Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Setelah batuk Agam sudah mereda, mata tajamnya langsung menatap Nara yang sedang menikmati makanannya dengan santai, Irvan yang melihatnya langsung menelan salivanya dengan susuh payah,


''Pasti akan terjadi perang dunia setelah ini!'' ucap Irvan dalam hati sambil menatap Agam dan Nara secara bergantian.


Agam menarik panjang nafasnya lalu membuka mulutnya untuk menegur sang isteri, namun isterinya itu langsung buru buru beranjak dari kursi.


''Aku duluan, Van!'' ucap Nara tanpa menoleh ke semua orang yang dari tadi terus menatapnya dengan fikirannya masing masing, Nara langsung melangkahkan kakinya keluar restoran, Agam yang melihatnya keluar langsung ikut beranjak dari kursinya dan buru buru mengejar sang isteri.


''Nara, tunggu...!'' ucap Agam sambil mencekal pergelangan tangannya.


''Apa sih..!'' ucap Nara sambil menghentikan langkahnya dan langsung membalikkan badannya menghadap sang suami.


''Kamu kenapa sih?'' tanya Agam yang langsung melepaskan cekalan tangannya.


''Kamu nanya, aku kenapa? Seharusnya aku yang nanya!'' jawab Nara sambil mendongak dan menatap tajam mata sang suami. Agam hanya mendengus kasar sambil mengusap hidung mancungnya.


''Ini yang kamu bilang meeting sama klien?'' lanjut Nara dengan suara tenangnya tanpa mengalihkan pandangannya dari mata sang suami.


''Tadi aku emang meeting sama klien, setelah selesai meeting Kayla langsung mengajak aku untuk..--'' ucapan Agam langsung terpotong ketika Nara dengan sengaja langsung menendang kakinya dengan sangat kuat, membuat tulang keringnya langsung terasa ngilu,


''Awww.. Sakit, Ra!'' teriak Agam sambil memegangi kakinya yang terasa ngilu.


''Rasain..!'' ucap Nara sambil melangkahkan kakinya kembali dan pergi meninggalkan sang suami yang sedang kesakitan tanpa rasa bersalah. Dia langsung masuk ke dalam mobilnya dan menyuruh sang supir untuk segera pergi dari tempat ini.


''Astaga, kamu kenapa Gam?'' teriak Kayla dengan panik karena melihat Agam seperti itu, niatnya dia hanya ingin melihat pertengkaran antara suami dan isteri tersebut, tapi belum sempat melihatnya dia sudah langsung di kejutkan dengan Agam yang sedang meringis sambil memegangi kakinya.


''Aku tidak apa apa!'' ucap Agam sambil menegakkan badannya kembali dan langsung membenarkan jas nya.


''Aku pergi dulu!'' lanjut Agam yang langsung pergi tanpa mendengar teriakan Kayla yang terus memanggil namanya. Agam terus berjalan ke arah mobilnya dan segera pergi dari parkiran tersebut. Kayla yang di tinggal begitu saja oleh sang pujaan hati, langsung menghentak hentakkan kakinya dengan kesal, setelah itu langsung masuk ke dalam restoran lagi untuk mengambil tasnya. Setelah masuk kembali je dalam restoran, matanya tidak sengaja langsung menatap Irvan yang sedang asyik menikmati makanannya tanpa kepo apa yang sudah terjadi pada sekitarnya. Kayla langsung mendengus kasar melihatnya.


''Kamu suka kan sama Nara?'' tanya Kayla yang langsung berdiri di depannya, membuat Irvan yang sedang meminum minumannya langsung terkejut karena kehadirannya yang tiba tiba dan langsung menyemburkan minumannya ke arah Kayla.


''Iyyuuuhh... Jorok banget sih kamu!'' seru Kayla dengan jijik sambil mengibas ngibaskan tangannya, Irvan yang tidak sengaja menyemburkan minumannya ke arah Kayla langsung berdiri dari kursinya dan mengambil tisu untuk membersihkan baju Kayla sambil meminta maaf, namun tangannya yang menyentuh bajunya langsung di tepis kasar oleh Kayla.


''Sudah, sudah, biar aku sendiri!'' seru Kayla sambil meraih tasnya dan segera pergi ke toilet, Irvan hanya menatap kepergiannya dengan nanar.

__ADS_1


Nara yang baru sampai di rumah langsung pergi menuju kamarnya, dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil meraih boneka teddy bear kesayangannya. Tak berselang lama dia langsung tertidur sambil memeluk teddy bear nya.


Agam yang baru sampai di rumah, buru buru masuk menuju kamarnya, dia membuka pintu dan matanya langsung mendapati Nara yang sedang tertidur di atas ranjang, dia mendekat ke arah ranjang dan mengamati wajah Nara yang sedang tertidur dengan nyenyaknya.


''Kenapa dia begitu cepat tertidur!'' bathin Agam sambil menyingkirkan rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya.


Agam berjalan keluar kamar dan mendapati Gavin yang baru keluar dari dalam kamar tamu,


''Itu muka kenapa kusut seperti itu?'' tanya Gavin sambil berjalan ke arah Agam yang sedang duduk bersandar di sofa. dia membuka jas dan dasinya setelah itu langsung menarik lengan kemejanya hingga ke siku, tanpa menjawab pertanyaan Gavin, dia langsung bersandar di sofa dan memejamkan matanya, Gavin hanya memperhatikannya sambil geleng geleng kepala.


