
''Agam, tante tidak bisa marah karena Nara itu puteri Om dan tante, Naraya Putri Arkhatama dia adalah gadis yang akan dijodohkan sama kamu, Gam!'' ucapan tante Sovia membuat Agam terkejut dan melebarkan matanya untuk yang kesekian kalinya, entah sudah berapa kali dia mendapatkan kejutan hari ini, mulai dari Nara yang katanya dibawa temannya, dan sekarang di ruangan ini.
Entahlah, dia masih loading soalnya memorinya cuma 2GB (Canda Gamπππ)
''Maksud Tante, gimana?'' tanya Agam yang belum mengerti dengan ucapan tante Sovia.
Papa Agam berjalan mendekat ke arah Agam dan langsung menonjok perutnya dengan pelan membuat Agam langsung meringis.
''Dasar anak bodoh!'' ketus papa Agam membuat Agam tersadar dari loadingnya dan langsung menatap ke arah Nara.
''Kamu beneran anaknya Om Tama sama Tante Sovia? Kamu yakin?'' pertanyaan Agam barusan membuat semua orang melongok ke arahnya dengan sadis, termasuk Nara yang sudah melototkan matanya dan bersiap menerkamnya hidup hidup. Agam yang di tatap seperti itu oleh semua orang langsung gelagapan.
''Maksud aku bukan begitu! Emm.. maksud aku, kan kamu pernah bilang kalau kamu itu hanya sebatang kara, dan itu salah satu alasan kenapa aku mengijinkan kamu untuk tinggal di rumahku selama ini!'' ucapan terakhir Agam membuat semua orang terkejut lagi dan langsung gantian menatap ke arah Nara seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya.
''Eh, bukan.. bukan begitu!'' kata Nara yang jadi ikut gelagapan karena ucapan Agam barusan.
''Kita emang tinggal serumah tapi kita tidak pernah melakukan seperti apa yang kalian fikirkan!'' ucap Nara dengan kening yang sudah berkeringat.
''Apa?'' teriak semua orang yang berada di ruangan tersebut dengan sangat kencang, membuat Agam dan Nara langsung menutup telinga mereka bersamaan.
''Wahhh, mereka sudah tidak benar ini!'' ucap Mama Agam sambil menunjuk kearah mereka berdua.
''Iya, bagaimana kalau mereka langsung kita nikahkan saja sekarang?'' usul Mama Nara,
''Apa?'' teriak Agam dan Nara bersama sama, membuat semua orang langsung menoleh ke arah mereka lagi.
''Nara tidak mau menikah sekarang, Ma, bukannya mama bilang kita hanya bertunangan?'' protes Nara yang langsung mendapat lirikan tajam dari sang Mama dan membuatnya langsung kicep.
''Tadinya sih iya, tapi sekarang kami berubah fikiran setelah mendengar bahwa kalian selama ini tinggal serumah!'' ucap Papa Agam membuat mereka menganggukkan kepalanya setuju, kecuali Nara dan Agam yang hanya saling lirik, mau protes lagi tapi mereka takut di keroyok oleh keempat suhu tersebut.
Mau tidak mau akhirnya mereka menikah malam ini juga.
__ADS_1
Papa Agam dan Papa Nara keluar ruangan untuk menghubungi penghulu, sementara Mama Nara dan Mama Agam langsung membawa mereka untuk bersiap siap.
"Gila sih ini... aku tidak menyangka bakalan nikah kilat seperti ini!! ucap Agam dalam hati yang masih belum percaya akan semua ini.
Sementara Raka yang masih setia menunggu Nara di samping taksinya, berulang kali mencoba menghubungi ponsel Nara tapi sampai saat ini belum juga terhubung.
Raka masuk ke dalam taksinya namun tiba tiba handphonnya berdering, dia langsung melihatnya dan ternyata dari Nara, dia pun langsung menjawabnya.
''Hallo Ra, kamu itu--''... belum sempat Raka merepet, tapi Nara sudah lebih dulu meminta maaf kepadanya. membuat Raka hanya menghela napasnya dengan kasar.
''Yasudah, aku ke atas sekarang!'' kata Raka mengakhiri telefon dari Nara.
Raka menyandarkan kepalanya di kursi kemudi, dia memejamkan matanya sekilas dan teringat ucapan Nara barusan
"Maaf Ka, aku udah buat kamu menunggu. aku gak bisa kabur sekarang, karena malam ini juga aku akan menikah, kamu bisa kan datang ke lantai atas, soalnya acaranya di lakukan di outdoor hotel paling atas. aku tunggu sekarang!''
