
Beberapa bulan kemudian..
Nara yang baru selesai berjalan jalan pagi di halaman rumah Abi, merasakan mules pada perutnya, dia langsung menarik nafas panjang dan setelah itu menghembuskannya secara perlahan, Abi yang baru saja keluar dari dalam rumahnya langsung melihat ke arah wanita hamil yang sedang duduk bersandar di atas lantai terasnya sambil mengelus ngelus perut buncitnya, ''Apa yang sedang kau lakukan di sini?'' tanya Abi sambil mengambil posisi duduk di sebelahnya.
__ADS_1
''Perutku terasa mulas, sepertinya aku mengalami kontraksi.'' jawab Nara sambil terus mengusap ngusap perutnya dengan lembut.
''Kau mau melahirkan sekarang?'' tanya Abi dengan raut wajah paniknya.
__ADS_1
''Aku bilang hanya kontraksi, bukan mau melahirkan, jadi kau tidak perlu sepanik itu!'' jawab Nara sambil terkekeh, Nara merasa beruntung karena sejak awal kehamilannya, ada Abi yang selalu perhatian kepadanya dan juga bayinya. Abi yang selalu mengingatkannya untuk selalu minum susu dan vitamin, katanya agar bayi yang ada di perutnya sehat dan cepat besar, karena Abi sudah tidak sabar ingin segera melihatnya lahir ke dunia.
Matanya langsung berembun ketika membayangkan itu semua, tidak sengaja air matanya menetes di atas perut buncitnya yang langsung mendapat tendangan dari dalam sana, sepertinya bayinya itu menyadari jika saat ini dirinya sedang sedih, Abi yang melihat air matanya menetes di atas perut buncitnya, langsung menyibakkan rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya yang sedang menunduk, Abi langsung meraih dagunya untuk melihat wajahnya. ''Kenapa kau menangis? Apa sesakit itu rasanya kontraksi?'' tanya Abi dengan lembut sambil mengelus ngelus perutnya yang langsung berhenti menendang nendang seketika saat di sentuh oleh Abi, Nara hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah sambil tersenyum, ''Aku mau istirahat terlebih dahulu,'' ucap Nara sambil beranjak berdiri, Abi yang melihatnya kesusahan untuk bangkit langsung membantunya, ''Hati hati, jika kau butuh sesuatu beri tahu aku segera!'' kata Abi sambil menatap kepergian Nara.
__ADS_1
Nara terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, dia merebahkan tubuhnya perlahan ke atas kasur, setelah itu mencoba untuk memejamkan sejenak matanya sambil menikmati rasa mulas yang semakin sering di rasakannya. ''Apa aku akan melahirkan sekarang?'' tanyanya pada diri sendiri sambil terus mengelus ngelus perutnya dengan lembut,
Tak berselang lama, Nara langsung bangun dari rebahannya karena perutnya terasa semakin mulas, dia lantas berdiri untuk menemui Abi, namun saat akan membuka pintu, perutnya terasa semakin sakit hingga dia langsung terduduk di atas lantai kamarnya.
__ADS_1