Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Tangisan Arisha


__ADS_3

"Agam..!'' teriak Abi dengan marah karena melihat Arisha hampir terjatuh dari gendongan Mommy nya, dan dia juga sangat marah karena Agam menarik paksa tangan Nara dan menyeretnya untuk keluar dari restoran, Abi langsung berlari untuk mengejar mereka, namun Gavin lebih dulu menarik lengannya, ''Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka!'' pinta Gavin sambil menatap teman baiknya itu.


''Apa katamu? Kau tidak lihat bagaimana Agam menarik tangan Nara dengan paksa dan hampir membuat Arisha terjatuh?'' tanya balik Abi sambil melepaskan tangan Gavin yang terus memegangi lengannya.


''Tapi mereka butuh waktu untuk berbicara berdua, ayolah Abi!'' jawab Gavin dengan memohon, Abi langsung berdecak sebar dan kembali duduk di kursi yang ada di sebelahnya, Gavin langsung menepuk pelan bahunya.


''Kalau sampai terjadi apa apa pada mereka berdua, aku tidak segan segan akan membunuh sepupumu yang breng-sek itu.'' ujar Abi sambil mendengus kesal.

__ADS_1


''Apa benar Arisha itu puterimu dengan Nara?'' tanya Gavin dengan hati hati, Abi hanya menoleh sekilas ke arahnya tanpa berniat menjawab pertanyaannya.


''Ayolah Abi, jelaskan padaku apa yang sudah terjadi antara kau dan juga Nara selama ini?'' tanya Gavin lagi dengan wajah penasaran.


''Tidak ada yang harus ku jelaskan padamu, karena kau tidak tau bagaimana sulitnya Nara menjalani kehidupannya selama ini, akibat ulah dari sepupumu itu!'' jawab Abi sambil menatap malas ke arahnya,


''Agam, lepaskan aku sekarang, kau membuat puteriku takut!'' teriak Nara dengan kesal karena Agam terus menariknya keluar dari dalam restoran, Agam langsung menghentikan langkahnya dan segera melepaskan tangannya saat mendengar suara bayi cantik yang menangis dengan histeris itu,

__ADS_1


''Katakan padaku bahwa yang kau ucapkan barusan itu tidaklah benar!'' ujar Agam membuat Nara langsung menoleh ke arahnya, ''Kau tidak lihat, puteriku sedang menangis karena ulahmu, dan kau masih mempertanyakan hal itu padaku?''


''Iya, karena aku harus tahu apa yang sudah terjadi padamu selama ini, karena kau masih isteri sahku,'' jawab Agam tidak mau mengalah, dia tidak menghiraukan tangisan dari bayi cantik itu yang terus memberontak dari gendongan Mommy nya.


''Dasar tidak waras!'' dengus Nara sambil menggelengkan kepalanya karena tidak habis fikir dengan jawaban Agam barusan.


Nara menjauh beberapa langkah dari Agam untuk menenangkan bayinya yang terus terusan menangis, karena tidak biasanya bayi cantiknya itu terus menangis histeris seperti ini, biasanya jika di beri ASI maka bayinya akan langsung berhenti menangis, namun malam ini bayinya sama sekali tidak mau di beri ASI,

__ADS_1


Agam yang melihat Nara kewalahan langsung berjalan perlahan menghampirinya, ''Berikan dia padaku!'' Agam langsung meraih bayi cantik itu ke dalam gendongannya,


''Cup.. Cup..cup.. Tenang ya sayang, jangan menangis lagi!'' ujar Agam sambil menatap mata bayi itu yang terlihat memerah, dan dalam hitungan detik, bayi itu langsung menghentikan tangisnya dan menatap mata Agam dengan senggugukan, Agam langsung tersenyum saat melihat bayi itu mau mendengarkan ucapannya barusan. ''Anak pintar!'' Agam langsung mencium keningnya dan tersenyum lagi sambil menatap mata bulatnya. Bayi tersebut langsung mengoceh sambil memasukkan ibu jarinya ke dalam mulut, sementara Nara yang melihat Arisha sudah tenang di dalam gendongan Agam, langsung meraihnya kembali, ''Berikan puteriku sekarang!'' namun Arisha langsung menangis lagi saat Nara meraihnya kembali,


__ADS_2