Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Nara Hamil


__ADS_3

Selesai menikmati sate yang ada di pinggir jalan, Abi langsung mengajak Nara untuk pergi ke sebuah taman, mereka duduk berdua di kursi taman sambil melihat anak anak kecil yang sedang bermain dan berlarian ke sana dan kemari bersama teman temannya, Abi hanya tertawa melihat segala macam tingkah laku anak anak tersebut, Nara dan Abi menghabiskan waktu sore mereka di taman tersebut, setelah puas mereka langsung kembali lagi ke mobil untuk segera pulang, ketika Nara berjalan tiba tiba pandangannya menjadi buram, dia mengedipkan mata beberapa kali, namun kepalanya semakin terasa berputar putar, akhirnya dia langsung pingsan dan beruntung Abi yang disampingnya langsung menangkap tubuhnya,


Abi yang merasa panik langsung membawa Nara ke rumah sakit, dia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar segera sampai di rumah sakit, sesampainya di rumah sakit Abi langsung membopong tubuh Nara dan segera berlari sambil berteriak memanggil dokter,


Suster yang melihatnya langsung menyuruhnya untuk segera masuk dan membawa pasien ke sebuah ruangan untuk segera di periksa,


''Bapak silahkan tunggu sebentar di luar ya Pak!'' ucap seorang suster


Abi langsung menurutinya, dia berjalan mondar mandir di depan ruangan Nara,


Tak lama kemudian seorang Dokter wanita keluar dari dalam ruangan, Abi yang melihatnya langsung segera menghampirinya,


''Bagaimana keadaannya, Dokter?'' tanya Abi dengan raut wajah panik,


''Apa Bapak suaminya?'' tanya balik Dokter tersebut membuat Abi langsung menaikkan sebelah alisnya dan menggaruk dahinya yang tidak gatal, kemudian dia langsung menganggukkan kepalanya dengan ragu ragu,


''Mari ikut saya ke dalam, ada yang ingin saya sampaikan!'' ucap Dokter tersebut sambil mengajak Abi untuk segera masuk ke dalam ruangan, matanya langsung menatap Nara yang ada di atas ranjang yang baru saja sadar,


''Silahkan duduk, Pak!'' pinta sang Dokter dan Abi yang sedang menatap Nara langsung mengalihkan pandangannya dan segera menarik kursi untuk segera duduk.


''Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat terlebih dahulu kepada Bapak dan Ibu,'' kata Dokter tersebut sambil menatap Abi dan Nara secara bergantian.


''Selamat untuk apa, Dok?'' tanya Abi dengan heran, karena dia merasa tidak sedang berulang tahun lalu kenapa tiba tiba Dokter tersebut mengucapkan selamat untuknya. ''Aneh!!'' fikirnya.


''Selamat ya Pak, karena Isteri Bapak sedang hamil, dan usia kandungannya sudah memasuki usia 7 minggu!'' ucap sang Dokter tersenyum ramah sambil mengulurkan tangannya, Nara hanya menautkan kedua alisnya, sementara Abi hanya terdiam sambil terus menatap uluran tangan sang Dokter,


''Sekali lagi selamat ya, Pak!'' ujar Dokter wanita itu lagi karena melihat pria yang ada di hadapannya hanya diam seperti orang linglung


''Bagaimana caranya dia bisa hamil?'' tanya Abi dengan wajah cengoknya membuat sang Dokter gantian melongok ke arahnya,

__ADS_1


''Apa mungkin karena terlalu banyak menyantap aneka macam sate bisa membuat seorang wanita langsung hamil!'' ucap Abi dalam hatinya


''Ya bisa lah Pak, kan ada Bapak!'' ucap sang Dokter sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,


''Kalau begitu ini obat dan vitaminnya, Pak! Di minum tiga kali sehari ya Pak!'' ujar sang Dokter dengan tersenyum kikuk.


Nara langsung meraba perutnya dengan wajah yang sulit di artikan, ''Apa benar di sini ada bayinya Agam,'' ucap Nara dalam hati nya


Nara langsung turun dari ranjang dan berjalan terburu buru keluar dari ruangannya, Abi yang melihatnya langsung memanggil namanya dan segera mengucapkan terima kasih kepada sang Dokter yang terlihat bingung dengan pasangan suami isteri tersebut, dia langsung berlari keluar ruangan namun sang Dokter langsung menghentikan langkahnya.


