
Raka langsung menghubungi anak buah Agam untuk menculik Kayla, dan setelah itu langsung menyuruhnya untuk membawanya ke sebuah markas Agam yang ada di pinggiran kota tersebut, markas itu terletak sangat jauh dari pemukiman warga.
Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya anak buahnya datang bersama dengan Kayla yang terlihat sedang pingsan. karena obat bius yang di berikan oleh anak buah Agam itu. Raka langsung menyuruhnya untuk mengikat Kayla di sebuah kursi yang sudah di sediakan.
Setelah beberapa menit, Kayla yang mulai sadar langsung membuka matanya, dia menggerakan tangannya namun tangannya terasa sulit untuk di gerakkan. Dia langsung menunduk dan mendapati dirinya sedang terikat di sebuah kursi, matanya langsung melebar dengan sempurna dan jantungnya langsung berdegup dengan kencang, dia langsung teringat dengan kejadian beberapa saat yang lalu, saat dirinya baru turun dari mobil dan ingin masuk ke dalam apartemennya, namun beberapa orang pria berbadan tegap langsung menghadang jalannya, dia yang merasa takut langsung berteriak, namun salah seorang dari mereka langsung menutup hidungnya dengan sapu tangan yang langsung membuatnya tidak sadarkan diri. ''Apa aku di culik?'' tanya nya pada diri sendiri.
''Tolong..!'' teriaknya dengan kencang, Gavin yang akan meminum kopinya langsung menyemburkannya dari mulutnya karena terkejut dengan suara teriakan teriakan dari dalam ruangan Kayla.
__ADS_1
''Haisshh, ini orang kenapa berisik sekali sih!'' gerutunya setelah mengelap mulutnya dengan tisu. Raka yang baru keluar dari sebuah kamar langsung menghampiri Gavin untuk mengajaknya melihat tawanan mereka yang terdengar sangat berisik itu, karena sedang berteriak teriak untuk meminta tolong.
Mereka berdua berjalan ke ruangan tersebut dan segera membuka pintunya, Kayla langsung terdiam dan segera tersenyum senang saat melihat Raka dan Gavin ternyata yang membuka pintunya.
''Gavin, Raka, akhirnya kalian datang, kalian pasti mau menyelamatkan calon kakak ipar kalian kan? Ya ampun, aku tidak menyangka kalian sangat peduli padaku dan juga calon keponakan kalian ini, aku pasti akan memberi hukuman kepada manusia manusia brengsek itu yang sudah berani menyulik calon nyonya Lawrenz ini!'' ujar Kayla dengan menatap senang ke arah kedua sepupu calon suaminya itu.
Raka dan Gavin hanya menatap datar ke arah Kayla yang terus mengoceh sejak tadi. Setelah Kayla berhenti mengoceh, Mereka berdua langsung berjalan menghampirinya yang terus tersenyum ke arah mereka.
__ADS_1
''Cepat lepaskan aku, atau aku akan beritahukan kepada Agam agar kalian berdua di hukum olehnya karena sudah membiarkan ibu dari anaknya terlalu lama di ikat seperti ini!'' teriak Kayla lagi.
Gavin hanya tersenyum sinis sambil mencengkram dagunya.
''A..apa yang kau lakukan?'' tanya Kayla dengan terbata bata. Perasaannya mulai tidak enak saat menatap senyum sinis dari wajah Gavin tersebut.
''Kenapa kau terlalu berisik menjadi seorang wanita?'' tanya Gavin yang semakin kuat mencengkram dagunya membuat Kayla langsung meringis sakit karena ulahnya itu. Raka hanya diam sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.
__ADS_1
''Sa..kit, le..paskan!'' pinta Kayla dengan terbata bata, Gavin langsung tertawa dan segera melepaskan dagunya yang sudah memerah dengan kasar.
''Apa yang sudah kalian lakukan? Apa kalian lupa jika aku adalah ibu dari anaknya Agam?'' tanya Kayla dengan lirih karena dagunya masih terasa nyeri akibat cengkraman dari Gavin tadi.