Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Insiden Pohon Mangga


__ADS_3

Abi yang mendengar permintaan Nara ingin memakan mangga muda yang langsung di petik dari pohonnya, langsung menghubungi anak buahnya untuk segera mencari pohon mangga yang sedang berbuah, namun hampir satu jam lamanya, anak buahnya belum juga memberi kabar kepadanya, Abi yang melihat Nara sedang duduk di ayunan depan rumah langsung menghampirinya sambil membawakan segelas susu untuknya.


''Ayo minum susu ini, agar bayimu cepat besar!'' kata Abi sambil mendudukkan bokongnya di sebelah Nara yang sedang asyik membaca sebuah majalah. Nara langsung mengerutkan keningnya sambil menutup majalah yang baru di bacanya itu. ''Bukannya tadi pagi aku sudah minum susu yah?'' tanya balik Nara yang merasa mual saat melihat susu ibu hamil tersebut.


''Kau harus minum susu ini tiga kali dalam sehari!'' ujar Abi sambil menyodorkan gelas susu tersebut ke arahnya.


''Apa kau bercanda? Aku tidak mau meminumnya, susu itu sungguh sangat membuatku mual, Bi.'' ujar Nara sambil menatap Abi dengan mata puppy eyes nya, berharap semoga Abi tidak akan menyuruhnya untuk minum susu ibu hamil itu lagi.


''Kau harus meminumnya, aku ingin melihat bayimu cepat besar di dalam perutmu itu!'' ungkap Abi sambil tertawa kecil saat melihat wajah kesal Nara.


''Apa perlu aku meminumkannya untukmu?'' tanya Abi sambil menaik turunkan alisnya membuat Nara langsung melotot dan segera mengambil gelas yang ada di tangannya, ''Tidak perlu!''


Akhirnya setelah penuh drama, Nara bisa juga menghabiskan susu tersebut walaupun dengan susah payah, dia langsung menutup rapat mulutnya dengan kedua tangannya agar tidak memuntahkan susu yang baru saja mendarat sempurna di dalam perutnya itu. Abi hanya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat tingkah Nara tersebut,


Tak lama kemudian ponsel Abi berdering, Abi langsung segera menjawabnya, ternyata yang menelfonnya adalah anak buahnya yang mengatakan bahwa mereka baru saja menemukan pohon mangga yang sedang berbuah, Abi langsung menutupnya dan segera mengajak Nara untuk pergi mengambil mangga muda seperti yang di inginkannya itu. Mereka langsung mengendarai mobil menuju tempat tersebut. Dimana anak buah Abi sudah menunggu di depan pintu masuk.


Mereka langsung turun saat sudah sampai, dan memberikan kunci mobil tersebut kepada salah seorang anak buahnya untuk segera memarkirkan mobilnya, Nara langsung mengerutkan keningnya saat membaca tulisan yang ada di atas pintu masuk tersebut.

__ADS_1


''Fruit Tree Garden'' ucapnya dengan lirih sambil melihat ke arah Abi yang sedang menganggukkan kepala ke arahnya.


''Ayo masuk!'' ajak Abi yang membuat Nara langsung mengikutinya dari belakang, mereka berjalan dengan di pandu oleh seorang karyawan pria yang bertugas di Fruit Tree Garden tersebut. Matanya langsung menatap gemas ke arah buah buahan yang sedang menggantung indah di pohonnya masing masing. Ada yang berwarna merah, kuning hijau dan beraneka macam warna dan juga jenisnya. Abi terus berbicara dengan sang karyawan yang sedang memandu mereka untuk menuju kebun mangga yang terletak paling ujung. Sementara Nara sibuk melihat lihat buah buahan tersebut yang terlihat sangat menggiurkan baginya.y6


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di kebun mangga tersebut. mata Nara langsung berbinar saat melihat mangga mangga tersebut menggantung indah di atas sana. karyawan pria tersebut langsung bersiap untuk mengambilkan mangga mangga tersebut, namun Nara langsung menghentikannya.


''Biar aku saja yang mengambilnya!'' ucap Nara membuat Abi dan seorang karyawan pria tersebut langsung melongok ke arahnya.


''Apa kau sedang bercanda?'' tanya Abi sambil menatap ibu hamil yang ada di depannya tersebut. Nara langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


''Aku serius, bukankah aku bilang ingin memakan mangga muda itu langsung dari pohonnya?'' tanya balik Nara sambil tersenyum. Abi dan karyawan pria tersebut saling pandang. Abi langsung menggaruk dahinya yang tidak gatal, '' Please, jangan yang aneh aneh bisa tidak?'' mohon Abi tanpa menoleh ke arahnya.


