
Papa Niko terus melangkahkan kakinya menuju terminal bus, dia mencari bus jurusan ke kota dan lebih tepatnya kota tempat tinggal orang tuanya, dia berharap di dalam hatinya semoga anak dan isterinya benar benar berada di sana.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 hari 1 malam, akhirnya dia sampai juga di depan rumah orang tuanya, dia lantas tersenyum dan langsung menekan bel rumahnya. tak lama kemudian pintu dibuka oleh Bik Asih, pembantu yang mengasuhnya saat dia kecil dahulu, Bik Asih langsung menyambutnya dengan suka cita karena sudah beberapa bulan ini anak majikannya itu tidak pernah datang ke rumah ini.
Mama Niko yang baru turun dari lantai atas sambil menggendong Agam kecil pun langsung tersenyum dan segera menghampirinya. mama Niko memeluk putera bungsunya itu dengan sangat erat.
''Apa kabar sayang? kenapa sudah lama tidak pernah mengunjungi orang tuamu ini?'' tanya sang mama sambil melepaskan pelukannya dan melihat ke sekelilingnya tapi tidak menemukan apa yang di carinya.
''Diana sama Raka mana?'' tanya mama Niko kemudian sambil menatap puteranya dengan wajah keheranan, karena biasanya jika mereka berkunjung Raka pasti akan langsung memeluknya lebih dulu karena Raka tidak mau kedeluan oleh papa dan mamanya.
''Maksud mama gimana? bukankah Diana dan Raka ada disini?'' tanya papa Niko dengan hati yang mulai merasa cemas.
''Kamu bicara apa sih, mana ada Diana kemari Niko!'' ucap mama Niko sambil menurunkan Agam dari gendongannya.
''Apa yang terjadi? dan di mana Diana sama Raka? ayo jawab mama Niko!'' ucap mama Niko sambil mengguncang guncangkan bahu puteranya.
''Niko juga tidak tahu mereka ada di mana sekarang ma, karena Niko baru saja terkena musibah!'' ucap Niko sambil terduduk lemas di atas sofa. mama Niko langsung menatap putera sulungnya itu dan ikut duduk di sebelahnya. Akhirnya Niko pun menceritakan semua yang terjadi padanya beberapa bulan ini.
Mama Niko pun langsung menangis histeris dan langsung memeluknya sambil menciuminya. Bi Asih yang mendengar cerita dari anak majikannya itu pun ikut menangis juga.
Mulai dari hari itu papa Niko dan semua keluarganya terus mencari informasi tentang anak dan isterinya, namun tidak semudah itu untuk menemukan mereka karena kota ini terlalu besar untuk mencari keberadaan mereka, dan setelah 5 tahun berlalu orang tua Niko pun akhirnya kembali ke luar negeri untuk mengurus bisnisnya yang sedang terjadi masalah, akhirnya papa Niko pun memutuskan untuk ikut dan tinggal di luar negeri bersama dengan orang tuanya.
__ADS_1
Dan hari ini papa Niko baru kembali dari luar negeri karena akan menghadiri acara pertunangan keponakan satu satunya itu.
Namun takdir masih sangat baik kepadanya, di saat dia akan keluar dari hotel untuk mencari saudaranya, dia malah bertemu dengan putera kesayangannya dan akhirnya sekarang dia bisa berkumpul lagi dengan anak dan isterinya, tidak sia sia dia menunggu selama 15 tahun ini.
🌺🌺🌺
Di sebuah tempat terbuka yang terletak di lantai hotel paling atas, dengan dekorasi yang sangat mewah dan malam yang sangat indah karena bertabur bintang di langit, sepasang anak manusia sedang melangsungkan acara ijab kabul dengan sakral nya. tampak si pria yang memakai baju berwarna senada dengan si wanita, mereka tampak sangat serasi.
''Saya terima nikah dan kawinnya Naraya Putri Arkhatama binti Rey Arkhatama dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!'' ucap si pria dengan suara lantangnya membuat semua orang yang ada di sana langsung mengucap syukur ketika para saksi mengatakan kata SAH.
Akhirnya mereka resmi menjadi pasangan suami isteri, Si wanita langsung mencium tangan sang pria dan sang pria pun langsung mencium kening sang wanita.
Dan setelah acara selesai semua keluarga di persilahkan untuk menempati kamar hotel yang telah dipersiapkan. termasuk dengan pasangan pengantin baru yang beberapa jam lalu baru mengucapkan ijab kabul.
Mereka jadi salah tingkah karena hal itu, Akhirnya Nara berdehem dan kemudian dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya. setelah Nara pergi Agam pun langsung duduk di atas sofa sambil melihat lihat foto Nara di ponselnya. foto yang dia ambil diam diam saat Nara menemaninya ke acara pembukaan cabang baru milik temannya itu. Agam tersenyum sambil terus memandangi fotonya.
Hingga tanpa di sadari Nara sudah keluar dari dalam kamar mandi, Nara langsung menatap ke arah Agam yang terlihat senyum senyum sendiri sambil melihat ponselnya.
"Bocah ngapa yak?? mau cosplay jadi orang gila atau gimana sih?? tanya Nara tapi hanya di dalam hati.
Nara mendekat ke arah Agam dan langsung berdehem ketika sudah berada di depannya, Agam yang baru menyadari kehadiran Nara pun langsung di buat gelagapan karenanya.
__ADS_1
''Astaga, kamu bisa gak sih gak mengejutkan orang!'' ucap Agam sambil mengelus dadanya dan kemudian langsung menyembunyikan ponselnya.
Nara hanya tertawa melihatnya, kemudian dia duduk di sofa yang sama dengan Agam dan langsung menoleh ke arah Agam yang dari tadi hanya diam melihatnya.
''Apa?'' tanya Nara kemudian dan Agam langsung membuang pandangannya ke arah lain.
''Oh iya, gimana kalau kita buat kontrak pernikahan?'' tanya Nara membuat Agam langsung kembali menoleh ke arahnya.
''Maksud kamu?'' tanya Agam
''Aku mau kita tidak ada kontak fisik setelah menikah!'' ucap Nara yang membuat Agam langsung menautkan kedua alisnya. Agam hanya diam sambil menatapnya.
''Gimana?'' tanya Nara yang tak kunjung dapat jawaban dari Agam
''Jangan bicara omong kosong di sini, atau aku akan melakukan kewajibanku sebagai suami sekarang juga!'' ucap Agam dengan sangat tegas sambil menatap tajam ke arah Nara yang langsung kicep.
''Ja..ja.. jangan macam macam kamu yah!'' ucap Nara sambil terbata bata karena Agam dengan tiba tiba mendekatkan wajahnya membuat Nara langsung memundurkan wajahnya juga.
Agam tersenyum licik melihat raut wajah Nara yang tiba tiba berubah pucat. Dia pun berniat untuk mengerjai isteri barunya itu.
''Bagaimana kalau kita melakukannya sekarang?'' tanya Agam sambil menahan tawanya, karena sejujurnya dia sudah tidak tahan melihat wajah panik dan pucat Nara.
__ADS_1
''A..a..aku bilang jangan macam macam, atau aku bakalan teriak biar kamu di pukul sama papa aku karena uda berani sama puteri kesayangannya!'' ucap Nara dengan keringat dingin.
Agam tidak peduli dengan ancaman Nara, dia langsung membuka kancing kemejanya dan membuat Nara langsung berteriak histeris, dan hal itu membuat Agam langsung tertawa terpingkal pingkal karena kelakuannya.