
Papa Niko pun menurut untuk tetap tinggal di kazebo bersama dengan temannya, tak berselang lama tiba tiba dari arah pantai semua orang berteriak histeris, papa Niko langsung melihat ke arah pantai namun tiba tiba ombak yang sangat besar langsung menghantamnya dan menyeretnya ke dalam lautan bersama dengan yang lain, sebelum hilang kesadaran wajah Raka dan isterinya yang sedang tertawa bahagia selalu terngiang di kepalanya, papa Niko pun ikut tersenyum kemudian dia langsung hilang kesadaran.
Beberapa hari kemudian..
Disebuah desa terpencil, Seorang kakek yang ingin pergi memancing melihat seseorang yang sedang tergeletak di pinggir laut. sang kakek mendekat dan langsung membalikkan badannya.
Sang kakek tertegun saat menatapnya. kondisinya sangat memprihatinkan kemudian kakek langsung memeriksa denyut nadinya dan ternyata nadinya masih berdenyut walaupun sangat lemah, kemudian sang kakek pun langsung berteriak meminta tolong dan semua warga yang mendengarnya langsung datang mendekat ke arah kakek.
''Ada apa kek?'' ucap seorang warga kepada kakek. kakek pun menjelaskan dan langsung mengajak mereka semua ke tempat papa Niko ditemukan. mereka semua terkejut kemudian kakek langsung meminta bantuan kepada warga agar segera mengangkat dan membawanya kerumah kakek yang berada tak jauh dari lautan.
Sesampainya di rumah kakek, warga langsung meletakkannya di atas dipan kayu. kakek mengucapkan terima kasih dan warga pun langsung pulang kerumahnya masing masing.
Nenek Ima yang baru selesai menyusun kayu dibelakang rumah langsung masuk ke dalam setelah mendengar suara warga yang tadi datang kerumahnya. sang Nenek langsung memanggil suaminya karena takut terjadi apa apa dengan suaminya.
''Suamiku...!'' teriak sang nenek dan kakek yang mendengar suara cempreng sang isteri pun langsung menghampiri dan membekap mulutnya.
''Jangan berisik..!'' ketus sang kakek dan nenek hanya merengut saja, kemudian nenek menatap kakek yang sedang menatapnya juga
''Ada apa?'' tanya nenek sambil menelisik ke seluruh anggota tubuh kakek.
''Apa terjadi sesuatu padamu?'' lanjut nenek karena sang suami tak kunjung menjawab pertanyaannya.
''Ayo ikut denganku!'' kata kakek sambil menarik tangan nenek masuk ke dalam kamar, nenek langsung memukul lengan kakek dengan tangannya.
__ADS_1
''Kamu ini yah, siang siang begini malah ngajak aku ke kamar!'' ucap nenek dengan gemas dan kakek hanya menggelengkan kepalanya saja,
''Dasar tua bangka, apa kamu---'' ucapan nenek langsung terhenti kala melihat seorang pria sedang tergeletak di atas dipan. nenek langsung menoleh ke arah kakek dan kemudian berjalan mendekat ke arah dipan.
''Siapa pria ini suamiku?'' tanya nenek sambil memperhatikan kondisinya yang sangat memprihatinkan.
''Aku tidak tahu, aku menemukannya di pinggir laut saat akan pergi memancing, kemudian aku langsung membawanya ke rumah!'' ucap sang kakek dan nenek hanya manggut manggut saja.
''Biar aku periksa keadaannya, tapi sebelum itu tolong gantikan dulu baju pria ini, aku takut dia bisa masuk angin karena memakai baju basah seperti ini!'' ucap nenek sambil berjalan ke arah lemari untuk nengambil baju.
Setelah kakek selesai menggantikan baju nenek pun masuk ke dalam kamar dan mulai memeriksa keadaannya.
''Suhu tubuhnya sangat dingin, sepertinya dia sudah terlalu lama berada di dalam air, dia juga mengalami luka dalam, kalau begitu aku akan segera menyiapkan ramuan khusus untuknya!'' ucap nenek Ima sambil melangkahkan kakinya keluar dan menuju ruangan tempat penyimpanan segala macam ramuan.
