
Papa Tama berjalan ke atas podium, dan seorang pria langsung memberikannya sebuah mikrofon. Papa Tama pun mulai membuka acara penyambutan malam ini.
''Selamat malam kepada semua rekan rekan dan juga teman teman sekalian, terima kasih karena sudah berkenan untuk hadir di acara saya malam ini yaitu acara penyambutan puteri saya pewaris tunggal dari Arkhatama Group dan juga perayaan hari ulang tahun Arkhatama Group yang ke 30, Baiklah kalau begitu, tak banyak kata yang bisa saya ucapkan malam ini, mari langsung saja saya perkenalkan puteri tunggal saya yang selama ini saya tutup identitasnya dari masyarakat dan juga publik karena suatu alasan, dan malam ini izinkan saya untuk memperkenalkan puteri tercinta saya kepada seluruh publik dan inilah dia puteri tunggal saya NARAYA PUTRI ARKHATAMA pewaris tunggal Arkhatama Group,'' ucap sang papa sambil mempersilahkan Nara untuk naik ke atas podium, semua wartawan langsung berebut untuk mengambil foto sang pewaris tunggal Arkhatama Group. Nara langsung berdiri di samping sang papa dengan senyum terkembang,
''Selamat malam semuanya, terima kasih untuk acara sambutannya malam ini, perkenalkan saya adalah Naraya Putri Arkhatama, pewaris tunggal Arkhatama Group berikutnya, mohon bimbingan dan kerja samanya agar saya bisa memimpin perusahaan dengan sebaik mungkin, terima kasih!'' ucap Nara dengan tersenyum manis sambil menatap semua orang yang berada di depannya.
Semua orang langsung bertepuk tangan setelah Nara mengucapkan terima kasih, banyak putera dari kolega bisnis sang papa yang terpesona akan kecantikan dari seorang Naraya, ada juga teman teman arisan sang mama yang ingin menjadikannya sebagai menantu,
Mereka semua yang ada di dalam gedung langsung menyanjung sang pewaris utama Arkhatama Group, dan para wartawan terus saja tak henti henti untuk mengambil potret sang puteri.
Sementara di barisan pojok paling belakang dua orang wanita yang tadi sedang mencari seseorang langsung syok ketika melihat orang yang di carinya dari tadi ternyata berada di atas podium sambil tersenyum dengan manisnya. mereka saling pandang dan beberapa kali mengucek kedua matanya,
''Gu..gu..gue gak salah lihat kan Mik?'' tanya seorang wanita yang memakai gaun silver sambil menutup mulutnya tidak percaya.
''Cubit gue sekarang Ly!'' ucap si wanita yang memakai gaun berwarna tosca sambil menatap kosong ke arah podium.
''Aw.. sakit Lily!'' teriak Mika sambil melotot ke arah Lily,
''Kan tadi lo yang nyuruh, bege!'' kata Lily sambil menyengir. Mereka terus menatap Nara dengan pandangan yang sulit di artikan.
__ADS_1
Semua orang langsung berhenti berbicara ketika mendengar suara Rey Arkhatama lagi, pandangan mereka langsung tertuju ke arah podium kembali.
''Perhatian untuk semuanya, malam ini setelah saya memperkenalkan puteri tercinta saya, saya juga ingin memperkenalkan menantu saya kepada publik, dan ini dia menantu saya, Agam Lawrenz pewaris tunggal dari Lawrenz Group.
Semua orang langsung bertepuk tangan, dan para putera dari kolega bisnis sang papa langsung lemas ketika mendengar bahwa seorang puteri yang baru mulai mereka kagumi ternyata sudah bersuami,
''Wahh.. keren yah! puteri konglomerat menikah dengan putera konglomerat juga. pasti kekayaannya tidak terhitung berapa banyak!'' ujar si ibu yang memakai barang barang branded mulai dari baju, tas sepatu dan juga jam tangannya
''Iya, dan pasti hartanya juga tidak akan habis habis sampai 10 turunan 10 tanjakan dan 10 belokan!'' ucap salah seorang ibu yang memakai perhiasan glamour sambil cekikikan.
