
''Tidak..!'' bentak Agam dengan spontan, membuat Nara langsung terdiam seketika, dan wajahnya tiba tiba saja berubah menjadi sendu dengan mata mulai berembun, Agam yang menyadari bahwa dirinya sudah membentak sang isteri, langsung meminta maaf, ''Maaf sayang, aku tidak sengaja!'' namun Nara hanya diam sambil menangis tersedu sedu, membuat Agam langsung panik dan segera memeluk isterinya itu, ''Sudah sayang, jangan menangis lagi ya, aku kan sudah minta maaf.'' Nara semakin kencang menangis saat Agam meminta maaf kepadanya, ''Baiklah sayang, aku akan menuruti keinginanmu untuk memakai benda itu!'' ucap Agam dalam satu tarikan nafas yang berhasil membuat Nara langsung berhenti menangis sekejab, Nara langsung tersenyum menatapnya, ''Benarkah?'' Agam hanya mengangguk pasrah, ''Tadi dia menangis dengan sangat kencang, setelah itu langsung berhenti dan tersenyum seperti tidak ada beban! Apa semua ibu hamil seperti itu?'' tanya Agam pada dirinya sendiri.
''Tara....!'' Nara langsung bersorak senang saat melihat tampilan suaminya itu setelah di dandani olehnya, Agam hanya merengut sambil mengumpat di dalam hatinya, karena dia sudah seperti seorang wa-ria yang sedang menja-jakan dagangannya, dengan memakai lingerie plus make up dengan warna lipstik merah menyala, dia langsung bergidik ngeri saat melihat tampilannya di kaca yang ada di depannya, sedangkan Arisha hanya tertawa saat melihat Daddy nya berubah menjadi sangat cantik. ''Sayang, sudah yah, aku mau ganti baju sekarang!'' begitulah yang terus di ucapkan Agam saat melihat isterinya itu terus memandangnya sambil tersenyum dengan wajah berbinar.
''No..no..no.. Pokoknya baju itu tidak boleh di lepas sampai aku puas melihatmu, sayang!'' Nara bersikeras tidak mau membiarkannya melepas lingerie itu dan menghapus hasil karyanya di wajah tampan sang suami. Membuat Agam hanya menghela nafasnya berulang kali dengan kasar.
πΊπΊπΊ
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian, anak kedua mereka yang berjenis kelamin lelaki telah lahir ke dunia ini dengan sehat dan juga tampan, ''Terima kasih sayang, karena sudah memberiku seorang puteri dan putera yang sangat cantik dan juga tampan. Bayi gembul itu lahir tepat di saat Mommy nya sedang berada di acara pernikahan Raka dan juga Raizel, setelah Raka selesai mengucapkan ijab kabul, di saat itu juga Nara mengalami kontraksi hebat dan langsung di larikan ke Rumah Sakit, jadilah mereka semua berada di Rumah Sakit untuk menemani Nara yang akan melahirkan.
''Selamat ya, Nara!'' ucap seorang pria tampan yang baru datang sambil membawa sebuah buket bunga yang sangat indah,
''Abi, kau ada di sini?'' tanya Nara sambil tersenyum karena tidak menyangka bisa bertemu dengan pria baik nan tampan itu lagi setelah beberapa bulan tidak pernah bertemu.
''Siapa nama jagoan kecil ini?'' tanya Abi sambil mengelus pipinya yang gembul, tiba tiba dia teringat dengan kejadian beberapa bulan yang lalu saat Nara melahirkan Arisha, ''Oh ya, kemana puteri cantikku itu? Kenapa aku tidak melihatnya?''
__ADS_1
''Aku di sini, Papa Bi!'' teriak Arisha yang baru keluar dari dalam kamar mandi, Arisha langsung berlari dan memeluknya, mereka berdua saling melepas rindu karena sudah lama tidak berjumpa, dan mereka semua yang ada di dalam ruangan itu langsung tersenyum saat melihat Abi dan juga Arisha yang sudah seperti prangko.
Agam juga ikut tersenyum sambil menggenggam tangan sang isteri dengan lembut. Dia sangat bersyukur karena memiliki isteri seperti Nara, walaupun sempat terjadi acara kabur kaburan, tapi kali ini dia berjanji tidak akan membiarkan isterinya itu untuk kabur lagi darinya. Dia langsung teringat kembali saat pertemuan pertamanya dengan sang isteri, dan saat pertama kali dia menawarkan pekerjaan untuknya, yaitu menjadi Pelayan nya, ''I love you, Pelayan Tuan Muda!'' ucapnya dalam hati sambil tersenyum bahagia,
πΊ TAMAT πΊ
Terima kasih yang sudah mau mengikuti kisah Nara dan Agam sampai tamat, semoga kita sehat selalu ya πππ
__ADS_1