
Agam yang mendapat kabar dari sepupunya bahwa saat ini isterinya sedang berada di rumah sang mama langsung memacu mobilnya untuk pergi kesana menjemput sang isteri.
Di perjalanan dia merasa was was sebab takut sang isteri akan mengadu yang tidak tidak kepada sang mama. Dia juga memikirkan bagaimana caranya untuk minta maaf kepada sang isteri, akhirnya setelah lama berfikir, Agam memiliki sebuah ide, dia langsung melajukan mobilnya ke arah mall terbesar yang ada di kota tersebut, setelah sampai Agam langsung berjalan ke suatu toko, dia memilih sesuatu untuk sang isteri, setelah menemukan apa yang di carinya dia langsung pergi menuju rumah orang tuanya.
Setelah sampai di garasi rumahnya, Agam langsung mematikan mesin mobilnya, dia berdiam diri sebentar di dalam mobil untuk menyiapkan mentalnya karena sudah bisa dipastikan sang mama akan memarahinya dan akan mengomelinya dengan tidak henti henti, dan sudah pasti hal itu akan membuat telinga Agam panas karena mendengar omelan mamanya yang menurutnya tidak berfaedah itu, belum lagi melihat tatapan sang isteri yang sudah seperti singa betina yang siap menerkam siapapun yang mengganggunya. membayangkannya saja Agam sudah merinding duluan,
Agam menarik nafasnya dengan panjang dan menghembuskannya secara perlahan, setelah dirasanya tenang Agam langsung turun dari dalam mobilnya dan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah.
Agam terus berjalan ke dalam tetapi dia tidak menemukan siapa pun, Akhirnya Agam langsung naik ke lantai atas menuju kamar nya, di saat dia akan membuka pintu kamar tiba tiba suara sang mama langsung membuatnya terkejut,
''Jangan berisik, Nara lagi istirahat di dalam!'' kata sang mama yang entah dari mana datangnya karena saat Agam naik ke lantai atas tadi dia tidak melihat siapa pun, Agam hanya mengangguk dan bergegas masuk ke dalam kamar karena takut sang mama bertanya yang macam macam kepadanya,
Setelah menutup pintu Agam langsung melihat sang isteri yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya, Agam berjalan mendekat lalu duduk di sebelahnya kemudian tangannya langsung membelai rambut sang isteri yang sangat halus sehalus sutera.
Nara yang terusik karena belaian lembut di kepalanya langsung membuka matanya dan mendapati sang suami yang sedang tersenyum ke arah nya.
Nara langsung melengos sambil menarik guling dan tidur membelakangi suaminya, Agam langsung menarik tangannya yang berada di kepala sang isteri, kemudian menatap punggung sang isteri sambil menarik nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan.
''Kita pulang yuk, sayang!'' ajak Agam kepada sang isteri. namun Nara langsung mengatakan tidak mau dengan nada ketusnya.
''Pokoknya aku tidak mau pulang, aku mau tidur di sini saja!'' kata Nara masih dengan nada ketusnya,
Agam menarik nafasnya kembali dan langsung melancarkan aksi nya agar Nara mau di ajak pulang, karena bisa gawat jika Nara terus menolak untuk di ajak pulang, Agam khawatir dengan nasib juniornya yang hingga saat ini masih belum pernah merasakan apa itu surga dunia.
Agam mendekat ke arah sang isteri dan langsung membisikkan sesuatu di telinganya,
__ADS_1
''Aku punya hadiah buat kamu!'' kata Agam di telinga sang isteri dan berhasil membuat Nara langsung membalikkan badannya untuk menatap sang suami.
''Apa?'' tanya Nara sambil beranjak duduk
Agam langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam paper bag, dan memberikannya kepada sang isteri,
Mata Nara langsung berbinar, dia langsung melihat isi di dalam kotak beludru tersebut.
''Kalung berlian, inikan kalung limited edition!'' kata Nara dengan takjub sambil menatap sang suami, Agam langsung menganggukan kepalanya mengiyakan.
''Kamu suka?'' tanya Agam kemudian dan Nara langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
''Kalau begitu kamu mau pulang dan maafin aku kan?'' tanya Agam lagi
''Mau lah, kenapa tidak bilang dari tadi coba? jadi kan aku tidak perlu pura pura ngambek sama kamu!'' ucap Nara keceplosan sambil menutup mulutnya, Agam langsung melongok melihatnya.
Agam langsung mengunci tubuh Nara yang berada di atas pangkuannya, tangannya langsung melingkar di perut Nara, dan kepalanya langsung di letakkan di atas bahu sang isteri.
Nara langsung bergerak untuk beranjak dari pangkuan Agam, namun tidak bisa karena tenaga Agam begitu kuat.
''Jangan coba coba kabur dari aku, atau aku akan melakukannya di sini!'' ucap Agam di telinga Nara yang langsung membuat bulu kuduk Nara meremang seketika.
Agam langsung menciumi leher Nara sementara tangannya langsung naik naik ke puncak gunung.
Agam tersenyum di sela sela aksinya yang sedang menciumi leher dan telinga sang isteri,
__ADS_1
Di saat mereka berdua mulai di kuasai kabut gairah, tiba tiba mama Sarah langsung masuk membuka pintu kamar tanpa mengetuknya terlebih dahulu,
Mama Sarah langsung terkejut dan menutup kedua matanya karena melihat adegan panas di depan matanya.
Nara langsung melepaskan tangan Agam yang masih mendaki gunung, dan langsung berdiri dari pangkuan Agam dengan kikuk dan langsung menunduk malu seperti orang yang sedang ketahuan mencuri. Sementara Agam hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Lagi lagi di saat sudah on fire ada saja yang mengganggu!! ucap Agam dalam hatinya.
''Ma.. mama tidak melihat apa pun, silahkan di lanjut, mama akan keluar!'' kata mama Sarah terbata bata sambil menutup pintu kamar Agam kembali.
"Untung mereka masih pakai baju, kalau tidak pasti aku yang akan malu sendiri!! kata mama Sarah dalam hatinya sambil mengelus dadanya,
Papa Bara yang melihat sang isteri turun dari tangga sendirian dengan wajah senyum senyum pun langsung terheran.
''Kenapa senyum senyum seperti itu, Ma?'' tanya papa Bara setelah sang isteri duduk di sebelahnya.
''Mama hampir melihat orang dapat jackpot, Pa!'' kata mama Sarah sambil menatap sang suami.
''Jackpot apaan sih, Ma? kalau bicara itu yang jelas, jangan menggunakan bahasa bahasa yang tidak Papa mengerti!'' kata papa Bara
''Ck, Papa ini yah, masa begitu saja tidak mengerti sih! mereka itu lagi gitu gituan loh, Pa!'' jelas mama Sarah sambil memperagakan kedua tangannya yang saling mematuk dengan jari jarinya.
Papa Bara langsung menautkan kedua alisnya tanda tidak mengerti, dan itu membuat mama Sarah langsung kesal sendiri,
Sementara Agam dan Nara yang baru kepergok sedang bercumbu langsung salah tingkah setelah kepergian mama Sarah.
__ADS_1
Nara yang wajahnya sudah memerah karena malu langsung memukul lengan Agam dengan kesal.
''Gara gara kamu, ih. jadi malu kan ketahuan sama mama!'' kata Nara sambil menghentak hentakkan kakinya dilantai dan langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi, sementara Agam hanya tertawa melihat tingkah isterinya yang kesal seperti itu