Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Mendapatkan Bukti


__ADS_3

Raka meminta Raiza agar segera menemuinya di kafe untuk membicarakan masalah pernikahan mereka, namun setelah menunggu beberapa menit, Raiza tidak juga menampakkan batang hidungnya, Raka akhirnya pergi sebentar ke toilet untuk mencuci tangannya, namun matanya tidak sengaja melihat seseorang yang sangat di kenalnya berada di ujung lorong bersama dengan seorang pria, Raka langsung bersembunyi di balik tembok yang tidak jauh dari tempat mereka berdua yang sedang berbicara dengan sangat serius.


''Bukannya aku sudah bilang, jangan temui aku lagi!'' ucap seorang wanita dengan wajah kesalnya, wanita itu adalah Kayla, dia terus menatap tajam ke arah seorang pria yang sedang berdiri di hadapannya.


''Ayolah Kay, aku butuh uang tersebut untuk membayar hutang hutangku!'' ucap pria tersebut membuat Kayla langsung berdecak sebal.


''Pokoknya, aku tidak akan kasih uang lagi padamu sebelum aku menikah dengan Agam,'' ujar Kayla sambil beranjak pergi dari tempat itu, namun sang pria tersebut langsung sigap menarik lengannya. ''Jangan main main denganku, Kayla!''


''Atau aku akan beritahukan kepada pria bodoh itu, bahwa anak yang sedang kau kandung itu adalah darah dagingku!'' lanjut pria tersebut dengan senyuman liciknya.

__ADS_1


''Jaga bicaramu, jika sampai kau memberitahukan hal itu, maka aku akan langsung membunuhmu sekarang juga!'' ancam Kayla sambil menunjuk wajah pria tersebut dengan jari telunjuknya.


Pria tersebut langsung tertawa mendengar ancaman Kayla barusan, ''Sebelum itu terjadi, aku akan beri tahukan kepadanya, bahwa kau telah menjebaknya, dan saat itu tidak ada kejadian apa pun yang terjadi antara kau dan dia, itu hanyalah sebuah foto belaka, dan kau juga adalah orang yang sudah membuat isterinya kabur darinya,'' ucap pria tersebut membuat Kayla langsung menatap sinis ke arahnya. ''Berapa uang yang kau butuhkan?'' tanya Kayla sambil merogoh ponselnya dari dalam tasnya.


''Lima ratus juta!'' ucapnya dengan singkat.


''Apa kau sudah gila? Mana ada aku uang sebanyak itu!'' ucap Kayla yang menatap tidak percaya ke arah pria yang ada di hadapannya itu.


''Apa yang sedang kau lakukan di sini?'' tanya seorang wanita membuat Raka langsung terlonjak kaget dan segera memasukkan ponselnya ke dalam saku celana,

__ADS_1


Raka langsung menarik tangan wanita tersebut agar menjauh dari tempat itu tanpa menjawab pertanyaannya.


''Kita bicarakan masalah pernikahan kita lain kali, karena aku ada urusan mendesak!'' ujar Raka yang langsung pergi tanpa mendengar jawaban dari wanita tersebut, dia langsung pergi menuju rumah Agam, sementara Raiza hanya melongok melihat kepergiannya.


''Apa yang barusan dia katakan? Aku bahkan belum sempat duduk, dan dia dengan seenaknya pergi meninggalkanku begitu saja?'' ucap Raiza dengan lirih.


Raka terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Agam, sesampainya di sana, Raka langsung menekan bel rumahnya, Gavin yang baru keluar dari kamar langsung bergegas membuka pintu utama.


Setelah Gavin membuka pintu, Raka langsung berlari masuk tanpa menyapa Gavin yang sedang melongok ke arahnya, Raka terus memanggil Agam, dia berjalan ke arah kamar Agam,

__ADS_1


''Apa yang terjadi padanya?'' kenapa dia berlari tergesa gesa seperti itu?'' tanya Gavin pada dirinya sendiri setelah itu langsung menutup pintu dan segera pergi menyusul Raka menuju kamar Agam.


Raka masuk ke dalam kamar Agam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Agam yang akan memakai celananya karena baru selesai mandi langsung berteriak saat melihat pintu kamarnya di buka kasar oleh seseorang, Raka juga tidak kalah histeris dengan Agam, dia juga ikut berteriak.


__ADS_2