Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Isteri Kontrak


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang antara Raka dengan kedua orang tuanya yang begitu membuatnya frustasi. Akhirnya Raka memutuskan untuk keluar dari apartemennya, karena dia sudah berjanji akan mengantar Raiza pulang kerumahnya hari ini.


Sesampainya Raka di ruangan Raiza, ternyata gadis itu sudah bersiap siap untuk pulang. Raka langsung mengajaknya untuk keluar ruangan dan menyelesaikan semua administrasinya terlebih dahulu.


Mereka masuk ke dalam mobil, di perjalanan Raka mengajak Raiza untuk mampir ke restoran karena dirinya belum makan sama sekali. Setelah menemukan restoran mereka pun langsung berbelok dan masuk ke dalam restoran.


Mereka duduk di bangku paling pojok, kemudian langsung memesan menu makanan, setelah itu Raka langsung terdiam sambil terus mengurut pelipisnya yang tiba tiba terasa berdenyut, Raiza terus memperhatikannya sambil menatap heran ke arah nya.


''Kamu kenapa, ada masalah?'' tanya Raiza pada akhirnya. Raka langsung mendongak dan menatap Raiza sebentar. kemudian menggelengkan kepalanya perlahan.


''Kalau ada masalah cerita aja, kali aja aku bisa bantu!'' ujar Raiza yang kemudian langsung meminum minumannya yang baru di antar oleh sang pelayan.


Raka terus menatap Raiza yang sedang menyeruput minumannya, kemudian langsung tersenyum miring saat sebuah ide terlintas di kepalanya,


''Kamu mau jadi isteri kontrakku?'' pertanyaan Raka barusan langsung membuat Raiza tersedak minumannya sendiri, Raiza langsung menepuk nepuk dadanya pelan sementara Raka hanya melihatnya tanpa berniat untuk membantunya.


''Lain kali kalau minum hati hati!'' ujar Raka sambil bersedakap dada tanpa rasa bersalah karena sudah membuat Raiza tersedak akibat ucapannya. Raiza langsung melongok ke arahnya.


''Pertanyaan konyolmu itu yang membuat aku jadi tersedak, bukannya minta maaf malah menyuruhku minum dengan hati hati!'' ucap Raiza dengan kesal.


''Jadi bagaimana, kamu mau?'' tanya Raka tanpa menghiraukan ucapan Raiza


''Aku akan kasih kamu uang bulanan dan uang muka sebagai jaminan untuk kerja sama kita!! lanjut Raka kemudian sambil terus menatap Raiza yang melongok melihatnya setelah Raka menyebutkan jumlah uang muka dan uang bulanan yang akan di terimanya kelak.

__ADS_1


''Ya ampun.. aku tidak salah dengar kan?? dengan uang segitu aku pasti bisa melunasi hutang mama dan membuat mama dan Raizel hidup senang tanpa harus repot repot bekerja!! bathin Raiza membayangkan jumlah uang yang sangat menggiurkan.


''Bagaimana?'' tanya Raka membuat Raiza tersadar dari lamunannya.


''Ok, aku setuju!'' jawab Raiza dengan cepat


''Baiklah kalau begitu, aku akan menyiapkan kontrak nya besok!'' ucap Raka sambil memakan makanan yang telah di antar oleh pelayan.


''Kalau seperti ini, mereka tidak perlu repot repot untuk mencarikan aku jodoh kan, dan mereka bisa tenang di luar negeri sana, tanpa harus memikirkan aku!! lagian zaman sekarang itu zamannya nikah kontrak bukan lagi zaman perjodohan!! bathin Raka sambil mengingat kisah Agam dan Nara yang menikah karena perjodohan.


Setelah mereka selesai makan, Raka langsung mengantarkan Raiza untuk pulang ke rumahnya, setelah memastikan Raiza masuk ke dalam rumah, Raka langsung pergi dari sana.


Raka langsung pergi kerumah orang tuanya untuk memberitahukan bahwa dia akan membawa calon isterinya untuk segera bertemu dengan mereka.