''Please, Abi!'' mohon Nara lagi dengan wajah memelasnya.


''Baiklah, apa kau bisa mengambilkan tangga untuknya? Tidak mungkin dia memanjat pohon itu seperti seekor kera kan?'' tanya Abi pada karyawan tersebut. Karyawan tersebut langsung mengangguk mengerti dan segera berlari untuk mengambilkan sebuah tangga lipat yang ada di gudang. Nara langsung bersorak senang saat melihat karyawan itu kembali sambil membawa sebuah tangga. Dia membuka tangga tersebut dan setelah itu langsung mempersilahkan ibu hamil tersebut untuk segera naik.


''Kau yakin bisa menaiki tangga ini!'' tanya Abi yang merasa khawatir, karena jika sampai terjadi sesuatu dengan nya maka sudah bisa di pastikan mertuanya yang bar bar itu pasti akan langsung menggantungnya di pohon mangga yang ada di depan rumahnya seperti yang di katakannya kemarin saat di Rumah Sakit.

__ADS_1


''Kau tidak perlu khawatir, gini gini aku pernah juara panjat pinang, asal kau tau itu!'' ucap Nara dengan bangga. Abi hanya melongok melihatnya. Setelah itu Nara langsung bersiap siap untuk segera naik ke atas tangga tersebut.


Dia menaiki tangga tersebut secara perlahan, sementara Abi yang menunggunya di bawah terus berdoa agar ibu hamil tersebut bisa selamat sampai di atas.


Nara langsung memetik mangga yang ada di hadapannya setelah sampai di atas, dia langsung menepuk keningnya saat mengingat bahwa dirinya lupa untuk membawa pisau. ''Masa harus pakai gigi sih ngupasin kulit mangga ini!'' ujarnya dengan lirih sambil mendekatkan mangga muda tersebut di depan wajahnya,


''Kau pasti mencari ini kan?'' tanya Abi yang membuat nya terkejut dan hampir saja terjengkang ke belakang saat tiba tiba wajah Abi sudah berada di dekatnya.


''Astaga, kau membuatku terkejut, bagaimana jika aku jatuh?'' sungut Nara dengan kesal. sementara Abi hanya tertawa melihatnya, mereka duduk di atas ranting pohon yang cukup kuat, setelah itu Abi langsung mengupaskan kulit mangga tersebut, Nara langsung menelan salivanya saat membayangkan betapa nikmatnya memakan mangga tersebut. setelah selesai Abi langsung menyodorkan mangga yang sudah bersih itu kepada Nara, giginya langsung terasa ngilu saat melihat ibu hamil tersebut memakan mangga muda tersebut di hadapannya.


Abi langsung mengusap dahinya yang sudah banjir keringat, sesungguhnya dia sangat takut akan ketinggian. Namun demi ibu hamil yang lupa membawa pisau itu, dia langsung memberanikan diri untuk naik ke atas sambil terus berdoa agar dirinya bisa selamat sampai ke atas.


''Kau kenapa?'' tanya Nara yang melihat wajah Abi begitu pucat,


Abi langsung menggelengkan kepalanya sambil memegang erat batang pohon yang ada di sebelahnya, Nara yang melihat tingkahnya seperti itu langsung tertawa. ''Apa kau takut ketinggian?'' tanya Nara sambil mencolek bahu Abi dengan gemas, sementara Abi langsung bertambah pucat saat melihat ke bawah.


''Sepertinya sedang terjadi gempa!'' lirih Abi sambil terus memegang erat batang pohon tersebut, Nara langsung nengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Abi barusan. ''Jangan bilang kau merasa pusing?'' tuduh Nara dengan raut panik.

__ADS_1


''Tolong ambilkan sesuatu untuk segera menampungnya!'' teriak Nara kepada anak buah Abi yang masih setia menunggu mereka di bawah, mereka bersama dengan karyawan tersebut langsung berlari untuk mengambil sebuah matras, nafas mereka langsung ngos ngosan saat kembali ke pohon mangga tersebut, tepat saat mereka sampai Abi langsung jatuh dari atas pohon, Nara langsung berteriak histeris melihat Abi terjun bebas dari atas pohon mangga tersebut. ''Hah, syukurlah kalian datang tepat waktu!'' ucap Nara yang merasa lega. Akhirnya Nara ikut turun perlahan dari atas pohon mangga tersebut dan segera menghampiri Abi yang tergeletak tak berdaya di atas matras.


__ADS_2