Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Cemburu


__ADS_3

Beberapa hari ini, Nara selalu datang ke rumah sakit untuk menjenguk Irvan, dan itu membuat sang suami sedikit cemburu karena Nara begitu perhatian dengan sang mantan, Nara mengatakan bahwa dia hanya ingin membalas budi kepada sang mantan karena sudah menyelamatkannya, namun tetap saja saat melihat sang isteri yang sedang menyuapi sang mantan dan membantunya untuk minum obat selalu berhasil membuat hatinya panas dingin karena cemburu.


Dan seperti hari ini Irvan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit karena keadaannya sudah semakin membaik, dan Nara berniat untuk datang menjemputnya, namun suaminya hari ini sedang ada meeting yang tidak bisa untuk di tinggalkan, dan Agam sudah meminta kepada sang isteri supaya tidak pergi menjemput sang mantan, namun isterinya itu tetap bersikeras untuk pergi kesana bersama sang supir, hal itu tentu membuat sang suami merasa kecewa, Agam langsung pergi meninggalkan sang isteri begitu saja. Dia keluar dari dalam kamar sambil membanting kasar pintunya. Nara hanya menghela nafasnya dengan kasar. Nara mengambil tasnya dan langsung pergi ke luar kamar mengikuti sang suami, namun sang suami sudah terlebih dahulu pergi dengan mobil mewahnya itu, Nara lantas meminta kepada supir untuk segera mengantarnya ke rumah sakit, karena dia sudah berjanji kepada Irvan bahwa hari ini akan datang dan mengantarnya untuk pulang ke apartemennya,


Beberapa menit kemudian Nara telah sanpai di rumah sakit, dia langsung pergi menuju ruangan sang mantan, dan ternyata dia melihat Irvan masih berbaring di atas ranjangnya. Nara berjalan mendekat ke arahnya.


''Kamu kenapa belum bersiap siap, Van?'' tanya Nara dengan heran, membuat Irvan yang sedang rebahan langsung menoleh ke arahnya,


''Dokter bilang aku harus menunggu beberapa jam lagi, karena masih ada pemeriksaan terakhir yang belum keluar hasilnya, dari pada harus bolak balik kemari, ya sudah aku tunggu saja sebentar,'' ucap Irvan menjelaskan dan Nara hanya mengangguk saja,


Agam yang baru sampai di ruangannya langsung menghempaskan bokongnya di kursi kebesarannya, dia langsung duduk bersandar dengan wajah masamnya. Tak lama kemudian Kayla masuk ke dalam ruangannya, dan memberi tahunya bahwa tempat meetingnya di rubah oleh sang klien, Agam hanya mengangguk sambil meminta agar Kayla segera menyiapkan semua berkas berkasnya, setelah itu mereka langsung berangkat ke tempat yang sudah di janjikan,


Setelah meeting selesai, mereka langsung kembali ke kantor, namun Kayla memberanikan diri untuk meminta Agam makan siang bersama terlebih dahulu karena memang sudah waktunya untuk makan siang, tak di sangka ternyata Agam mengiyakan ajakannya itu, dia langsung bersorak senang di dalam hatinya. Dan mereka pun berhenti di sebuah restoran mewah yang tidak jauh dari rumah sakit tempat Irvan di rawat. Mereka duduk di kursi paling pojok dekat jendela kaca, Kayla langsung memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka berdua, Kayla langsung memesan makanan kesukaan Agam, karena dia sangat tahu pasti apa kesukaan sang pujaan hati. sementara Agam hanya diam dengan wajah datarnya sambil melihat ponselnya, yang ternyata ada banyak pesan dari sang isteri, dia hanya membacanya tanpa berniat untuk membalasnya, dia masih merasa kecewa dengan sang isteri.


Nara langsung mengajak Irvan untuk pulang setelah hasil pemeriksaan terakhirnya telah keluar, Nara ikut senang karena hasilnya cukup memuaskan, Irvan langsung mengajak Nara untuk makan siang di luar, katanya sebagai ungkapan rasa terima kasihnya kepada Nara karena selama beberapa hari ini sudah mau merawatnya, Nara hanya menganggukkan kepalanya karena dia memang merasa sangat lapar, beberapa minggu ini memang dia merasa sangat mudah lapar, padahal dia sudah menambah ukuran porsi makannya, namun tetap saja beberapa jam kemudian dia sudah merasakan lapar lagi.

