
''Apa kau baik baik saja?'' tanya Mama Sovia sambil duduk di atas ranjang di sebelah puterinya.
''Nara baik baik saja, Ma!'' jawab nya dengan tersenyum.
''Bagaimana dengan Agam? Apa dia belum tahu tentang Arisha?'' Nara hanya menggelengkan kepalanya sekilas, ''Sampai kapan kau akan menyembunyikan Arisha dari Ayah kandungnya? Apa kau mau jika Arisha mengira bahwa Abi adalah Ayahnya? Jangan memberi harapan palsu kepada orang yang sudah sangat baik kepadamu, sayang!'' ungkap Mama Sovia lagi sambil meremas pelan tangannya.
''Mama tahu jika Abi itu sangat menyayangimu dan juga Arisha, jika kau juga menyayanginya, kau boleh bersamanya tapi kau harus bercerai dahulu dari Agam. Mama selalu mendukung apapun keputusanmu, sayang!'' ujar Mama Sovia lagi, Nara hanya diam sambil menatap Mamanya,
''Fikirkan baik baik apa yang sudah Mama katakan kepadamu,'' ucap Mama Sovia sambil melangkah keluar dari dalam kamar sang puteri. Membuat Nara langsung menarik nafasnya dengan kasar,
🌺🌺🌺
Abi berjalan menghampiri Nara yang sedang bermain dengan Arisha di taman belakang, dia tersenyum saat melihat tawa dari dua orang wanita yang membuat hatinya selalu merasa nyaman, ''Hai sayang!'' sapanya kepada Arisha dan langsung mengulurkan tangannya untuk membelai kepala bayi mungil itu,
__ADS_1
''Pa..pa..pa..pa..pa..'' ucap Arisha sambil menatap ke arahnya, membuat Abi langsung tersenyum senang saat mendengar celotehannya barusan, ini adalah pertama kalinya bayi mungil itu menyebutkan kata Papa untuk dirinya.
''Kau bilang apa, sayang?'' Tanya Abi sekali lagi.
''Pa..Pa..Pa.'' ulang Arisha lagi sambil mengulurkan tangannya ke arah Abi, Abi langsung meraihnya ke dalam gendongan dan segera menciumi pipinya dengan gemas. ''Mulai sekarang panggil aku Papa Bi ya, sayang!'' perintah Abi kepada bayi mungil itu.
Nara hanya tersenyum melihat mereka berdua, ''Bagaimana meetingmu dengan Klien?'' tanya Nara sambil meletakkan mainan Arisha di atas kursi ayunan.
''Baiklah, jam berapa acaranya? Apa tidak merepotkan membawa Arisha?'' tanya Nara
''Jam tujuh, jangan berbicara seperti itu, bayi cantik ini tidak pernah merepotkanku sama sekali, iya kan sayang?'' tanyanya pada Arisha, namun bayi cantik itu hanya tertawa menanggapinya sambil memasukkan jarinya ke dalam mulut.
Malam harinya, seperti yang sudah di katakan Abi bahwa dirinya ingin mengajak Nara dan juga Arisha untuk menemaninya makan malam bersama dengan Klien nya. Setelah mereka bersiap, Abi langsung membawa mereka menuju tempat yang sudah di janjikan oleh Kliennya. Ternyata mereka sampai lebih dulu dari pada Kliennya.
__ADS_1
''Aku ke toilet sebentar ya!'' pamit Nara sambil menyerahkan Arisha kepadanya,
Tak berselang lama, seorang pria tampan datang menghampirinya dengan tergesa gesa, ''Maaf aku terlambat!'' ucap Agam merasa tidak enak,
''Wah, siapa bayi cantik ini?'' tanya Agam sambil menoel pipi bayi yang berada di gendongan Abi.
''Ini adalah bayiku!'' jawab Abi singkat sambil tertawa ke arah Agam.
''Kau sudah menikah?'' tanya Agam sambil menaikkan sebelah alisnya, dia fikir Abi adalah pria single, tapi ternyata dia sudah menikah dan memiliki seorang bayi yang sangat cantik dan juga menggemaskan,
''Oh iya, kemana Gavin?'' tanya Abi sambil melihat ke sekelilingnya,
''Dia izin ke toilet sebentar.'' jawab Agam sambil merogoh saku jaz nya untuk meraih ponselnya yang sedang berdering.
__ADS_1