
Malam semakin larut akhirnya semua keluarga pamit untuk pulang ke rumah mereka masing masing.
Raka juga pamit untuk pulang ke apartemen milik sang papa yang sekarang menjadi miliknya, dia memilih untuk tinggal di apartemen karena jarak nya yang sangat dekat dengan perusahaan sang sepupu.
Raka terus memacu mobilnya menuju apartemen, namun tiba tiba di jalan sepi mobilnya di stop oleh seorang wanita, Raka langsung mengerem mobilnya dengan mendadak, kemudian wanita tersebut langsung mengetuk kaca mobilnya dengan tidak sabaran, membuat Raka langsung menurunkan kaca mobilnya.
''Tolongin aku, aku lagi di kejar penjahat!'' ucap sang wanita dengan wajah paniknya, Raka langsung menoleh ke arah lain dan mendapati beberapa pria berbadan besar sedang berlari ke arah mereka.
''Ayo naik!'' perintah Raka dan langsung membuka kunci pintu mobilnya, sang wanita langsung naik ke dalam kursi penumpang setelah itu mobil melaju dengan kencang membuat para pria yang mengejar mereka langsung meninju tangan ke udara.
Di dalam mobil sang wanita akhirnya bisa bernafas lega karena akhirnya dia bisa lolos dari kejaran pria pria tadi. Raka meliriknya dari kaca spion
''Kau mau turun dimana?'' tanya Raka kemudian membuat sang wanita langsung menoleh ke arahnya sambil nyengir.
''Aku tidak tahu!'' jawabnya singkat
Raka langsung mengernyitkan keningnya dan kemudian langsung berhenti di depan.
''Kok kita berhenti?'' tanya sang wanita sambil menoleh ke arah Raka
''Sebaiknya kau turun di sini! soalnya aku lagi buru buru mau segera pulang!'' ucap Raka dengan wajah datarnya dan membuat si wanita langsung menelan saliva nya dengan susah payah, dia melirik ke sekitar dan bulu kuduknya langsung merinding kemudian langsung menatap Raka dengan wajah memelas.
''Aku takut turun di sini! please, antar aku pulang Tuan!'' pinta sang wanita sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Raka menghela nafasnya kasar sambil menghidupkan mesin mobilnya kembali.
__ADS_1
"Sebutkan alamat!'' perintah Raka dengan wajah datarnya. si wanita pun langsung menyebutnya dengan cepat karena takut si tuan supir berubah fikiran. Di dalam mobil mereka berdua saling terdiam dengan fikiran masing masing.
Sesampainya mereka di sebuah gang, Raka langsung nenghentikan mobilnya.
"Turun sekarang!'' perintah nya masih dengan wajah datar tanpa menoleh sedikit pun, pandangannya lurus ke depan. Si wanita langsung membuka pintu mobilnya, sebelum keluar dia mengucapkan terima kasih, namun Raka hanya berdehem tanpa mengatakan sesuatu, akhirnya si wanita turun sambil menggerutu, Raka langsung melajukan mobilnya kembali begitu saja.
"Dasar manusia sombong!'' ucap si wanita sambil menendang kaleng minuman yang ada di depannya dengan sangat kuat.
"Woii.. siapa ini yang lempar kaleng ke kepala gue?'' teriak seseorang dari balik semak semak sambil menarik resletingnya dengan buru buru,
''Mati aku!'' ujar si wanita sambil membuka dan menenteng sendalnya kemudian berlari sangat kencang dan masuk ke dalam gang menuju rumahnya. setelah sampai di depan pintu rumahnya si wanita langsung terduduk di kursi teras rumahnya. dia merasa sangat lelah karena habis berlari.
''Hufftt... kenapa hari ini bisa sial banget sih!'' ucapnya sambil menyeka keringat yang ada di dahinya. setelah di rasanya tenang, dia langsung mengambil sebuah kunci dari dalam tas nya kemudian membuka pintunya dan masuk ke dalam rumahnya.