Raka membuka matanya dan kemudian langsung turun dari taksi, dia masuk ke dalam hotel untuk menemui Nara di lantai atas. dan setelah lift terbuka dia langsung keluar dan dia langsung tertegun ketika melihat seorang pria paru baya yang sedang berdiri di depannya.
Raka langsung memeluk erat pria tersebut dan langsung menangis karena akhirnya bisa melihat papanya lagi.
''Kamu siapa?'' tanya pria tersebut membuat Raka langsung melepaskan pelukannya dan menatap papanya dengan lekat, walaupun sudah berpisah selama 15 tahun tapi Raka masih bisa mengenali wajah papanya, walaupun wajahnya tidak lagi muda seperti dulu tapi dia sangat yakin bahwa pria yang di peluknya ini adalah papanya.
''Papa, tidak ingat sama Raka Pa?'' tanya Raka sambil mengusap air matanya membuat pria tersebut langsung menatapnya dengan intens.
''Raka?'' tanya pria tersebut dan Raka pun langsung mengangguk.
''Iya Pa, Raka Lawrenz!'' ucap Raka lagi membuat pria tersebut langsung terkejut dan kemudian memeluk Raka dengan sangat erat sambil menangis haru..
''Akhirnya, Papa bisa bertemu denganmu anakku!'' kata papa Raka sambil mengusap air matanya dan melepaskan pelukannya. Raka pun tersenyum.
''Dimana Mama mu nak?'' tanya papa Raka kemudian.
__ADS_1
''Mama ada dirumah, Pa!'' jawab Raka dan sang papa pun langsung mengajak Raka untuk pergi kerumah menemui sang mama.
πΊπΊπΊ
Sesampainya di rumah, Raka dan Papanya langsung turun dari mobil, Raka membuka pintu rumahnya dan membawa Papanya untuk masuk ke dalam rumah. ternyata sang mama sedang berada di dapur, Mama Raka yang mendengar suara pintu terbuka dan suara langkah kaki yang mendekat kearahnya pun langsung bertanya, ''Kamu uda pulang sayang?'' tanya mama Raka tanpa menoleh ke arah belakang. karena dia yakin yang ada dibelakangnya saat ini adalah puteranya.
Deg..
Papa Raka tertegun mendengarnya. matanya langsung berembun ketika mendengar suara yang selalu dirindukannya selama 15 tahun ini.
Mama Raka yang tidak mendengar jawaban dari Raka, langsung membalikkan badannya karena sang putera tidak kunjung menjawab pertanyaannya.
''Kamu kena---'' ucapan mama Raka langsung terhenti ketika melihat seseorang yang berdiri di depannya. matanya langsung berembun kala suaminya berjalan mendekat dan tangisnya langsung pecah ketika suaminya memeluknya dengan saat erat,
Raka yang melihatnya pun ikut meneteskan air matanya terharu,
''Ini beneran kamu, Mas?'' tanya Mama Raka sambil melepaskan pelukannya. Papa Raka langsung mengangguk
''Aku gak lagi mimpi kan mas, tolong cubit aku sekarang mas?'' pinta sang isteri membuat papa Raka langsung tersenyum.
''Iya ma, ini beneran Papa!'' ucap Raka sambil mendekat ke arah orang tuanya. mama Raka lagsung memeluk suaminya kembali dan menangis lagi.
Dan di sinilah mereka berada sekarang, duduk bertiga di ruang tamu. mama Raka pun langsung menanyakan bagaimana kabarnya dan dimana suaminya tinggal selama ini dan bagaimana ceritanya bisa selamat dari bencana tsunami itu. papa Raka hanya tertawa mendengar pertanyaan dari isterinya itu, dan kemudian papa Raka pun menceritakan semuanya.
πΊπΊπΊ
Flashback 15 tahun yang lalu...
Papa Raka sedang menikmati hari libur bersama keluarga kecilnya, tiba tiba seorang teman lama datang menghampirinya dan mereka langsung mengobrol bersama di kazebo pinggir pantai. Dan saat itu mama Raka yang baru selesai bermain di pantai pun langsung menghampiri suaminya sambil menggendong Raka.
''Mas aku balik ke penginapan dulu boleh mas? soalnya botol susunya Raka ketinggalan dan Raka jadi sangat rewel!'' ucap mama Diana yang meminta izin kepada suaminya.
__ADS_1
''Yasudah biar mas saja yang ambil!'' ucap papa Raka dan mama Diana pun langsung menolaknya dan menyuruh suaminya agar tetap disini bersama temannya itu.