
Nara tertidur dengan sangat nyenyak, kemudian langsung terbangun karena mendengar suara ketukan pintu dan ternyata sang mama yang mengetuknya untuk menyuruhnya agar segera mandi dan bersiap karena pukul delapan malam mereka akan berangkat ke rumah teman papanya.
Nara duduk dipinggir kasur sambil melihat ponselnya, ternyata Agam masih belum membaca pesannya. kemudian Nara mengingat ucapan sang mama yang menyuruhnya untuk segera bersiap. dia pun langsung termenung dan memikirkan cara agar nanti dia bisa kabur dari acara pertunangannya. Nara terus mengetukkan jarinya ke dagu sambil berfikir dengan keras.
''Ayo Nara berfikir!'' ucapnya pada diri sendiri. setelah lama berfikir akhirnya dia menemukan ide cemerlang.
"Ahaaa...! gue tau caranya!'' teriak Nara dengan kegirangan. dia mengambil ponselnya dan menelfon seseorang untuk meminta bantuan.
"Ok.. semua rencana sudah beres, saatnya bersiap!'' ujar Nara sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai bersiap Nara pun turun ke lantai bawah dimana papa dan mamanya sudah menunggu dari tadi.
"Tidak sia sia kami menunggumu sampai jamuran seperti ini, sayang! ternyata kamu tampil sangat sempurna!'' ucap sang papa yang langsung mendapat cubitan dari sang istri. Nara hanya merengut dan papa Tama hanya tertawa sambil merangkul bahu sang istri dan sebelah tangannya lagi merangkul bahu sang puteri kesayangan.
Mereka masuk ke dalam mobil, di perjalanan Nara sibuk berbalas pesan dengan seseorang yang akan membantunya kabur dari acara pertunangannya nanti.
"Oh ya sayang tadi teman papa ngabarin kalau ternyata tempat acaranya dirubah, bukan di rumah melainkan di sebuah outdoor di hotel termewah di kota ini!'' ucap sang papa sambil melihat Nara yang duduk di kursi depan.
"Emang dimana alamatnya pa?'' tanya Nara, sang papa langsung memberikan alamatnya dan kemudian Nara langsung mengirimkan alamat tersebut kepada seseorang.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di basement hotel. Papa Tama dan Mama Sovia langsung keluar dari dalam mobil. papa membuka kan pintu depan untuk Nara. setelah Nara turun dari dalam mobil tiba tiba Nara langsung minta izin untuk pergi ke toilet. papa dan mamanya saling pandang kemudian papa Tama tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
''Makasih papa, Nara duluan yah soalnya uda kebelet!'' ucap Nara yang ingin melangkahkan kakinya namun kemudian papanya menarik tangannya membuat Nara langsung menoleh.
''Eitsss... tunggu dulu, kamu ke toiletnya harus di temani sama pak Maman!'' ucap papanya sambil tersenyum dan langsung menyuruh sang supir untuk ikut bersama sang puteri.
__ADS_1
"Tidak perlu repot repot kali pa, Nara bisa ke toilet sendiri kok!'' tolak Nara kepada sang papa.
"No.. no..no..!! mau diantar atau tidak ke toilet sama sekali.'' ucap sang papa membuat Nara langsung menghentak hentakkan kakinya di tanah.
"Ayolah sayang papa hanya tidak mau kamu kabur dari acara ini, mengertilah my sweet heart..!'' lanjut papa Tama dengan tersenyum
"Haisshhh... kenapa papa bisa tau sih kalau aku mau kabur dari sini!! jangan jangan papa punya indera ke sepuluh lagi!! ucap Nara dalam hati sambil menatap ke arah papanya.
Akhirnya mau tidak mau Nara pergi ketoilet dengan di temani sang supir yang lebih tepatnya di awasi bukan ditemani.
Nara mengirim pesan kepada seseorang bahwa dia lagi berjalan ke arah toilet. dia tersenyum membaca isi pesan dari seseorang. Kemudian Nara menoleh ke arah pak Maman.