''Apa dia sudah sadar?'' tanya nenek Ima dan sang kakek hanya menggelengkan kepalanya saja.
''Baiklah, kita tunggu beberapa saat setelah dia sadar segera minumkan ramuan ini perlahan agar keadaannya bisa cepat pulih!! ucap Nenek Ima
''Aku akan pargi sebentar ke rumah tetangga untuk mengantarkan pesanan!! kamu temani dia disini saja!'' lanjut nenek Ima yang kemudian langsung pergi.
Beberapa jam kemudian papa Niko menggerakkan jemarinya, kakek yang baru selesai menunaikan ibadah sholat pun langsung segera menghampirinya dan tersenyum.
''Kamu sudah sadar nak?'' tanya kakek
__ADS_1
Perlahan lahan papa Niko membuka matanya karena mendengar suara asing. dia mengerjap beberapa saat kemudian melirik ke arah kakek.
''Kakek siapa?'' tanya papa Niko membuat kakek langsung duduk disebelahnya dan mengelus pundaknya.
''Syukurlah kamu masih bisa selamat nak, aku adalah kakek Damar, aku menemukanmu di pinggir laut, siapa namamu nak?'' tanya kakek Damar
Papa Niko hanya terdiam karena dia sama sekali tidak ingat siapa dirinya, kemudian dia menggelengkan kepalanya.
''Aku tidak ingat siapa namaku kek, aku---'' ucapan papa Niko langsung terhenti karena tiba tiba kepalanya terasa sangat sakit dan membuat kakek Damar yang berada di sampingnya langsung memegangi tangannya.
''Sudah.. sudah nak, jangan terlalu di paksakan, ayo sekarang minum ramuan ini agar tubuhmu bisa cepat pulih!'' kata kakek Damar sambil membantu meminumkan ramuan itu kepada papa Niko.
Hari berganti hari, Bulan berganti bulan Kakek Damar dan Nenek Ima selalu menjaga dan merawatnya hingga dia bisa kembali pulih, walaupun papa Niko tidak ingat siapa dirinya tapi papa Niko selalu bersyukur karena bisa dipertemukan dengan orang sebaik mereka.
Hari ini papa Niko sudah benar benar pulih, dia pun membantu kakek Damar pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, setelah itu dia juga membantu nenek Ima untuk membuat ramuan, papa Niko sangat bahagia berada diantara nenek dan kakek yang sangat baik dan sudah menganggap dirinya sebagai anak sendiri.
Siang ini setelah papa Niko baru kembali dari hutan dia melihat sebuah keluarga sedang bermain di pinggir laut, dia jadi teringat dengan mimpi yang sering di alaminya selama ini, sebuah keluarga kecil yang sangat harmonis dan sangat bahagia sedang bermain di pinggir pantai, dimana ada dirinya, lalu seorang wanita dan seorang anak kecil yang selalu memanggilnya dengan sebutan papa di dalam mimpinya itu, namun dia tidak ingat siapa mereka. dia terus memperhatikan keluarga tersebut hingga tiba tiba potongan kilasan kilasan itu memenuhi isi kepalanya, seorang wanita yang tersenyum kepadanya dan seorang anak kecil yang tertawa bahagia di dalam gendongannya, kilasan itu langsung membuat papa Niko histeris
''Hentikan, ku mohon! kepalaku sangat sakit!'' ucap papa Niko sambil memegangi kepalanya, dia sungguh tidak tahan jika terus berusaha mengingat wajah wanita dan anak kecil itu. dia pun akhirnya terjatuh dan tak sadarkan diri.
Beberapa orang warga yang kebetulan melintas di area itu pun langsung berlari menghampirinya.
''Itu bukannya anak angkatnya kakek Damar ya?'' ucap seorang warga
__ADS_1
''Mas.. mas.. bangun mas..!'' ucap seorang warga yang satunya dan dia langsung meminta bantuan kepada rekannya untuk membawanya ke rumah kakek Damar.