Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Bercocok Tanam


__ADS_3

Nara yang sudah berada di pinggir ranjang langsung di tarik lembut oleh Agam untuk duduk di dekatnya, Setelah Nara duduk Agam langsung mengelus pipinya dengan lembut, membuat Nara langsung menatap matanya,


Agam langsung mendekatkan wajahnya dan mencium Nara, namun tangan Nara langsung menghentikan wajah Agam, membuat Agam langsung menautkan kedua alisnya dengan bingung.


''Ada apa?'' tanya Agam


''Aku takut, Gam!'' jawab Nara sambil menunduk,


''Jangan takut, aku akan melakukannya dengan sangat lembut!'' kata Agam menenangkan sang isteri,


''Janji ya, jangan buat aku kesakitan?'' ucap Nara membuat Agam langsung menganggukkan kepalanya dan membelai pipinya kembali,


Agam mendekatkan wajahnya lagi dan mencium Nara dengan lembut, Agam juga sudah berhasil melepaskan piyama Nara dan juga piyama nya, setelah selesai melakukan pemanasan, Agam langsung merebahkan tubuh sang isteri untuk memulai penyatuan mereka, Agam kembali mencium bibirnya setelah itu turun ke leher dan saat akan membuka kedua pahanya, Nara langsung menghentikannya dengan memegang kedua tangan Agam, Agam langsung menatapnya dan bertanya.


''Ada apa lagi, sayang?'' tanya Agam


''Nanti kalau aku hamil, gimana Gam?'' ucapan Nara barusan membuat Agam langsung menarik nafasnya dengan panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan.


''Sayang, tujuan aku kan emang mau buat kamu hamil, jadi kamu jangan khawatir ya, sayang?'' kata Agam dengan lembut sambil mengelus paha Nara.


''Terus nanti kalau aku hamil, kamu mau tanggung jawab kan, Gam?'' pertanyaan Nara langsung membuat Agam melongok.


''Astaga, sayang! kita ini kan suami isteri, jadi kalau kamu hamil sudah pasti aku akan tanggung jawab!'' ucap Agam dengan gemas sambil menahan suaranya agar tidak meledak, karena dari tadi isterinya itu terus saja mengganggu acara naik naik ke puncak gunungnya sambil melewati lembah dengan pertanyaan pertanyaan konyolnya dari sang isteri.


''Jadi, sudah bisa kita mulai sekarang?'' tanya Agam dan Nara hanya mengangguk pasrah.


Agam tersenyum dan kemudian langsung melakukan penyatuannya dengan sang isteri.


Setelah beberapa kali mencoba akhirnya Agam berhasil memasuki Nara. Walaupun punggungnya penuh dengan cakaran sang isteri, namun Agam bisa tersenyum puas ketika semua kecebongnya berhasil masuk ke dalam untuk melakukan cocok tanam di dalam sawah, dia berharap semoga cocok tanamnya bisa langsung berhasil dan bisa segera di panen,


🌺🌺🌺

__ADS_1


Pagi ini Rey Arkhatama sedang melakukan rapat dengan semua rekan bisnisnya, Rey juga mengundang semua rekannya untuk menghadiri acara ulang tahun Arkhatama Group ke 30 yang akan di langsungkan beberapa hari lagi, dia juga akan mengumumkan identitas putri tunggalnya yang akan menjadi pewaris utama Arkhatama Group selanjutnya, Kabar tersebut langsung di sambut antusias oleh semua rekan bisnisnya,


Beberapa hari kemudian..


Pesta ulang tahun dan penyambutan pewaris utama Arkhatama Group di adakan di sebuah gedung termewah yang ada di kota ini, dengan hiasan yang sudah di sulap dengan seindah mungkin, dan pengamanan yang sangat ketat, banyak kolega bisnis sang papa dan juga teman teman arisan sang mama yang sudah hadir di acara tersebut,


Mereka semua sangat antusias dengan sosok seorang putri dari Arkhatama Group, apa lagi semua kolega bisnis sang papa berharap jika puteri mereka nantinya bisa berteman baik dengan seorang puteri dari Rey Arkhatama.


Di tempat berbeda, Nara yang baru keluar dari dalam kamar mandi di buat kesal karena kelakuan dari suaminya itu,


Nara terus mengomel kepada sang suami karena sudah beberapa kali membuatnya harus bolak balik keramas, Agam hanya tersenyum melihat Nara yang terus menggerutu sambil memakai make up untuk acaranya malam ini,


''Lihat kan, kita jadi telat Gam!'' omel Nara sambil memakai high heels nya.