Gavin yang di cuekin oleh Agam langsung melangkah pergi keluar rumah untuk menemui Raizel.


Gavin baru saja sampai di depan rumah Raizel, dia langsung mengetuk pintu, tak lama kemudian pintu terbuka, tampaklah Raiza yang sedang berdiri di ambang pintu.


''Cari Raizel, Vin?'' tanya Raiza to the poin, Gavin hanya tertawa sambil menganggukkan kepalanya saja,


''Raizel baru aja pergi!'' ujar Raiza sambil melipat tangannya di dada.


''Yahh, telat dong!'' kata Gavin sambil berdecak, namun kemudian dia kembali tersenyum sambil menatap Raiza. membuat perasaan Raiza menjadi tidak enak.


''Enggak ah, aku mau rebahan saja dirumah sambil ngedrakor!'' tolak Raiza sambil mengulurkan tangannya untuk menutup pintu. namun Gavin langsung menahan pintunya dengan sebelah kakinya.


''Eitsss.. Tunggu dulu, kenapa main tutup sembarangan sih!'' sungut Gavin


''Ayolah Za, please temani aku!'' pinta Gavin sambil mengatupkan kedua tangannya.


''Janji deh, setelah kamu temani aku, aku bakal kasih kamu 1 permintaan, Gimana?'' tanya Gavin masih terus membujuk Raiza agar mau menemaninya,


''Tiga permintaan!'' tawar Raiza sambil mengangkat tiga jarinya di depan wajah.


''Yah, pakai nawar lagi!'' kata Gavin sambil berdecak sebal, ''Baiklah, deal yah!'' lanjut Gavin lagi.


''Tunggu di sini, aku ganti baju sebentar!'' perintah Raiza pada Gavin sambil menunjuk kursi teras dengan dagunya. Dan Gavin hanya mengacungkan ibu jarinya. Dia lantas duduk di kursi sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil ponsel di dalam saku celananya, sembari menunggu Raiza maka dia akan bermain game terlebih dahulu,


Setengah jam kemudian, Raiza sudah siap, dia langsung keluar menemui Gavin dan setelah itu langsung mengunci pintunya.

__ADS_1


''Ayo, Vin!''


''Lama banget, katanya cuma ganti baju doang!'' ucap Gavin sambil merotasikan kedua bola matanya dengan malas. Gavin kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku. Dan Raiza hanya tertawa kecil melihatnya kesal seperti itu.


Gavin membukakan pintu mobil untuk Raiza, setelah itu dia memutari mobilnya dan masuk ke dalam mobil. Dia menyalakan mesin mobil, setelah mereka memakai sabuk pengaman, Gavin langsung melajukan mobilnya.


''Kita mau kemana, Vin?'' tanya Raiza setelah mobil mereka memasuki jalanan beraspal,


''Nanti juga bakalan tahu!'' jawab Gavin seadanya.


Mobil mereka berhenti di lampu merah, saat itu mata Raiza tidak sengaja melihat sang papa yang sedang adu mulut dengan beberapa orang berbadan tegap, Raiza langsung berdecak sebal, Gavin yang melihat Raiza berdecak seperti itu langsung mengikuti arah pandangannya, dia langsung mengerutkan keningnya saat melihat papa Raiza di tonjok oleh salah satu dari mereka.


''Itu bukannya papa kamu ya?'' tanya Gavin, Raiza langsung mengalihkan pandangannya dari sang papa dan menoleh ke arah Gavin,


''Iya, biarkan saja dia mati di pukuli mereka!'' jawab Raiza dengan enteng. Gavin langsung melototkan matanya tidak percaya.


''Jangan bercanda Za, walaupun begitu dia tetap papa kamu loh, cuma dia yang kamu punya saat ini selain Raizel,'' ujar Gavin mengingatkan. Raiza langsung menatap tajam ke arahnya. Gavin langsung salah tingkah di tatap seperti itu oleh seorang wanita, dia langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


''Jangan salah paham Za, aku hanya ingin menolong orang yang sedang di pukuli seperti itu,'' ucap Gavin membela diri.


''Terserah!'' ujar Raiza sambil menatap lurus ke depan.


Gavin langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan. Setelah itu langsung membuka pintu mobilnya, dan berlari ke arah papa Raiza yang sudah babak belur di pukuli oleh orang orang tersebut.


''Berhenti!'' teriak Gavin membuat mereka semua langsung menoleh ke arahnya. Gavin langsung berjalan ke arah mereka dengan gaya angkuhnya sambil mengusap hidung mancungnya.


''Apa yang terjadi?'' tanya Gavin setelah berdiri di depan mereka, Gavin membantu papa Raiza untuk bangkit berdiri. Raiza hanya mengamati tingkahnya dari dalam mobil.


''Orang ini sudah lama tidak bayar hutangnya, selalu saja banyak alasan saat di tagih.'' jawab salah seorang dari mereka. Gavin langsung menoleh ke arah papa Raiza yang sedang menunduk sambil meringis.


''Berapa hutangnya?'' tanya Gavin yang langsung mengeluarkan dompetnya saat salah satu dari mereka menyebutkan nominalnya.


''Ambil ini, dan cepat pergi dari sini!'' ujar Gavin sambil mengeluarkan beberapa lembar uang merah dari dalam dompetnya.


''Wahh.. Ini baru mantap, makasih bro!'' ucap mereka bersamaan dan setelah itu langsung pergi dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2