Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Penghuni Kamar


__ADS_3

Malam ini seperti yang sudah di katakan Agam, akhirnya mereka kembali ke rumah Agam, Setelah Agam membuka pintu utama Nara pun langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar membuat Agam yang baru selesai menutup pintu pun langsung mengejar dan menghalangi jalannya dari depan.


''Heii tunggu, kamu mau kemana?'' tanya Agam sambil merentangkan kedua tangannya di depan Nara.


Nara mengerutkan keningnya dan kemudian langsung menatap Agam dengan malas.


''Mau makan!'' jawab Nara dengan ketus


"Makan kok ke kamar, kayak mau tidur aja!'' ucap Agam yang langsung membuat Nara menatapnya dengan tajam.


"Agaaaam, udah tau mau tidur pake tanya lagi!'' ucap Nara nyolot sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.


Agam hanya tertawa melihatnya dan kemudian langsung menarik tangannya untuk menuju kamar Agam.


"Jangan di tarik tarik Gam, emang mau bawa aku kemana sih?'' tanya Nara, namun Agam tidak menjawabnya dan malah mempercepat langkah kakinya. Akhirnya mereka sampai di depan pintu kamar Agam, kemudian Agam langsung membukanya dan membawa Nara masuk ke dalam kamar.


"Mulai dari sekarang kamu tidur di kamar ini sama aku!'' ucap Agam sambil melepaskan tangan Nara.


Nara hanya melongok mendengar ucapan Agam barusan.


"Satu ranjang?'' tanya Nara sambil menggerak gerakkan jari tangannya di depan wajah Agam.


Agam hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum penuh misteri.


"No..! Aku gak mau tidur satu ranjang sama kamu, dosa tauk! bukan muhrim!'' ucap Nara sambil melototkan kedua matanya.


Agam langsung menyentil kening Nara membuat Nara langsung mengadu kesakitan.


"Kita itu sudah SAH, catat di kening kamu, biar kamu tidak lupa!'' ucap Agam membuat Nara langsung menepuk jidatnya dan langsung nyengir ke arah Agam.


"Oh iya, aku lupa kalau kita sudah SAH!'' kata Nara, namun kemudian dia langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Eh tapi tetap aja kita tidak boleh tidur satu ranjang, jangan cari kesempatan dalam kesempitan kamu yah!'' ucap Nara sambil menunjuk wajah Agam.

__ADS_1


Agam langsung menggenggam jari telunjuk Nara yang ada di depan wajahnya.


"Sama suami harus sopan!'' ucap Agam sambil menurunkan jari telunjuk Nara yang tadi di genggamnya dan langsung tersenyum licik.


Nara hanya meringis sambil melirik ke sana kemari, dia sedang berfikir bagaimana caranya agar bisa kabur dari kamar Agam.


"Jangan coba coba cari cara buat kabur dari sini!'' ucap Agam yang langsung membuat Nara berjingkat kaget karena wajah Agam yang berada di dekat wajahnya. Nara langsung medorong wajah Agam dengan kedua tangannya.


"Busyettt.. ini orang tau aja kalau aku lagi cari cara buat kabur!! jangan jangan dia anak dukun lagi bukannya anak papa Bara! ucap Nara dalam hati


''Jangan banyak melamun, kamar aku itu ada penghuninya, takutnya dia malah menampakkan wujudnya di depan kamu!'' ucap Agam menakut nakuti Nara.


"Kamu fikir aku takut apa sama yang begituan, gitu doang mah kecil, sini suruh dia buat tunjukkin wujudnya sekarang, aku tidak takut!'' kata Nara sambil menggulung lengan kemejanya, Agam hanya mengangkat kedua bahunya acuh, kemudian langsung pergi keluar kamar.


"Aku mau mengerjakan beberapa dokumen dulu di ruang kerja, kamu bisa langsung istirahat di sini!'' kata Agam sambil melangkah pergi keluar kamar.


