciumi pipi gembulnya, membuat bayi cantik itu langsung menggeliat.


''Apa kau mau minum, Sayang?'' tanya Mama Sarah sambil mengelus lengan sang menantu, Nara langsung menganggukkan kepalanya, setelah selesai minum dia langsung memberikannya kembali kepada Mama Sarah.

__ADS_1


''Terima kasih sayang, karena sudah melahirkan seorang cucu untuk Mama dan juga Papa, Terima kasih sudah mau berjuang selama ini demi cucu kami!'' ujar Mama Sarah dengan mata berkaca kaca sambil menciumi pucuk kepalanya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Nara juga ikut menangis terharu, dia sungguh sangat beruntung karena memiliki mertua yang sangat menyayanginya seperti puterinya sendiri, Mertua yang rela menentang kelakuan Putera kandungnya sendiri karena sudah menyakiti hati menantunya, Sudah sembilan bulan ini Mama Sarah tidak mau bertegur sapa dengan Putera kandungnya itu, Mama Sarah merasa kecewa dengan kelakuan Putera kandungnya itu karena sudah berani menyakiti hati dari menantu kesayangannya, andai saja puteranya itu bisa di tukar tambah dengan yang lebih baik, sudah pasti akan di lakukannya sejak dahulu. Begitulah yang ada di fikiran Mama Sarah saat ini.


__ADS_2