Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Cosplay Jadi Banci


__ADS_3

''Astaga, apa yang sedang kalian lakukan?'' tanya Raka dengan panik sambil berlari ke arah Agam dan Gavin.


''Agam, lepaskan dia sekarang, kamu bisa membuatnya mati!'' ucap Raka sambil melepaskan tangan Agam dari leher Gavin.


Gavin langsung terbatuk batuk saat lehernya sudah dilepaskan oleh Agam, Raka langsung berlari ke arah meja untuk mengambilkan minum dan memberikannya pada Gavin, sementara Agam yang baru melepaskan leher Gavin langsung mengangkat sebelah kakinya dan menumpukannya di atas paha sambil bersedekap dada.


Gavin yang baru selesai minum, langsung meletakkan gelasnya di atas meja, kemudian menatap Agam sambil memegangi lehernya.


''Dasar sepupu sinting...!'' ucap Gavin dan Agam hanya tersenyum sinis melihatnya tanpa rasa bersalah, sementara Raka yang duduk di antara Gavin dan Agam hanya memandang ke arah mereka secara bergantian.


''Beritahukan kepada sepupumu yang aneh ini, untuk tidak menganggu pengantin baru!'' kata Agam kepada Raka, sementara Raka hanya melongok sambil melihatnya.


''Hei tuan muda, aku tidak akan mengganggumu, aku hanya ingin menginap di rumahmu, dan aku sudah mendapatkan izin dari Nara.'' kata Gavin sambil memperlihatkan ponselnya pada Agam, ''Lihat ini pesan dari Nara!''


Agam hanya meliriknya sekilas tanpa berniat untuk membacanya, sementara Gavin langsung menyimpan ponselnya dan kemudian menyenderkan kepalanya di sofa sambil memejamkan matanya sejenak. tiba tiba ponsel Agam langsung berdering, Agam merogoh ponselnya dari dalam saku jas, setelah melihat nama si pemanggil, dia langsung tersenyum dan segera menjawabnya,


''Hallo, sayang!'' kata Agam sambil meletakkan ponsel di telinganya,


''Hallo Gam, aku hanya ingin memberi tahu kalau Gavin nanti malam akan menginap di rumah kita! sudah dulu ya Gam, aku hanya ingin memberitahukan itu, aku tutup dulu karena masih banyak yang harus aku kerjakan.'' kata Nara yang langsung mengakhiri panggilannya tanpa menunggu jawaban dari sang suami.


Gavin yang mendengar percakapan mereka langsung tersenyum ke arah Agam, sementara Agam langsung menggenggam erat ponselnya dan menatap sinis ke arah Gavin.


Raka yang melihat Agam menahan kesal langsung mengambil sebuah map yang di letakkannya di atas meja tadi, dan langsung memberikannya kepada Agam.


''Ini berkas yang harus di tanda tangani sekarang, Gam!'' Agam hanya meliriknya sekilas, setelah itu langsung mengambil berkas dari tangan Raka dengan kasar. setelah menanda tanganinya, Agam langsung memberikannya kembali, Raka langsung tersenyum dan melangkahkan kakinya untuk keluar, namun suara Agam langsung menghentikannya.


''Jangan lupa untuk membawa sepupumu yang sinting ini!'' aku tidak ingin melihatnya ada disini!'' kata Agam kepada Raka sambil melirik tajam ke arah Gavin.

__ADS_1


Raka langsung menoleh ke arah Gavin, dan setelah itu langsung menarik tangan Gavin untuk keluar, Agam hanya menghela nafasnya dengan kasar. Gavin yang tangannya di tarik oleh Raka langsung menghentikan langkahnya ketika mereka sudah berada di luar ruangan Agam,


''Jangan tarik kuat kuat dong mas, sakit tau ah!'' ucap Gavin yang menirukan gaya berbicara seperti seorang banci sambil mengedip ngedipkan sebelah matanya, Raka yang melihatnya langsung menghempaskan tangan Gavin dengan jijik sambil bergidik ngeri melihatnya,


''Dasar tidak waras..!'' ucap Raka dengan kesal, dan langsung berjalan cepat meninggalkan Gavin seorang diri,


''Mas, tunggu mas!'' teriak Gavin yang masih menirukan gaya seorang banci sambil tertawa terbahak bahak melihat Raka yang sudah berjalan semakin jauh.


Kayla yang berpapasan dengan Raka langsung menatap ke arah Raka yang berjalan sambil komat kamit dengan wajah kesalnya,


''Ada apa dengannya?'' bathin Kayla sambil menatap Raka.


