
''Abi...!''
teriak Nara sambil memegangi perutnya dengan dahi penuh keringat.
Abi yang mendengar teriakan Nara langsung segera berlari ke dalam kamarnya, dia membuka pintu dengan kasar dan mendapati Nara yang sedang duduk di atas lantai sambil meringis,
''A..apa yang terjadi?'' tanya nya dengan panik sambil menghampiri Nara yang sedang terduduk di atas lantai, matanya tidak sengaja langsung melihat darah yang mengalir dari sela sela kakinya,
''K..kau berdarah?'' tanya Abi sambil memegangi kepalanya yang tiba tiba terasa berputar putar saat melihat darah keluar dari sela sela kaki Nara.
''Cepat tolong aku, Bi. Sepertinya aku mau melahirkan!'' ucap Nara sambil meringis, ''Ayo antar aku ke Rumah Sakit sekarang!'' lanjut Nara lagi karena melihat Abi sejak tadi hanya diam sambil memegangi kepalanya.
''A..aku..--'' ucapan Abi langsung terhenti bersamaan dengan dirinya yang tergeletak di atas lantai dan tak sadarkan diri.
__ADS_1
''Astaga, kenapa kau malah pingsan di saat seperti ini!'' teriak Nara dengan kesal sambil menepuk pelan keningnya, bisa bisanya Abi malah pingsan di saat dirinya sedang membutuhkan pertolongannya.
''Dasar menyebalkan!'' gerutu Nara dengan suara tertahan,
Seorang pelayan yang mendengar keributan dari dalam kamar Nara, langsung berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi kepada Nonanya.
Matanya langsung melotot dengan mulut yang menganga lebar saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya, dia melihat Tuan mudanya yang tergeletak di atas lantai tak sadarkan diri, dan melihat Nonanya yang sedang duduk di atas lantai sambil meringis kesakitan dan memegangi perut buncitnya.
''Apa yang terjadi Nona?'' tanyanya dengan wajah khawatir sambil berjalan mendekat ke arah Nara, dia sungguh bingung ingin menolong yang mana terlebih dahulu,
''Baik Nona, ta..tapi bagaimana dengan Tuan?'' tanya sang pelayan dengan terbata bata,
''Biarkan saja dia di sini, dia bisa mengurus dirinya sendiri. Ayo cepat, aku sudah tidak kuat!'' pinta Nara dengan keringat yang sudah membanjiri keningnya.
__ADS_1
''Ba..baik Nona, aku panggilkan seseorang dahulu untuk membawa Nona ke dalam mobil!'' ucap sang pelayan dengan panik sambil berlari ke lantai bawah untuk memanggil siapa pun yang bisa mengangkat Nonanya,
Dirinya berteriak seperti orang kesurupan sambil berlari turun ke lantai bawah, ''Astaga, di saat seperti ini kenapa tidak ada satu pelayan pun yang terlihat!'' gerutunya sambil terus berteriak memanggil pelayan yang lain,
Dirinya lupa bahwa hari ini semua Pelayan sedang libur kecuali dirinya, akhirnya dia terus berlari ke luar rumah untuk memanggil Satpam,
''Pak Satpam...!'' panggil pelayan tersebut dengan nafas ngos ngosan, Pak Satpam yang hendak meminum kopinya langsung tersentak kaget dan menyemburkan kopi yang ada di mulutnya tepat mengenai wajah sang pelayan tersebut,
''Astaga, maaf maaf saya tidak sengaja!'' ucap Pak Satpam dengan panik, sementara pelayan tersebut hanya menghela nafasnya dengan kasar sambil memejamkan matanya, dia ingin marah karena wajah cantiknya sudah terkena semburan mbah dukun, ehhh salah, maksudnya semburan Pak Satpam.
Pelayan tersebut bersiap untuk mengomeli Pak Satpam yang terlihat ketakutan, namun dia langsung teringat akan tujuannya datang menemui Pak Satpam.
''Sudahlah, marahnya saya pending dulu, sekarang Bapak cepat tolongin Non Nara, Ayo cepat!'' teriak Pelayan tersebut sambil menarik baju Pak Satpam.
__ADS_1
''Haissh, kenapa kau malah menarik narik bajuku, aku kan masih punya tangan!'' gerutu Pak Satpam sambil ikut berlari karena bajunya yang di tarik paksa oleh sang pelayan tersebut.