''Ya kamu sih, kenapa jadi isteri begitu menggairahkan, aku kan jadi gak bisa menahannya!'' ucap Agam sambil mengerlingkan sebelah matanya kepada sang isteri,


Nara langsung memukul lengan Agam dan langsung menariknya untuk segera turun, karena bisa gawat jika mereka berada lama lama di dalam kamar. yang ada mereka tidak akan hadir ke acara ini.


''Mau ngapain sayang, katanya kita sudah telat!'' ucap Agam sambil menghentikan mobilnya seperti yang di perintahkan sang isteri,


''Turun..!'' perintah Nara membuat Agam langsung melongok menatapnya.


''Sayang, aku jangan di turunkan di sini dong!! nanti kalau ada banci gimana?'' kata Agam dengan wajah nelangsanya.


''Apaan sih, aku itu mau nyetir, sudah cepat turun!'' kata Nara dengan nyolot, Agam langsung mengikuti perintah Nara dan duduk di kursi penumpang di sebelah Nara.


Nara yang sudah memakai sabuk pengamannya langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, Agam langsung berteriak histeris dan meminta Nara untuk segera mengurangi kecepatannya, namun bukannya menguranginya Nara malah menambah kecepatannya,


''Astaga sayang, please jangan ngebut, aku belum siap ketemu sama malaikat izrail!'' gumam Agam sambil berpegangan erat. lututnya terasa lemas melihat Nara mengendarai mobil seperti seorang pembalap. Agam memejamkan matanya karena tiba tiba perutnya terasa seperti di aduk aduk.


Tak berselang lama mereka akhirnya telah tiba di tempat acara tersebut, Nara langsung mematikan mesin mobilnya dan meminta Agam untuk memarkirkannya ke tempat parkir, Agam hanya mengangguk karena lututnya masih terasa lemas.

__ADS_1


Nara keluar mobil lebih dulu, dan langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam gedung tersebut, Agam hanya menatap nanar kepergian sang isteri dari dalam mobilnya.


Nara yang sudah berada di pintu masuk langsung di hadang oleh dua orang wanita, Nara menatap malas ke arah mereka,


''Minggir, gue mau lewat!'' kata Nara membuat mereka hanya tertawa.


''Hei, orang mis-kin mau ngapain datang ke acara mewah seperti ini?'' tanya Mika sambil bersedekap dada.


''Mungkin dia mau jadi pelayan kali Mik!'' jawab Lily dan mereka berdua langsung tertawa bersama, Nara hanya mengepalkan kedua tangannya.


''Sudah puas ketawanya?'' tanya Nara membuat mereka berdua langsung berhenti tertawa dan menatap tajam ke arah nya, namun Nara tidak menghiraukannya dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja.


Nara melewati sang penjaga begitu saja tanpa menunjukkan barcode kepada mereka, Mika dan Lily yang melihatnya langsung melongok dan saling pandang.


''Kok si mis-kin bisa masuk tanpa menunjukkan barcode sih Mik?'' tanya Lily dan Mika hanya menggeleng.


''Jangan jangan dia mau buat onar lagi Ly di dalam! Ayo Ly, kita segera masuk!'' ajak Mika dan langsung menarik tangan Lily untuk masuk ke dalam gedung.


Mereka menunjukkan barcode kepada sang penjaga yang terlihat sangar sangar. Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam gedung untuk mencari keberadaan Nara, namun setelah mengelilingi tempat tersebut mereka tetap tidak bisa menemukan Nara.


Nara yang baru masuk ke dalam ruangan khusus langsung di tatap oleh sang papa, Papa Tama langsung menghampirinya dan memeluknya,


''Kenapa telat, sayang?'' tanya papa Tama sambil melihat ke arah belakang Nara.


''Terus Agam mana?'' lanjut papa Tama


Nara membuka mulutnya untuk menjawab, namun suara Agam dari arah belakangnya langsung membuatnya menoleh.


''Maaf Pa, kami telat!'' kata Agam sambil berjalan dan berdiri di sebelah Nara.


''Yasudah, tidak apa apa! kalau begitu, bisa kita mulai acaranya sekarang?'' tanya papa Tama kepada mereka berdua. dan mereka pun langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2