''Tunggu Pak, Ini obat dan vitaminnya ketinggalan, Pak!'' teriak sang Dokter,


''Haisshh.. Kenapa pakai acara ketinggalan segala sih!'' gerutu Abi sambil masuk kembali ke dalam ruangan, ''Terima kasih, Dokter!''


Abi terus berlari menyusul Nara yang ternyata sudah duduk cantik di dalam mobilnya sambil memegangi perutnya, dia langsung masuk dan segera menutup pintu mobilnya secara perlahan, dia menoleh ke arah Nara yang hanya diam dengan pandangan lurus ke depan,


Nara menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya secara perlahan, begitu terus hingga beberapa kali tanpa berniat menjawab pertanyaan dari Abi, Sementara Abi hanya diam sambil memperhatikan apa yang sedang dilakukannya.


''Kenapa kau bisa hamil?'' tanya Abi yang tak kunjung mendapat jawaban darinya.


''Karena aku punya suami!'' jawab Nara singkat tanpa menoleh ke arahnya.


''What? Kau sudah menikah?'' tanya Abi yang terkejut mendengar pengakuan nya barusan. Nara hanya menganggukkan kepalanya saja.


''Berarti kau sedang mengandung anak dari suamimu?'' tanya Abi dengan begoknya, membuat Nara langsung melotot ke arahnya


''Maksudmu apa? Tentu saja ini anak suamiku!'' ucap Nara dengan suara meninggi sambil terus melotot ke arahnya.


''Maksudku bukan seperti itu!'' jawab Abi gelagapan saat menatap wajah Nara yang terlihat garang seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya.

__ADS_1


''Aku tahu itu pasti anakmu dan suamimu, bukannya anakmu denganku..--'' ucapan Abi langsung dipotong oleh Nara, ''Kau..!''


''Astaga, kenapa mulutku bisa blong seperti ini sih!'' Gerutu Abi sambil menutup mulutnya karena sudah salah bicara.


''Aku kabur dari rumah!'' ujar Nara sambil menatap lurus ke depan lagi, Abi yang semula menutup mulutnya dengan telapak tangannya sontak langsung menurunkan tangannya perlahan dan kembali menatap Nara lagi.


''Kenapa kau bisa kabur dari rumah? Apa karena suamimu berhasil membuatmu hamil?'' tanya Abi yang langsung menepuk kuat mulutnya yang lagi lagi asal bicara.


''Astaga, kenapa mulutku bisa lemas seperti ini sih!'' omelnya dalam hati karena lagi lagi dirinya salah bertanya.


''Sekali lagi kau salah bertanya, maka aku akan menggantungmu di depan Rumah Sakit itu,'' ancam Nara dengan suara datarnya sambil menunjuk atap Rumah Sakit dengan dagunya.


''Maafkan aku, Tuan Puteri!'' ucap Abi sambil memgatupkan kedua tangannya di depan dada dengan wajah memelasnya. Nara hanya melengos melihatnya padahal di dalam hatinya dia sudah mati matian menahan tawanya agar tidak meledak karena melihat wajah Abi yang begitu menggemaskan menurutnya.


''Ayo kita pulang sekarang, karena kata Dokter kau harus banyak istirahat.'' ucap Abi sambil menyalakan mesin mobilnya.


Di dalam perjalanan pulang, Abi terus berbicara tak henti hentinya, dia begitu antusias dengan kehamilan Nara,


''Apa kau menginginkan sesuatu?'' tanya Abi untuk yang kesekian kalinya, sementara Nara hanya tersenyum menanggapinya sambil menggelengkan kepalanya,


''Baiklah kalau begitu, kau harus memberitahuku jika kau sedang menginginkan sesuatu, apa kau mengerti?'' tanya Abi sambil menoleh sebentar ke arah Nara yang hanya tersenyum dari tadi karena melihat Abi sudah seperti seorang Emak Emak yang sedang menasehati anaknya.


''Aku mengerti, Tuan Abidzar Rafandra!'' jawab Nara sambil tersenyum manis ke arahnya.


''Anak pintar!'' ujar Abi yang langsung mengulurkan tangannya untuk mengacak ngacak pucuk kepala Nara, membuat Nara langsung berteriak dan kemudian langsung memberengut kesal karena ulahnya itu.



Jangan lupa mampir kuy😇

__ADS_1


__ADS_2