Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Permintaan Orang Tua Raka


__ADS_3

Kring..


Kring..


Kring..


''Brisiiikk..!!! ucap seorang pria dengan kesal sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil jam weker yang berada di atas meja nakas samping ranjangnya, kemudian langsung mematikannya dan membuangnya begitu saja di atas ranjang, setelah itu sang pria langsung melanjutkan tidurnya kembali, dan bangun setelah matahari mulai meninggi.


Raka mengerjabkan matanya beberapa kali, setelah itu dia melirik ke arah jam dinding, dia terlonjak kaget dan matanya langsung membulat sempurna setelah melihat jam dinding menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Mati aku!'' ucapnya dengan panik sambil pergi berlari ke kamar mandi, Raka langsung mengguyur tubuhnya dengan asal dan kemudian langsung memakai baju dan bersiap siap untuk pergi ke kantor.


Raka langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia bergumam kesal sambil memukul stir mobilnya, karena bisa bisanya dia terlambat bangun padahal hari ini dia sedang ada meeting, dan semua ini berawal dari dia yang sulit memejamkan matanya karena terus terbayang bayang wajah seorang gadis yang baru di temuinya kemarin, Raka menarik nafasnya dengan kasar setelah itu ponselnya langsung berdering, Raka pun langsung mengangkatnya,


"Iya, saya lagi di jalan sebentar lagi akan sampai!'' ucapnya setelah panggilan teleponnya tersambung.


Di saat yang bersamaan seorang gadis sedang menyebrang jalan sambil mengangkat teleponnya dan lanhsung meletakkannya di telinga. gadis itu terus berjalan dan tanpa di sadarinya sebuah mobil melaju dengan kencang dari arah kanannya, gadis itu langsung menoleh dan berteriak, sementara Raka yang terkejut dan tidak sempat mengerem mobilnya dan akhirnya mobil Raka menabrak gadis tersebut.


Jantung Raka langsung berdetak dengan kencang, kemudian langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan, Raka keluar dari dalam mobil dan berjalan menghampiri gadis yang baru di tabraknya tadi.


Semua orang yang melihat kejadian tersebut langsung berlari ke arah sang gadis yang sudah terkapar bersimbah darah, Raka langsung menyuruh orang orang untuk membantunya membawa ke rumah sakit,


Sesampainya di rumah sakit, sang gadis langsung di larikan ke ruang UGD, Raka menunggunya di luar ruangan sambil terus mondar mandir, dia bingung harus melakukan apa,


Tak lama kemudian pintu ruangan terbuka, Raka langsung menghampiri seorang dokter yang baru keluar dari dalam ruangan.


''Bagaimana keadaannya, dokter?'' tanya Raka dengan cemas, sebab dia merasa takut jika sampai sang gadis meninggal, bisa bisa dia di penjara karena menyetir sambil menelfon hingga menyebabkan kecelakaan.

__ADS_1


Sang Dokter menarik nafasnya sebelum mengucapkan sesuatu.


''Keadaannya baik baik saja, dan dia hanya mengalami benturan kecil di kepalanya, sebentar lagi akan segera di pindahkan ke ruangan rawat inap,'' kata sang dokter sambil pamit untuk pergi dari ruangan tersebut.


Akhirnya Raka bisa bernafas dengan lega, dia langsung menelfon seketarisnya untuk memberitahu bahwa dia tidak bisa ikut meeting hari ini karena mengalami suatu musibah,


Setelah Raka selesai menelfon, seorang suster langsung menghampirinya dan memberitahunya agar segera mengurus administrasinya, agar pasien bisa segera di pindahkan ke ruang rawat inap. Raka pun melangkahkan kakinya untuk pergi ke bagian administrasi


Setelah Raka selesai mengurus administrasinya, Raka langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan sang gadis, Raka membuka pintu perlahan dan masuk ke dalam ruangan, sang gadis langsung menatapnya dengan bingung, Sementara Raka langsung terkejut saat melihat wajah sang gadis, ternyata gadis yang di tabraknya adalah gadis yang tadi malam di tolongnya, Raka berjalan mendekat ke arah ranjang.


''Maaf..!'' ucap Raka sambil terus menatap mata sang gadis,


''Aku tidak sengaja menabrakmu!'' lanjut Raka lagi.