Sementara Raiza yang baru pulang ke rumah, dia tidak menemukan Raizel dan sang mama di manapun, Akhirnya Raiza memutuskan untuk tidur di kamarnya, namun tiba tiba perutnya terasa seperti di aduk aduk, Raiza langsung berlari ke dalam kamar mandi dan menumpahkan seluruh isi dari dalam perutnya. Dia bersandar pada dinding kamar mandi sambil menyeka mulutnya, Dia merasa beberapa minggu ini perutnya terasa mual apalagi jika di pagi hari, Raiza langsung berjalan ke arah kamar, dia merebahkan tubuhnya di atas kasur, namun kejadian panas bersama sang kekasih langsung terbayang di kepalanya, Raiza langsung beranjak duduk kemudian berjalan ke arah kalender, dia mengingat ingat kapan hari terakhirnya kedatangan tamu bulanan. Namun wajahnya langsung pucat dan tangannya langsung keringat dingin saat matanya melihat bulan terakhir tamu bulannya datang.


Raiza langsung berjalan ke arah ranjang dan menghubungi sang kekasih, setelah panggilannya tersambung Raiza langsung memberitahukan keadaannya saat ini, namun sang kekasih menolak untuk bertanggung jawab dengan alasan sudah tidak mencintainya lagi dan menyuruhnya untuk menggugurkan sang janin. Raiza langsung membuang ponselnya ke atas kasur, dia menangis dengan pilu sambil memeluk bantalnya.


Raiza bingung harus berbuat apa, jika dia memberitahukannya kepada sang mama, sudah pasti penyakit jantung sang mama akan kambuh lagi, namun dia juga tidak tega untuk menggugurkan sang janin yang tidak bersalah.


Di saat Raiza sedang bimbang, tiba tiba saudara kembarnya masuk ke dalam kamarnya, Raizel langsung terkejut saat melihat Raiza menangis, Raizel langsung menghampirinya,


''Kamu kenapa Za?'' tanya Raizel dengan panik, namun Raiza hanya terdiam dengan pandangan kosong menatap Raizel.

__ADS_1


''Za, ayo jawab aku, kamu kenapa Za?'' tanya Raizel lagi sambil memegang bahunya karena dari tadi Raiza hanya diam dan terus menangis tanpa suara.


''Aku panggil mama ya, Za?'' ujar Raizel sambil beranjak berdiri, namun Raiza langsung memegang tangannya dan menyuruhnya untuk duduk lagi.


''A..a..aku hamil Zel!'' ucap Raiza dengan terbata bata. Raizel langsung melotot mendengarnya, kemudian dia mengepalkan kedua tangannya dengan penuh amarah.


''Siapa yang udah melakukan ini sama kamu? apa si brengsek itu? tanya Raizel sambil menatap tajam ke arah saudara kembarnya. dan Raiza langsung menganggukkan kepalanya.


''Aku akan beri perhitungan sama si brengsek itu!'' ujar Raizel sambil beranjak berdiri lagi, namun lagi lagi Raiza memegang tangannya.


''Percuma Zel, dia tidak mau bertanggung jawab, dia tidak mau mengakui anak ini!'' ucap Raiza dengan lirih, Raizel langsung memeluknya untuk menenangkannya.


''Tolong jangan beritahu mama, Zel!! pinta Raiza pada saudara kembarnya, dan Raizel langsung mengangguk mengiyakan.


Setelah dirasa Raiza sudah mulai tenang, Raizel langsung melepaskan pelukannya, kemudian memegang kedua bahu Raiza sambil menatap ke dua matanya.


''Lalu setelah ini, apa yang mau kamu lakukan?'' tanya Raizel dan Raiza hanya menggeleng karena memang dia tidak tahu apa yang akan di lakukannya setelah ini.


Mereka berdua saling terdiam, namun tiba tiba ponsel Raiza berdering,


Raiza langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya, ternyata itu panggilan dari Raka. Raiza langsung menatap Raizel sebelum menjawab panggilan Raka.


Raiza langsung menjawab panggilan Raka, ternyata Raka memberitahunya agar datang menemuinya ke kantor besok untuk membicarakan kontrak pernikahan mereka. Setelah itu Raka langsung mematikan ponselnya begitu saja setelah memberi tahu alamat kantor Raka.

__ADS_1


Raiza meletakkan ponselnya kembali, dia bingung harus bagaimana, karena tidak mungkin dia membatalkan kontrak tersebut karena uang muka baru saja di transfer Raka ke dalam rekeningnya.


Raiza terus menatap Raizel yang hanya terdiam di depannya, kemudian sebuah ide langsung muncul di kepalanya, Raiza menarik kedua sudut bibirnya membuat Raizel langsung menatapnya dengan was was.


__ADS_2