Kayla masuk ke dalam ruangan Agam, dan melihat Agam yang sedang memejamkan matanya sambil bersender di kursi kebesarannya, Kayla terus memandang wajah Agam sambil tersenyum. ''Kamu emang tidak pernah berubah, Gam!! semakin tampan dan semakin membuatku tergila gila! ucap Kayla dalam hatinya dan setelah itu dia langsung melangkahkan kakinya menuju meja Agam,


Agam yang menyadari kehadiran seseorang langsung membuka kedua matanya. ''Kay, kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu!'' ucap Agam sambil membenarkan posisi duduknya,


Agam yang sudah selesai membaca berkas berkasnya langsung menutupnya dan memberikannya kembali kepada Kayla,


''Ini Kay,'' kata Agam sambil mengulurkan map tersebut dan langsung menatap heran ke arah Kayla yang terus menatapnya sambil tersenyum.


''Kay..!'' panggil Agam sekali lagi, namun Kayla tetap diam dan terus saja memandangnya. Agam langsung berdehem dan membuat Kayla langsung tersadar dari lamunannya, Kayla langsung gelagapan saat melihat Agam yang sedang menatapnya dengan wajah datar.


''Oh, maaf Gam, apakah sudah selesai?'' tanya Kayla yang langsung salah tingkah, karena dia sangat malu ketahuan sedang menatap sang pujaan hati sambil senyum senyum sendiri.


Agam hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah datarnya, sementara Kayla langsung mengambil map yang tadi di bawanya dan segera keluar dari ruangan sang pujaan hati.


Gavin masuk ke dalam ruangan Raka sambil terus tertawa, membuat Raka yang sedang fokus ke laptopnya langsung menatap tajam ke arah Gavin.

__ADS_1


''Kok eyke di tinggalin sih mas!'' ucap Gavin yang masih setia meniru gaya seorang banci sambil tertawa terbahak bahak, Raka yang melihatnya langsung mengambil sebuah kertas dari atas mejanya, kemudian langsung meremat rematnya menjadi bulatan kecil tanpa sepengetahuan Gavin, dan setelah itu langsung melemparkannya ke arah mulut Gavin yang sedang tertawa lebar.


''Hap..!!


Gavin langsung tersedak saat sesuatu masuk ke dalam mulutnya, dia langsung menepuk nepuk tengkuknya dengan panik, sementara Raka gantian tertawa terpingkal pingkal melihat Gavin yang tersedak kertas.


''Rasain..!'' ucap Raka di sela sela ketawanya.


''Gila ya, kalau sampai kertas sialan itu tertelanku gimana coba?'' tanya Gavin setelah berhasil mengeluarkan buntalan kertas kecil dari dalam mulutnya. Raka hanya tertawa menanggapinya. membuat Gavin langsung menatapnya dengan kesal.


''Bodoh amat, Makanya jadi orang jangan stress!'' ucap Raka sambil terus tertawa. Dan Gavin hanya mencebikkan bibirnya dengan kesal.


Tak lama kemudian ponsel Gavin langsung berdering, membuat Raka langsung menghentikan tawanya, sementara Gavin yang tadi merasa kesal langsung tersenyum ketika melihat nama orang yang menelfonnya.


''Hallo, Za!'' sapa Gavin setelah menjawab panggilan teleponnya,


''Ok, aku kesana sekarang!'' ucap Gavin dengan wajah panik dan langsung mematikan ponselnya. setelah itu Gavin langsung izin pada Raka untuk pergi menemui sang pujaan hati, Raka hanya menatapnya tanpa menjawabnya.


Setelah kepergian Gavin, Raka melanjutkan kembali pekerjaannya sambil menggeleng gelengkan kepalanya saat mengingat kembali tingkah Gavin barusan.


Gavin melangkah cepat menuju parkiran untuk mengambil mobilnya, dan setelah itu langsung pergi menuju rumah sakit tempat Raizel berada.


Sesampainya Gavin di rumah sakit, Gavin langsung melangkah masuk ke dalam rumah sakit dan matanya melirik kesana kemari untuk mencari keberadaan Raizel. setelah menemukannya Gavin langsung nenghampiri Raizel.


''Raiza..!'' panggil Gavin dan Raizel langsung menoleh ke arahnya dan setelah itu Raizel langsung berhambur ke pelukannya, Gavin langsung membalas pelukannya dan langsung menepuk nepuk punggungnya untuk menenangkan sang pujaan hati yang sedang menangis tersedu sedu.


''Mama, Vin!'' ucap Raizel yang sudah melepaskan pelukannya dari Gavin sambil menghapus air matanya dengan punggung tangannya.

__ADS_1


''Kamu tenang dulu ya, Za! semua pasti akan baik baik saja!'' kata Gavin menenangkan Raizel dan kemudian langsung mengajaknya untuk duduk di kursi tunggu sebelah ruangan ICU,


__ADS_2