Sang gadis hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa mengatakan sesuatu.


''Kau, gadis yang tadi malam kan?'' tanya Raka dengan penasaran, karena dari tadi dia memperhatikan sang gadis seperti orang yang tidak mengenalinya sama sekali.


''Apa mungkin yang di temui pria ini tadi malam si Raizel yah?? tanya sang gadis dalam hatinya.


''Hei, kenapa malah melamun?'' tanya Raka sambil menggoyang goyangkan jarinya di depan wajah sang gadis.


''Oh, iya aku baru mengingatnya, kalau kita emang pernah bertemu sebelumnya!'' ucap sang gadis sambil meringis, dia terpaksa berbohong kepada pria tersebut.


''Kalau begitu, siapa nama mu?'' tanya Raka sambil terus memandang wajah sang gadis yang tadi malam berhasil membuatnya susah tidur, karena terus terbayang bayang dengan wajahnya.


''Aku Raiza..!'' jawab sang gadis dengan kikuk, dan Raka hanya mengangguk nganggukkan kepalanya saja,

__ADS_1


''Kalau begitu, apa ada nomor keluargamu yang bisa di hubungi? agar mereka bisa menenanimu di sini!'' tanya Raka membuat sang gadis langsung menggeleng dengan cepat.


''Tidak.. tidak perlu menghubungi mereka, karena aku takut akan membuat mereka khawatir, apalagi mama aku punya riwayat sakit jantung! aku tidak mau membuatnya panik berlebihan karena keadaanku saat ini!'' kata Raiza dengan wajah sedihnya.


''Baiklah kalau begitu, aku akan menyuruh seseorang untuk menemanimu di sini, karena aku akan pergi bekerja, nanti setelah pulang bekerja aku akan kembali ke sini untuk melihatmu lagi!'' kata Raka dan kemudian langsung pamit untuk pergi setelah dia memastikan bahwa Raiza tidak apa apa.


Raiza hanya mengangguk sambil terus menatap punggung Raka yang terus berjalan keluar dari ruangan ini, Tak lama berselang Raiza langsung menghubungi Raizel untuk memberitahunya bahwa dia tidak akan pulang ke rumah dalam beberapa hari, karena akan menemani temannya yang di tinggal orang tuanya ke luar kota.


''Maaf kan aku Zel, aku terpaksa berbohong sama kamu!'' ucap Raiza dengan lirih sambil memeluk ponselnya dengan sedih.


Beberapa hari berada di rumah sakit, Raiza selalu di temani oleh orang suruhan Raka, dan setelah pulang bekerja Raka selalu menepati janjinya untuk datang menjenguk Raiza,


Hari ini Raka izin tidak masuk kantor karena ingin mengantar Raiza pulang ke rumah, namun sebelum dia berangkat ke rumah sakit untuk menjemput Raiza, orang tua Raka datang ke apartemennya,


''Mama, papa!'' ucap Raka dengan bingung karena melihat orang tuanya berada di depan pintu apartemennya.


''Ayo masuk!'' ajak Raka kepada kedua orang tuanya. Mama dan papa Raka pun langsung masuk ke dalam apartemen sang putera, kemudian langsung duduk di atas sofa.


Raka memandang ke dua orang tuanya sambil bertanya dalam hati, gerangan apa yang nembawa mereka kemari pagi pagi seperti ini. saat Raka sibuk dengan fikirannya tiba tiba sang papa langsung berdehem.


''Raka..!'' panggil sang papa membuat Raka langsung menatap ke arah sang papa.


''Begini nak, papa dan mama berencana akan menetap di luar negeri, tapi kami khawatir sama kamu, nak!'' ucap sang papa yang kemudian langsung melirik sang isteri, dan memintanya agar menyampaikan keinginan mereka. Mama Diana menarik nafasnya sebelum mulai berbicara.


''Begini nak, kami tidak tenang jika harus meninggalkanmu sendiri di sini. jadi kami ingin agar kamu bisa segera menikah, agar ada yang menemani dan mengurusmu di sini nak!'' ucapan mama Diana barusan membuat Raka langsung membolakan matanya dengan sempurna,


🌺🌺🌺

__ADS_1


Raka Lawrenz



__ADS_2