Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Wanita Menyebalkan


__ADS_3

''Wanita Ja-lang itu tidak pantas menjadi ibu dari anak anaknya Agam, hanya aku yang pantas untuk Agam, dan hanya aku seorang yang pantas menjadi ibu dari anak anaknya Agam!'' teriak Kayla tanpa rasa takut,


''Berani sekali kau mengatakannya seperti itu, apa kau sudah bosan hidup?'' tanya Gavin tanpa melepaskan cengkraman tangannya dari rambut hitam milik Kayla.


''Baiklah, kalau begitu aku akan membuatmu segera bertemu dengan malaikat Izrail!'' lanjut Gavin lagi dengan seringai liciknya. Kayla hanya menggeleng gelengkan kepalanya. Gavin langsung berdiri tegak dan segera keluar dari dalam ruangan tersebut, Gavin langsung menutup kasar pintu ruangan tersebut, Kayla akhirnya bisa bernafas lega saat melihat kepergian Gavin yang sudah seperti seorang psycopath tersebut.


Gavin pergi menemui Raka yang sedang duduk di sofa sambil menatap ponselnya. ''Apa mereka sudah menemukan Eric?'' tanya Gavin yang langsung duduk di sebelahnya, dan langsung meraih minuman kaleng yang ada di atas meja dan langsung menenggaknya hingga tandas.


''Apa menghadapi wanita seperti itu membuat tenggorokanmu begitu kering?'' tanya Raka dengan kekehan kecil.

__ADS_1


''Lebih baik aku membunuh beberapa orang lawan, dari pada harus menghadapi wanita menyebalkan seperti itu!'' jawab Gavin enteng sambil melemparkan kaleng kosong ke arah tempat sampah yang tidak jauh dari tempatnya berada.


🌺🌺🌺


Di tempat lain, Nara yang sedang duduk di kursi makan, hanya menatap nanar ke arah makanan yang sudah tersaji rapi di atas meja makan, dia terus teringat akan ucapan Abi yang terus memintanya untuk ikut ke Indonesia menemui seorang Klien pentingnya yang ada di sana.


''Ayolah Nara, ini hanya untuk beberapa minggu saja, sekalian aku ingin berlibur ke sana bersamamu!'' ujar Abi sambil terus membujuknya agar mau ikut pergi ke Indonesia bersamanya.


Abi yang tidak bisa melihat Nara terus terusan kesal seperti itu, akhirnya mengalah juga, dia akan pergi ke Indonesia untuk menemui Kliennya hanya seorang diri saja, sementara Nara tetap berada di sini.

__ADS_1


''Kenapa kau hanya menatap makananmu seperti itu?'' tanya Abi yang baru datang dan segera menarik kursi yang berada di depannya.


''Ayo segera di makan!'' ujar Abi lagi yang terus menatap Nara yang hanya diam sambil menopang dagunya.


''Baiklah, aku minta maaf karena sudah terus terusan memaksamu untuk ikut bersamaku ke Indonesia.'' kata Abi dengan tulus, Nara hanya meliriknya sekilas tanpa berniat menjawab permintaan maaf Abi barusan.


''Tidak bagus buat ibu hamil terus terusan kesal seperti itu, apa kau ingin bayimu ikut ikutan kesal sepertimu?'' tanya Abi sambil menarik gemas hidungnya, membuatnya langsung mencebik ke arah Abi yang sedang tertawa sambil terus menatapnya.


''Baiklah, aku akan memaafkanmu demi bayiku ini!'' ujar Nara membuat Abi langsung tertawa lagi, Mereka akhirnya makan seperti biasanya lagi, Abi sungguh merasa tidak nyaman saat Nara hanya mendiamkannya begitu saja. Dia merasa ada yang kurang saat melihat Nara hanya diam saja tanpa mau menatap ke arahnya saat sedang di ajak berbicara. Akhirnya Abi mengalah dan tidak akan mengajaknya lagi ke Indonesia.

__ADS_1


''Sepertinya aku harus berterima kasih kepada bayimu itu, karena dirinya kau mau memafkanku, aku jadi tidak sabar ingin segera melihatnya lahir ke dunia ini!'' ungkap Abi sambil tersenyum, Nara hanya menatapnya sekilas dan terus memakan makanannya tanpa menanggapi ucapan Abi barusan.


__ADS_2