Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Membantu Perusahaan Agam


__ADS_3

Dor..


Kayla dan Eric langsung memejamkan mata mereka saat mendengar suara tembakan dari pistol kecil milik Gavin, membuat Gavin langsung tertawa terbahak bahak melihat reaksi mereka berdua. Eric langsung membuka matanya dengan cepat saat tidak merasakan sakit di kepalanya. Dia menatap Gavin yang sedang tertawa di hadapannya dengan gigi saling bergemelatuk. Dia merasa sangat marah karena Gavin dengan berani beraninya menertawakannya.


''Hei, tenanglah! Ini hanya pemanasan, sebentar lagi kepalamu itu akan benar benar merasakan timah panasku ini!'' ucap Gavin sambil menghentikan tawanya, baginya melihat wajah ketakutan dari seorang Eric Wilston itu sangatlah lucu.


''Sudah lah Vin, kita biarkan dahulu sepasang kekasih ini untuk saling berdiskusi sebelum kita benar benar membunuhnya!'' ujar Raka sambil mengelus ngelus dagunya. Gavin langsung menyetujui ucapan Raka barusan, dia langsung memasukkan kembali pistolnya ke dalam saku, ''Berterima kasihlah kalian kepadanya, karena aku mau menyetujui usulnya untuk menunda kalian menemui malaikat maut!'' ucap Gavin sambil terkekeh dan segera pergi dari ruangan tersebut saat memastikan ikatan tali mereka sudah aman.

__ADS_1


''Sepertinya, aku harus pergi terlebih dahulu karena temanku akan segera tiba di Indonesia!'' ucap Gavin sambil melihat ponselnya, Raka langsung menganggukkan kepalanya sambil membuka ponselnya dan segera membaca semua email yang masuk ke ponselnya.


Gavin langsung melajukan mobilnya ke arah hotel tempat temannya itu menginap, sesampainya di sana, ternyata temannya sudah menunggunya di lobby.


''Abidzar..!'' teriak Gavin sambil melambaikan tangan ke arahnya. Abidzar yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh ke arah sumber suara, dan segera membalas lambaian tangan Gavin sambil tersenyum.


Mereka saling mengobrol bersama, Abidzar dan Gavin adalah teman baik sejak kecil, Gavin memintanya datang ke Indonesia untuk membantu perusahaan Agam yang hampir collapse akibat ulah mertuanya yang membatalkan semua kerja sama dengannya secara sepihak.

__ADS_1


Agam yang baru mendapat kabar dari Gavin, bahwa temannya sudah menunggunya di sebuah restoran mewah, langsung pergi untuk segera menghampirinya, dia berjalan tergesa gesa menuju lantai atas, Gavin yang melihatnya langsung melambaikan tangan ke arahnya, setelah itu Agam berjalan mendekat ke arah mereka berdua, dia tersenyum sambil mengulurkan tangannya ke arah temannya Gavin, Abidzar langsung menerima uluran tangannya, setelah berkenalan mereka mengobrol santai sambil di iringi gelak tawa antara ketiganya. ''Baiklah, besok aku akan segera menyiapkan kontrak kerja sama kita!'' ucap Agam sambil menatap Abidzar, dia sungguh sangat berterima kasih, karena Abidzar mau membantu perusahaannya yang hampir collapse,


''Oh iya Vin, bagaimana jika nanti kau menemaniku untuk jalan jalan di kota ini?'' tanya Abi membuat Gavin yang sedang memakan makanannya langsung tersedak, ''Kau tidak salah mengajakku untuk menemanimu jalan jalan?'' tanya balik Gavin sambil meletakkan minumannya kembali di atas meja. Abi hanya menautkan kedua alisnya.


''Apa sampai sekarang kau masih jomblo?'' tanya Gavin sambil mengerlingkan sebelah matanya membuat Abi yang melihatnya spontan langsung melemparkan kotak tissu ke arahnya, sementara Gavin hanya tergelak sambil mengatakan, ''Aku hanya bercanda, jangan marah seperti itu?''


Setelah selesai makan, Agam langsung pamit untuk pergi, sementara Gavin langsung mengajaknya untuk berjalan jalan seperti keinginan Abi tadi.

__ADS_1


__ADS_2