Lagi lagi pernyataan dari seorang pembisnis terkenal, Rey Arkhatama barusan membuat Mika dan Lily langsung melongok lagi, belum hilang rasa terkejut mereka tadi, sekarang mereka malah di buat terkejut lagi dengan pernyataan barusan.
Para pemuda yang tadinya antusias juga sekarang pada terlihat tidak bersemangat.
''Definisi dari kalah sebelum bertanding ini mah namanya!'' ucap salah seorang pemuda yang memakai tuxedo berwarna navy, dan pemuda yang lain hanya tersenyum miris menimpalinya sambil menatap ke arah pasangan yang malam ini menjadi sorotan publik.
''Baiklah semuanya, sekian dulu acara penyambutan untuk puteri dan menantu saya malam ini, dan acara resepsi mereka akan segera di langsungkan beberapa minggu lagi, Sekarang mari kita lanjutkan dengan acara perayaan ulang tahun Arkhatama Group ke 30, kepada pembawa acara saya persilahkan, dan terima kasih atas perhatiannya untuk malam ini, selamat malan dan selamat menikmati acara ini!'' ucap papa Tama dan kemudian langsung turun dari podium bersama dengan Nara dan Agam.
Mereka langsung berhambur bersama kolega sang papa, Agam juga membawa Nara kepada beberapa kolega bisnisnya yang hadir di acara tersebut,
__ADS_1
Mika dan Lily terus menatap Nara dengan pandangan tidak suka,
"Seharusnya gue yang berada di samping Tuan Lawrenz, dasar si pelakor ya, dulu dia merebut Irvan dari gue sekarang dia juga merebut Agam dari gue!'' ujar Lily sambil terus menatap sinis ke arah Nara.
"Hei, jangan ngaco bege! Tuan Lawrenz itu bukan pacar lo, jadi jangan bilang kalau si Nara itu pelakor!'' kata Mika yang tidak setuju dengan ucapan Lily barusan.
"Ck, apaan si Mik, sirik aja lo! maksud gue itu pacar halu, ngerti gak lo?'' tanya Lily dengan kesal
"Dasar kang halu!'' ujar Mika dengan sewot, kemudian mereka saling pandang dengan sinis sambil bersedakap dada, dan beberapa detik kemudian mereka langsung tertawa bersama.
Mereka semua menikmati pesta dengan suka cita termasuk Agam dan Nara, mereka terlihat sangat bahagia malam ini. Setelah acara selesai, semua keluarga besar langsung berkumpul di ruangan utama gedung ini, Termasuk Raka yang saat ini sedang bercanda bersama Nara, mereka berdua tampak sangat akrab dan saling tertawa bersama membuat Agam yang sedang berbicara dengan Gavin langsung menatap nya tidak suka.
''Ehemm.. kok tiba tiba panas ya!'' ucap Gavin mengibas ngibaskan tangannya ke depan wajahnya sambil melirik Agam yang sedang fokus ke arah Raka dan Nara.
Agam langsung melotot ke arahnya, dan Gavin hanya nyengir sambil mengangkat kedua jari nya membentuk huruf V. Agam langsung beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Gavin sendirian, dia berjalan ke arah tempat duduk Nara dan Raka,
''Hai, sayang!'' ucap Agam sambil mendudukkan bokongnya di sebelah Nara dan tangannya langsung melingkar di pinggangnya, membuat Nara langsung menoleh ke arah sang suami sambil menautkan kedua alisnya.
''Aku kesana dulu ya Ra, Gam!'' pamit Raka kepada pasangan pengantin baru itu.
__ADS_1
Raka menghampiri Gavin yang sedang duduk sendirian, mereka akhirnya mengobrol bersama, Raka merasa cocok berbicara dengan sepupunya itu, padahal mereka baru pertama kali ini bertemu.