Nara langsung menghembuskan nafas lega setelah Agam keluar dari kamar, kemudian langsung duduk di depan cermin untuk membersihkan wajahnya, Namun tanpa di sangka jendela kaca yang menuju balkon kamar langsung di ketuk ketuk dari luar membuat Nara yang sedang fokus ke cermin langsung menoleh ke arah jendela kaca


Nara berlari dengan sangat terburu buru, dan ketika dia akan berbelok ke ruang kerja Agam, dia tidak sengaja menabrak seseorang yang ada di depannya.


Nara hampir terjungkal ke belakang tapi kemudian pinggangnya langsung di tarik oleh Agam.


"Jangan lari lari di dalam rumah!' kata Agam mengingatkan.


Nara langsung mengatur napasnya kemudian dia melepaskan tangan Agam yang ada di pinggangnya.


"Jangan modus!'' ucap Nara sambil menatap Agam


"Kamu itu, Bukannya bilang terima kasih karena sudah ditolongin, malah ngatain suami sendiri modus!'' ucap Agam sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.


Nara hanya memanyunkan bibirnya membuat Agam gemas dan ingin langsung menciumnya, namun apalah daya Agam hanya bisa melihatnya saja untuk saat ini.


"Terus kamu ngapain lari lari begitu?'' tanya Agam

__ADS_1


"Itu Gam, tadi di kamar kamu ada hantunya!'' jawab Nara sambil menunjuk arah kamar Agam.


"Kan tadi aku sudah bilang kalau di kamar aku itu emang ada penghuninya, kamu sih pake acara nantangin dia segala, baru juga di gituin uda ngibrit aja kamu!'' ucap Agam sambil tersenyum jahil padahal tadi niatnya bicara seperti itu hanya untuk menakut nakuti Nara tapi ternyata yang di ucapannya itu malah jadi kenyataan.


Nara hanya merotasikan bola matanya ke atas, namun kemudian dia langsung menatap Agam dan tersenyum sangat manis,


Ehemm.. Nara berdehem sebelum mengatakan sesuatu


''Agaaam, temani aku ke kamar yuk? soalnya aku belum pake lotion dan skincare Gam!'' ucap Nara dengan wajah yang di buat seimut mungkin, kali aja Agam mau nuruti keinginannya.


''Cuma nemeni doang?'' tanya Agam sambil mengangkat sebelah alisnya, Nara langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


''Malass, gak seru cuma nemani doang!'' kata Agam sambil membalikkan badan untuk kembali ke ruang kerjanya lagi, Namun tiba tiba Nara langsung berada di depannya dan menghalangi jalannya.


''Yasudah kalau tidak mau temani, aku bisa tidur di kamar aku sendiri!'' ucap Nara sambil membalikkan badan dan menyibakkan rambutnya yang langsung mengenai wajah Agam. Sementara Agam hanya tersenyum miring saat melihat kepergian Nara.


''Kita lihat aja nanti!'' kata Agam dengan lirih sambil pergi menuju ruang kerjanya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.


Nara berjalan ke arah kamarnya yang ada di belakang sambil bersenandung ria, setelah sampai di depan pintu kamarnya, dia langsung menarik handle pintu, namun tiba tiba..


''Kok di kunci?'' tanya nya pada dirinya sendiri sambil menggerak gerakkan handle pintu kamarnya. kemudian dia langsung menggeram marah dan berteriak sangat kencang


''Agaaammm...!'' panggil Nara dengan napas ngos ngosan menahan amarah.


Sementara Agam yang mendengar suara teriakan Nara dari dalam ruang kerjanya hanya tertawa terpingkal pingkal sambil membayangkan wajah Nara yang lagi kesal.


''Ayo kita lihat, pasti sebentar lagi dia akan datang kemari!'' ucap Agam pada dirinya sendiri sambil melihat kunci yang ada di tangannya.


''Satu...!'' ucap Agam yang mulai menghitung


''Dua..!''


''Ti... ucapan Agam langsung terhenti ketika melihat pintu ruang kerjanya dibuka kasar oleh sang isteri, Agam hanya menunduk dan pura pura melihat laptopnya padahal di dalam hatinya Agam sudah mati matian menahan tawa nya agar tidak meledak saat melihat wajah Nara

__ADS_1


__ADS_2