Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Di Culik


__ADS_3

Pagi ini Nara datang ke kantor sang papa untuk ikut meeting bersama, mulai hari ini Nara akan belajar di kantor sang papa sebelum dirinya menggantikan posisi sang papa.


Nara yang baru sampai di kantor langsung di sambut hangat oleh semua karyawan sang papa. dan asisten sang papa langsung membawanya ke ruang meeting karena meeting akan segera di mulai, Nara duduk di sebelah sang papa dan menyimak apa yang mereka bicarakan, setelah meeting selesai papa Tana mengajak sang puteri untuk ke ruangannya bersama dengan sang asisten.


Asisten papa Tama di tugaskan untuk mengajari sang puteri, sang Asisten beberapa kali menghela nafasnya, membuat papa Tama hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil membaca beberapa berkas yang ada di depannya.


''Belajarnya udahan ya, pa? kepala Nara jadi tambah pusing jika terus melihat berkas berkas ini!! rengek Nara untuk yang kesekian kalinya kepada sang papa, namun sang papa hanya meliriknya sekilas sambil terus fokus kepada berkas yang ada di tangannya. Nara yang sudah bosan dan lelah langsung menatap asisten sang papa yang ada di dekatnya.


''Pak, besok lagi ya di lanjut!! saya lelah mau segera istirahat!! ucap Nara sambil memasang wajah iba kepada sang asisten. membuat sang asisten langsung menatap bos nya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Papa Tama meletakkan semua berkas berkasnya, setelah itu berjalan ke arah Nara.


''Kamu boleh pulang dan istirahat, nanti papa suruh supir yang antar kamu pulang, sayang!! kata sang papa yang membuat wajah Nara langsung berbinar.


''Tidak perlu, pa!! Nara mau naik taksi aja, soalnya Nara mau ke kantor Agam dulu!! ucap Nara yang langsung mencium pipi sang papa dan kemudian langsung pergi dari ruangan tanpa mendengar jawaban dari sang papa.


Nara berdiri di pinggir jalan sambil memegang ponselnya dan mengabari Agam jika dia akan datang ke kantor sekarang, tak lama kemudian sebuah taksi langsung berhenti tepat di depannya, Nara langsung masuk tanpa melihat plat taksi tersebut. Dia sibuk berbalas pesan dengan suaminya.


Sang supir langsung meliriknya dari kaca spion, kemudian tersenyum licik dari balik maskernya, akhirnya setelah lama dia mengintai mangsanya masuk juga ke dalam perangkapnya.


Nara langsung memasukkan ponselnya ke dalam tas setelah selesai berbalas pesan dengan sang suami, setelah itu dia melihat ke arah jendela, namun dia heran karena jalan yang di lalui tidak seperti jalan menuju ke kantor suaminya. Nara langsung bertanya kepada sang supir. namun sang supir hanya diam. Nara menjadi panik dan langsung terkejut saat melihat sang supir nembuka topi dan maskernya. sang supir menoleh ke arahnya sambil tersenyum sinis.


''Miranda..!! ucap Nara terkejut sambil meremas pelan tasnya.


''Halo, Nara!! setelah sekian lama terus mengintaimu akhirnya hari ini kita bisa bertemu juga ya!! ucap Miranda sambil tertawa seperti seorang psycopath, membuat Nara yang berada di kursi penumpang langsung merinding.


''Ka..ka..kamu jangan macam macam ya, Mir!! ucap Nara dengan panik, Nara merasa takut dan tangannya langsung keringat dingin. Miranda yang melihat wajah panik Nara dari kaca spion langsung tertawa dengan terbahak bahak.

__ADS_1


''Tidak seharusnya kamu datang di antara aku dan Agam, kamu tahu jika aku dan Agam itu saling mencintai, tapi kerena kamu terus menggodanya, akhirnya Agam pergi meninggalkanku!! ucap Miranda sambil menangis.


''Dasar wanita murahan..!! teriak Miranda dengan wajah sadis dan penuh emosi.


Nara yang melihat perubahan aneh Miranda langsung ketakutan, Nara langsung mengirim pesan kepada Agam tanpa sepengetahuan Miranda. Tak lama berselang Miranda langsung menghentikan taksinya di sebuah rumah kosong, Nara mengirim sharelock kepada Agam saat Miranda keluar dari dalam taksi.


