Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Hamil Lagi


__ADS_3

''Apa katamu? Bahkan saat puterimu lahir, kami adalah orang pertama yang menggendongnya!'' jawab Mama Sarah dengan malas,


''Jadi, Mama tahu selama ini Nara ada di mana?'' tanya Agam sambil menaikkan sebelah alisnya, ''Ya tahulah, kan setelah melahirkan Nara tinggal bersama kami di Amsterdam!'' jawab Mama Sarah yang membuat Agam langsung menoleh ke arah sang isteri yang terlihat salah tingkah, ''Jadi, selama ini kau kabur ke rumah orang tuaku?'' tanya Agam tidak percaya, dan Nara hanya mengangguk pelan sambil menyengir,


''Astaga, pantas saja selama ini mereka tidak memperbolehkanku untuk mengunjungi mereka di sana!'' sungut Agam yang merasa menjadi orang paling bodoh saat isteri, mertua dan orang tuanya bekerja sama untuk membuatnya hampir stres karena rasa bersalah. Mereka semua yang ada di sana juga ikut tertawa saat melihat wajah cengoknya itu. Arisha juga tak mau kalah, bayi cantik itu seperti tahu apa yang sedang di bicarakan oleh orang dewasa yang ada di sekitarnya, dia juga ikut tertawa saat melihat mereka semua tertawa.


Beberapa hari kemudian, Agam yang sudah di perbolehkan pulang dari Rumah Sakit, langsung membawa isteri dan juga puterinya itu untuk pulang ke rumahnya, mereka menjalani kehidupan rumah tangga seperti pada umumnya, Nara merasa sangat bahagia karena akhirnya dia bisa bersama lagi dengan suaminya yang sangat di cintainya itu,

__ADS_1


Iya, dia sangat mencintai suaminya itu entah sejak kapan, dia juga tidak tahu. kehidupannya terasa sangat lengkap dan bahagia saat ini, apalagi setelah tiga bulan kemudian, Dokter menyatakan bahwa dirinya sedang hamil muda, tentu saja itu membuat Agam dan Nara sangat bahagia, ''Aku janji, di kehamilan keduamu ini aku akan selalu berada di sampingmu dan akan selalu menuruti semua yang kau mau.'' kata Agam di sela sela aktifitasnya menciumi perutnya yang masih rata.


''Kau yakin, ingin menuruti apa pun yang ku inginkan?'' tanya Nara sambil menyeringai licik, Agam langsung menghentikan aktifitasnya dan mengangguk mantap. ''Apa pun akan kulakukan untukmu dan juga bayi kita, jadi katakan apa yang kau inginkan? Mobil, Villa, Tas, atau..--'' Agam langsung menghentikan ucapannya saat melihat sang isteri menggeleng dengan cepat, ''Aku tidak menginginkan itu semua.'' ucapnya sambil meletakkan susu di atas meja,


Agam langsung menautkan kedua alisnya, ''Lalu apa yang kau inginkan, sayang?''


Beberapa menit kemudian, Agam yang sedang menggendong Arisha langsung memundurkan langkahnya saat melihat Nara datang menghampirinya sambil membawa sebuah lingerie berwarna merah yang sering digunakannya saat melakukan dinas malam bersamanya, tiba tiba perasaannya menjadi tidak enak, Agam langsung membalikkan badannya bersama Arisha, dia berniat untuk kabur, namun Nara langsung berteriak memanggilnya, ''Sayang, kau mau kemana?'' Agam yang ingin kabur langsung menghentikan langkahnya sambil memejamkan matanya sejenak dan menarik nafasnya, setelah itu dia membalikkan badannya secara perlahan menghadap sang isteri yang sudah berdiri di belakangnya sambil tersenyum, manis sekali,

__ADS_1


''Kau mau kemana, sayang?'' tanya Nara sekali lagi.


''Ah itu, Arisha tadi ingin mengajakku untuk bermain di luar.'' jawabnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sementara Nara hanya ber oh ria saja.


''Oh ya sayang, kau tadi bilang ingin menuruti semua keinginanku kan?'' tanya Nara memastikan ucapan sang suami beberapa menit yang lalu, ''I..iya sayang,'' jawab Agam terbata


''Baiklah, kalau begitu aku ingin kau memakai ini sekarang!'' ucap Nara dengan wajah berbinarnya.

__ADS_1


__ADS_2