__ADS_1


Mereka pergi menuju restoran mewah yang ada di dekat rumah sakit, mereka langsung masuk ke dalam dan duduk di pojok dekat jendela, saat dia akan duduk matanya tidak sengaja melihat sang suami yang sedang duduk berdua bersama si Srikaya. Agam yang baru selesai membalas email dari ponselnya langsung menaruhnya ke dalam saku jas, setelah itu dia mendongak dan langsung melihat lurus ke depan, namun matanya langsung bertubrukan dengan mata tajam sang isteri, Agam langsung salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Kayla yang melihat Agam seperti itu langsung mengernyitkan keningnya, kemudian langsung menoleh ke belakang mengikuti pandangan Agam,


Kayla langsung terkejut saat melihat isteti Agam sedang duduk berdua dengan seorang pria yang tidak kalah tampan dari Agam. Kayla langsung tersenyum kikuk dan kemudian langsung beranjak dari duduknya untuk menemui Nara,


''Kebetulan bertemu kalian disini, bagaimana kalau kita makan bersama saja?'' tanya Kayla yang langsung meminta Agam agar pindah dan duduk satu meja bersama sang isteri. Agam pun mengikuti perintah Kayla untuk duduk satu meja bersama Nara dan Irvan. Dia duduk berhadap hadapan dengan Nara yang terus menatapnya dengan mata tajamnya tanpa mengatakan sesuatu.


''Oh iya, kamu mau pesan apa Ra?'' tanya Irvan yang mencoba mencairkan suasana,


''Samain saja!'' jawab Nara sambil mengambil ponselnya dari dalam tas,


''Kami sudah memesan makanan tadi,'' jawab Kayla sambil menatap Agam yang sedang memijat pelan pelipisnya.


Irvan menjadi canggung dengan situasi seperti ini, dia bingung harus memulai pembicaraan seperti apa, dia melihat ke arah Agam dan Nara yang sibuk dengan ponselnya masing masing, mereka berdua terlihat seperti seorang musuh yang sedang diam diaman.


Irvan langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sungguh situasi seperti ini sangat membosankan baginya, mau mengajak Nara mengobrol tapi dia merasa ciut saat menatap mata tajam milik Agam. Tiba tiba saja Kayla langsung berdehem dan membuat Irvan langsung menatap ke arahnya.

__ADS_1


''Oh iya, kamu siapanya Nara?'' tanya Kayla sambil menatap Irvan. dan Irvan langsung menatap ke arah Agam yang duduk di sebelah Kayla, Agam menatapnya dengan tajam membuat Irvan langsung buru buru mengalihkan pandangannya,


''Aku temannya.'' jawab Irvan sambil tersenyum.


Kayla hanya manggut manggut saja, tak lama kemudian pesanan mereka sudah datang. Kayla langsung mengambilkan Fried chicken dan langsung meletakkannya di atas piring Agam, tak lupa memberikan sedikit sambal andaliman kesukaan Agam, Agam hanya menatapnya sekilas sambil mengucapkan terima kasih dengan wajah datarnya. Kayla langsung mengangguk sambil tersenyum manis, Nara yang melihatnya langsung meremat kuat garpunya.


''Oh iya Van, kamu kan baru sembuh, jadi kamu harus banyak makan makanan bergizi yah?'' ucap Nara sambil mengambilkan sayur, fried chicken dan juga sepotong daging dan langsung meletakkan semuanya di atas piring Irvan, Agam langsung menatapnya sambil melongok, bisa bisanya isterinya itu malah mengambilkan makanan untuk sang mantan dan tidak mengambilkan makanan untuk suaminya sendiri, sementara Irvan hanya mengangguk pelan sambil mengucapkan terima kasih, Kayla yang tidak mau kalah juga langsung mengambilkan Agam beberapa potong daging dan langsung meletakkan di atas piring Agam lagi.


''Memakan terlalu banyak daging bisa menyebabkan hati menjadi panas!'' ucap Nara datar sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. Irvan langsung melongok ke arahnya.


''Sejak kapan daging bisa menyebabkan hati panas Ra? Bukannya daging penyebab kolesterol?'' Tanya Irvan dengan begoknya. Dan Nara hanya mengangkat kedua bahunya, sementara Agam terus menatap tajam ke arah sang isteri yang terlihat cuek.


''Ayo Gam di makan, nanti keburu dingin!'' ucap Kayla yang membuat Agam langsung memutuskan pandangannya dari sang isteri. Agam langsung menyuapkan nasi ke dalam mulutnya dengan hati yang sedikit dongkol karena melihat isterinya yang seperti enggan untuk menatapnya.


''Oh ya Van, setelah ini temani aku ngemall ya?'' tanya Nara yang langsung membuat Agam tersedak dan terbatuk batuk, Nara langsung meyodorkan air kobokan kepada Agam dengan wajah sinisnya, Kayla dan Irvan yang melihatnya langsung melototkan matanya,

__ADS_1


''Gak bener kamu ya!'' ucap Kayla yang langsung menjauhkan air kobokan dari hadapan Agam dan langsung memberikan minum kepada Agam. Nara hanya menatapnya dengan wajah datar dan mengangkat kedua bahunya cuek.


__ADS_2