Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Seperti Karung Beras


__ADS_3

''Aku sangat merindukanmu, sayang!'' ujar Agam sambil terus berjalan mendekat ke arah wanita yang dari tadi hanya diam sambil menatapnya dengan tajam.


Agam terus mendekat dan mengunci tubuhnya membuat Nara langsung melotot ketika Agam dengan tiba tiba langsung mencium bibirnya dengan rakus.


Agam semakin menekan tengkuknya dan semakin memperdalam ciumannya, membuat Nara langsung memukul mukul dadanya karena kehabisan oksigen akibat ulah dari suaminya itu. Agam langsung melepaskan tautan bibir mereka setelah melihat nafas sang isteri mulai tersengal sengal.


''Jangan pergi lagi dariku!'' pinta Agam sambil meraih wajahnya dengan kedua tangannya, namun Nara tak menanggapi ucapannya, dia masih fokus menghirup oksigen sebanyak banyaknya. Setelah puas menghirupnya, Nara langsung menarik tangan Agam yang masih memegangi wajahnya, ''Lepaskan!'' ucap Nara dengan datar,


''Sayang, please maafin aku, Aku bisa jelasin semuanya!'' ujar Agam sambil meraih tangannya, namun Nara langsung menepisnya dengan kasar,


''Aku tidak butuh penjelasanmu!'' kata Nara sambil melangkah pergi, namun Agam yang sudah khilaf, langsung mengangkat tubuh isterinya di pundak kokohnya, membuat Nara langsung berteriak dengan histeris.

__ADS_1


''Turunkan aku, Agam!'' teriaknya sambil memukul mukul punggungnya. Agam tidak menghiraukannya dan segera membuka kunci toilet dan segera keluar dari pintu belakang yang langsung menghubungkan toilet dengan jalan menuju parkiran,


Nara terus memberontak di dalam gendongan Agam, membuat Agam sedikit kewalahan, apalagi di pintu belakang ada seorang Security yang langsung menghentikan langkahnya.


''Berhenti, apa yang sedang kau lakukan dengan wanita ini?'' tanya Security itu sambil menghadang jalannya,


''Ck, minggir sekarang dan jangan ikut campur urusan orang,'' ucap Agam sambil berdecak kesal.


''Nah kan, kau pasti ingin menculik wanita ini kan? Kau pasti seorang Mucikari?'' tuduh Security itu sambil menunjuk dada Agam dengan wajah garangnya.


Agam yang di tuduh seperti itu langsung mengeluarkan ponselnya dan segera menunjukkan foto pernikahannya kepada Security yang menuduhnya sebagai seorang Mucikari itu. ''Lihat ini dengan jelas!'' perintah Agam dengan kesal sambil nemberikan ponselnya kepada Security yang sejak tadi sudah bersiap siap ingin segera menangkapnya.

__ADS_1


Security itu langsung menerima ponselnya dan segera melihat dengan seksama foto pernikahannya, setelah itu dia langsung berjalan ke belakang punggung Agam, untuk melihat wajah wanita yang sedang di gendong di pundaknya itu,


''Bisakah aku melihat wajahmu?'' tanya Sang Security itu yang membuat Nara langsung mendongak ke arahnya dengan segera, dia berharap semoga Security itu bisa menolongnya untuk kabur dari sang suami.


''Ayo cepat tolong aku dari penculik ini?'' teriak Nara dengan kesal karena Security itu terus terusan menatap ponsel dan wajahnya secara bergantian.


''Apa yang sedang kau lihat?'' teriak Nara lagi sambil melototkan matanya dengan kesal.


''Ternyata kau benar adalah isterinya, kalau begitu silahkan pergi sekarang, dan kau jangan nakal lagi ya, agar tidak di angkut oleh suamimu seperti karung beras lagi!'' ucap Security tersebut sambil menunjuk Nara yang sedang melongok menatapnya, dan setelah itu langsung memberikan ponselnya kembali pada Agam.


''Hei, apa katamu? Dasar tidak waras, bukannya menolongku malah mengatakanku jangan nakal lagi!'' gerutu Nara sambil melototkan matanya ke arah Security yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain dan pura pura tidak melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2