Miranda menelfon seseorang, setelah itu langsung membuka pintu dan menyuruh Nara untuk keluar, Nara yang sudah keluar pun langsung kabur namun seorang pria yang baru datang membuatnya langsung menghentikan langkahnya.


Miranda menyuruh orang tersebut untuk membawa Nara masuk ke halaman rumah kosong tersebut, Nara terus memberontak namun pria tersebut semakin kuat memegang tangannya.


Nara langsung di ikat di atas kursi , kemudian pria itu langsung pergi dari tempat itu. Miranda berjalan mendekat ke arah Nara yang sedang berusaha untuk lepas dari ikatan itu,


Miranda langsung mencengkram dagu Nara membuat Nara langsung mendongak ke arahnya,


''Aku tidak menyangka, ternyata seorang pelayan dari Agam Lawrenz adalah seorang puteri konglomerat!! sungguh hebat ya penyamaran kamu!! ucap Miranda sambil terus mencengkram dagu Nara dengan kuat, membuat Nara langsung meringis kesakitan.


''Mira, please jangan main main sama itu!! pinta Nara sambil menangis namun Miranda hanya tersenyum sinis menatapnya sambil mengelus ngelus pistolnya itu.


Setelah puas mengelus pistolnya, Miranda langsung mengarahkan pistolnya ke arah Nara. membuat Nara langsung refleks memejamkan kedua matanya


''Bisa kita mulai sekarang? tanya Miranda sambil bersiap untuk menarik pelatuknya. namun tiba tiba suara seorang pria langsung menghentikan aksi gilanya itu.


''Hentikan..!! teriak Agam yang baru datang dengan nafas ngos ngosan. Miranda langsung menoleh ke arah Agam, sementara Nara langsung membuka matanya setelah mendengar suara sang suami.


''Sayang?? ucap Miranda dengan tersenyum lebar, kemudian langsung menurunkan pistolnya dari kepala Nara, Miranda berjalan beberapa meter ke arah Agam, membuat Agam langsung waspada.

__ADS_1


''Apa yang kamu lakukan, Mir? tanya Agam dengan wajah menahan amarah, namun Miranda hanya tersenyum sambil terus menatapnya.


''Aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sejak lama, sayang!! aku harus menyingkirkan pengganggu itu di antara kita!! jawab Miranda sambil menunjuk ke arah Nara.


''Omong kosong, lepaskan Nara sekarang juga Mira!! pinta Agam namun bukannya takut dan melepaskan ikatan Nara, Miranda malah tertawa terbahak bahak.


''Aku akan melepaskannya setelah aku membunuhnya, sayang!! ucap Miranda sambil mengarahkan kembali pistolnya ke arah Nara.


''Jangan, Mira!! teriak Agam dengan panik, namun Miranda tidak menghiraukannya, dan terus menarik platuknya dan langsung melepaskannya ke arah Nara.


Dor..!!


''Nara..!! teriak Agam dengan histeris


Nara yang menutup ke dua matanya langsung segera membukanya ketika tubuhnya tiba tiba di peluk oleh seseorang.


''Irvan..!! ucap Nara terkejut sambil menatap wajah Irvan yang tersenyum ke arahnya. Irvan yang dari tadi terus memantau Miranda dan Nara dari balik tembok langsung berlari ke arah Nara dengan kencang saat Miranda mulai melepaskan pelatuknya, Irvan langsung memeluk Nara dan mengorbankan punggungnya yang tertembak oleh Miranda.


Miranda langsung terkejut karena Irvan datang dan melindungi Nara. Miranda langsung menjatuhkan pistolnya sambil menatap nanar ke arah Irvan.


Tak lama kemudian polisi datang dan langsung mengamankan Miranda, Agam langsung berlari ke arah Nara dan melepaskan ikatan talinya, setelah terlepas Nara langsung menghampiri Irvan yang tergeletak di sebelah kakinya sambil terus tersenyum menatap Nara.


''Irvan, bertahan Van!! kita ke rumah sakit sekarang!! ucap Nara sambil menangis dan mengangkat kepala Irvan


''A..a..aku se..na..ng bi..sa.. me..nye..la..mat..kan..mu!! ucal Irvan terbata bata sambil terus menatap mata Nara.

__ADS_1


beberapa polisi langsung datang untuk mengangkat Irvan dan membawanya kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Nara dan Agam pun langsung mengikutinya


__ADS_2