"Pak Maman mending tunggu di sini aja deh, masak iya mau tunggu Nara di depan pintu toilet sih!'' ucap Nara yang langsung menghentikan langkahnya ketika sampai di pertigaan menuju toilet
"Ck, bapak apa apaan sih, bapak tenang aja Nara gak akan kabur kok!'' ucap Nara meyakinkan sang supir
''Maaf non Nara, bapak hanya menjalankan tugas!'' ucap sang supir lagi.
''Terserah lah..!'' kata Nara sambil ngedumel dan kemudian berjalan mendahului sang supir.
Di dalam toilet Nara langsung mengirim pesan kepada seseorang, dia pun langsung bersorak ketika seseorang itu membalas pesannya.
Di tempat lain khususnya di dalam sebuah taksi. seorang pemuda sedang tersenyum ketika selesai membalas pesan dari temannya.
Ya, pemuda itu adalah Raka, kali ini dia akan membantu Nara untuk kabur dari acara pertunangannya. Raka langsung keluar dari dalam taksi dan pergi menuju toilet.
__ADS_1
Di pertigaan toilet dia melihat supirnya Nara sedang berdiri dengan tegap, sambil mengawasi area sekitar, Raka langsung melangkahkan kakinya menuju tempat pak Maman. setelah sampai di depan pak Maman dia langsung bertingkah seperti orang panik.
"Pak.. pak.. pak..! tolongin pak ada orang mau melahirkan pak di depan sana, ayo pak cepat pak!'' ucap Raka dengan wajah yang dibuat sepanik mungkin sambil menggoyang goyangkan lengan pak Maman.
Pak Maman yang terkejut dengan kehadiran Raka langsung melihat ke kanan dan ke kiri. sambil melepaskan tangan Raka dari lengannya.
"Maaf mas saya tidak bisa, saya lagi nungguin seseorang, mas cari orang lain aja yah mas?'' ucap pak Maman menolak
"Aduh pak saya uda cari cari orang tapi gak ada orang di sini pak, cuma ada bapak di sini pak, Ayolah pak cepetan pak, orangnya sudah kesakitan pak, kasian bayinya pak! kalau bayinya kenapa kenapa emangnya bapak mau tanggung jawab pak? terus kalau ibunya tidak tertolong dan meninggal emangnya bapak mau di gentayangin karena tidak mau menolongnya?'' ucap Raka menakut nakuti pak Maman dan berharap semoga si bapak masuk ke dalam jebakan batmannya.
Pak Maman tampak berfikir kemudian Raka langsung saja menarik tangannya dan membawanya keluar hotel.
"Mas.. mas.. kenapa saya ditarik tarik sih mas, saya lagi ada kerjaan ini mas!'' ucap pak Maman yang terus ditarik tangannya oleh Raka.
"Halaahh... udalah pak kerjaan mah gampang, yang penting itu harus nolongin orang yang lagi butuh pertolongan pak!'' ucap Raka yang langsung menghentikan langkahnya dengan mendadak. kemudian langsung melepaskan lengan pak Maman.
Bapak tolongin orangnya disana yah pak, saya mau cari taksi dulu buat si ibunya!'' ucap Raka yang langsung pergi menjauh sebelum si bapak sempat bicara.
''Kok saya ditinggalin sih!'' kata pak Maman sambil berjalan ke arah yang ditunjuk Raka tadi
Sesampainya di dekat taksi Raka langsung menghentikan langkahnya dan menunggu kedatangan Nara.
Sementara Nara yang baru keluar dari toilet, dia berjalan dengan sangat terburu buru untuk segera kabur, namun tiba tiba dia menabrak seseorang di pertigaan toilet. Nara yang sedang tidak fokus melihat pun hampir saja terjatuh namun seseorang langsung menarik tangannya.
Nara menoleh ke arah seseorang yang sudah menarik tangannya. Nara langsung nembolakan matanya terkejut saat melihat orang tersebut.
__ADS_1