Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Siapa Dia Sebenarnya


__ADS_3

Nara hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, ''Ayo Nona, Mobil ada di sebelah sana!'' ucap salah seorang dari mereka, Nara dan Abi langsung mengikuti mereka untuk menuju mobil, Di sepanjang perjalanan Abi hanya diam sambil sesekali menatap Nara yang dari tadi hanya menatap ke arah jendela.


Tak berselang lama, mereka akhirnya tiba di sebuah rumah yang sangat mewah, Abi memandang ke sekelilingnya dan menatap Nara yang langsung mengajaknya untuk segera turun dari dalam mobil.


''*Siapa d*ia sebenarnya?'' tanya Abi dalam hatinya.


''Apa kau akan terus berada di dalam mobil?'' tanya Nara yang dari tadi hanya melihat Abi duduk diam tanpa beranjak turun dari dalam mobil. Abi hanya tersenyum sekilas sambil membuka pintu mobil berwarna hitam itu.

__ADS_1


''Ini rumahmu?'' tanya Abi sambil menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan. Nara hanya mengangguk sekilas sambil berjalan mendahului Abi yang hanya diam seperti patung Liberty.


''Ayo silahkan masuk, Tuan!'' pinta seorang Bodyguard yang sedang membawa koper mereka, Abi langsung tersadar dari lamunannya dan segera berjalan menyusul Nara yang sudah sampai di pintu utama.


''Selamat datang kembali, Nona muda!'' ucap para Pelayan yang ada di rumahnya itu sambil tersenyum ramah, karena sudah lama sekali Nona mudanya itu tidak pernah pulang ke rumah ini. Nara langsung tersenyum kepada mereka semua, dan meminta mereka untuk menyiapkan minuman untuk Abi.


Papa Tama yang mendengar suara sang Puteri, langsung keluar dari ruang kerjanya dan segera turun untuk segera menghampiri anak dan cucunya itu.

__ADS_1


Setelah Ayah dan anak itu puas berpelukan dan melepas rindu, Papa Tama langsung menatap Abi sambil tersenyum dan segera menyuruhnya untuk segera duduk di sofa, Papa Tama juga meraih sang cucu dari gendongan Abi, setelah itu langsung menciumi pipinya sehingga membuat bayi cantik itu langsung menangis dengan kencang karena tidurnya terganggu.


Nara yang baru sampai di depan pintu kamar Orang tuanya langsung membukanya secara perlahan, matanya langsung menatap sang Mama yang sedang terbaring di atas ranjang. dia mendekat ke arah Mamanya dan langsung duduk di sebelah sang Mama sambil mengelus lembut punggung tangannya. Mama Sovia yang merasa tangannya di sentuh oleh seseorang langsung membuka matanya dan mendapati sang puteri sudah berada di sampingnya sambil tersenyum hangat, ''Sayang, kau sudah sampai dari tadi?'' tanya Mama Sovia sambil beranjak duduk bersandar di atas ranjangnya.


''Nara baru saja sampai, Ma! Bagaimana keadaan Mama?'' tanya Nara dengan lembut kepada wanita yang sudah melahirkannya itu.


''Mama sudah baikan, sepertinya setelah mendengar kabarmu akan pulang membuat Mama langsung sembuh.'' jawab Mama Sovia sambil mengelus pipi sang Puteri. ''Oh ya, mana Arisha?'' tanya Mama Sovia yang baru teringat akan cucu gembulnya itu.

__ADS_1


''Arisha ada di bawah bersama Papa dan juga Abi,'' Jawab Nara singkat.


Arisha terus menangis di gendongan sang Opa, membuat Abi menjadi tidak tega dan terpaksa meminta kembali Arisha, Papa Tama langsung memberikannya dan seketika membuat bayi mungil itu langsung berhenti menangis ketika sudah berada di dalam gendongan Abi.


__ADS_2