Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Dikutuk Jadi Malin Kundang


__ADS_3

''Apa yang sedang kau lakukan di sini?'' tanya Gavin sambil memandang seorang pria yang tampak tidak beraturan sedang duduk termenung di dapur, dengan rambut acak acakan sudah seperti orang yang tidak waras saja.


''Bagaimana lagi caraku untuk bisa menemukan Nara? Apa aku harus menculik Papa Tama, agar dia mau memberitahukan keberadaan Nara?'' tanya Agam dengan frustasi sambil mengacak ngacak rambut hitamnya.


''Coba saja kalau kau berani!'' jawab Gavin tanpa menoleh ke arahnya.


''Sudah sembilan bulan Nara pergi dariku, dan selama itu juga orang orangku tidak bisa menemukan keberadaannya, dan itu semua pasti karena ada campur tangan dari si tua bangka itu,


Plok..!!!


''Apa yang kau lakukan?'' kesal Agam sambil memegangi tengkuknya yang terasa sakit karena barusan di pukul dengan keras oleh sepupunya itu.

__ADS_1


''Jaga bicaramu, tua bangka itu adalah mertuamu, memangnya kau mau di kutuk jadi Malin Kundang?'' ujar Gavin sambil berjalan ke arah kulkas untuk mengambil minuman dingin.


''Aku lebih baik di kutuk jadi Malin Kundang dari pada harus hidup tanpa Nara,'' ucap Agam yang membuat Gavin langsung tersedak minumannya sendiri. Gavin langsung terbatuk batuk sambil memukul mukul pelan dadanya.


''Dasar tidak waras!'' gerutu Gavin setelah batuknya mereda. Agam tidak menanggapinya dan hanya memandangnya dengan wajah sendu, karena tiba tiba saja terbayang dengan wajah istrinya yang selalu dirindukannya siang dan malam itu.


''Kenapa tiba tiba perutku terasa mulas seperti ini!'' Agam langsung berlari cepat dan masuk ke dalam kamar mandi.


''Hah, kenapa perutku sakit sekali seperti ini?'' Agam mengaduh sambil terduduk lemas di atas lantai di depan pintu kamar mandi, dia sampai mengeluarkan keringat dingin karena rasa sakit pada perutnya, ini adalah pertama kalinya dia merasakan mulas seperti ini. ''Kenapa sakit sekali!'' teriaknya lagi sambil mengejan.


Gavin yang sedang bersantai di depan televisi, langsung berlari untuk melihat Agam yang sedang berteriak kesakitan, ''Apa yang terjadi?'' tanya nya dengan raut wajah panik sambil memegangi lengan Agam.

__ADS_1


Agam hanya menggelengkan kepalanya dengan lemas, karena sungguh rasa mulas yang ada di perutnya, membuatnya kehilangan banyak tenaga, dia sudah seperti seseorang yang mengejan akan melahirkan.


''Jangan jangan kau mau berubah menjadi Malin Kundang?'' tanya Gavin dengan panik sambil melebarkan bola matanya dengan sempurna, Agam yang mendengarnya hanya melirik sekilas ke arahnya. Sepertinya Sepupunya itu benar benar sudah tidak waras, buktinya saat saat seperti ini saja, dirinya masih bisa mendongeng seperti itu.


''Haduhh, apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika kau berubah menjadi Malin Kundang?'' tanya nya dengan panik sambil berjalan mondar mandir di depan Agam yang sudah terlihat pucat karena rasa mulas di perutnya.


''Kau bisa diam tidak, kepalaku jadi tambah pusing karena melihat kelakuan konyolmu itu!'' ucap Agam datar, membuat Gavin langsung menghentikan aksi mondar mandirnya.


''Baiklah, apa kau membutuhkan seorang Dokter?'' tanya Gavin sambil menyengir.


''Tidak perlu, sekarang bawa saja aku ke kamar, aku ingin istirahat!'' pinta Agam sambil beranjak berdiri dan memegangi perutnya yang masih terasa mulas, Gavin langsung membantunya berdiri dan segera memapahnya menuju kamar utama.

__ADS_1


__ADS_2