''Astaga, mama ngagetin aja deh!'' ucap nya sambil mengelus dada
''Ya ampun, maaf sayang mama gak bermaksud!'' ucap sang mama sambil memeluk sang puteri
''Kenapa kamu pulang larut malam Zel? terus bagaimana dengan pekerjaan kamu sayang?'' tanya sang mama lagi, Raizel langsung menangis sambil memeluk sang mama.
''Loh, kamu kok malah nangis sih Zel?'' tanya sang mama dengan panik.
''Hu..hu..hu.. mama! Maya jahat ma sama Izel, dia ngasih kerjaan haram buat Izel ma!'' ucap Raizel sambil menangis tersedu sedu, mama Raizel langsung syok mendengarnya.
__ADS_1
"Astagfirullah... Raizel! kok Maya tega banget sama kamu Zel?'' tanya sang mama sambil menenangkan sang puteri. Raizel pun akhirnya menceritakan semuanya, saat dia di kejar kejar oleh para pria pria berwajah sangar karena tidak mau melayani sang klien dan mencoba untuk kabur, hingga dia bertemu dengan seorang pemuda yang mau memberikan tumpangan dan nengantarnya pulang kerumah.
''Terus sekarang pemuda itu mana Zel?'' tanya sang mama yang ingin mengucapkan terima kasih kepadanya karena sudah menyelamatkan sang puteri dari kejadian itu.
''Ck, tidak perlu bilang makasih sama dia ma, karena tadi Izel uda bilang dan mama tau gak gimana reaksi dia?'' tanya Izel sambil mengelap ingusnya karena habis menangis tadi, sang mama langsung menggelengkan kepalanya.
''Waktu Izel bilang terima kasih, eh dia hanya berdehem doang ma, uda gitu nih ya ma, wajahnya itu Masya Allah..--''
''Ganteng banget ya Zel?'' tanya sang mama dengan antusias
''Datar ma, seperti jalan tol datar banget!'' jawab Raizel sambil membolakan kedua matanya dengan malas. sang mama hanya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Raka yang baru sampai di basement langsung masuk ke dalam apartemen, dia merasa sangat lelah dan mengantuk, Raka langsung mengganti bajunya dengan piyama tidur, setelah itu dia langsung memejamkan matanya untuk segera tidur, namun tiba tiba bayangan gadis yang di temuinya tadi langsung terlintas di fikirannya, Raka membuka kembali mata nya dan kemudian menarik nafasnya dengan kasar sambil menjambak rambutnya pelan.
''Haiss.. kenapa wajah gadis itu selalu muncul sih!'' ucapnya dengan frustasi karena setiap dia ingin memejamkan mata namun wajah gadis itu yang selalu muncul di fikirannya.
Sementara di tempat berbeda, tepatnya di kamar utama sang pengantin baru, Nara terus menggerutu kesal karena sang suami terus saja mengganggunya, Nara yang sudah merasa lelah dan mengantuk pun terpaksa menuruti keinginan Agam untuk yang kesekian kalinya, suaminya itu tak pernah absen untuk selalu olahraga malam. dan olahraganya itu tak pernah cukup hanya sekali dua kali saja. kata sang suami mereka harus lebih sering sering untuk bercocok tanam agar bisa cepat untuk panen, Aneh kan??
Emang, si Agam itu adalah manusia teraneh yang pernah Nara temui di muka bumi ini.
''Sayang, kenapa kamu bisa semenyenangkan ini sih, hanya berada di dekat kamu saja sudah bisa langsung membuat aku panas dingin begini,'' kata Agam di sela sela olahraganya, sementara Nara hanya menatapnya dengan malas.
''Gak usah modus, Gam! dasar kang modus!'' ucap Nara yang kemudian bibirnya langsung di cium oleh Agam dengan rakus.
__ADS_1
Akhirnya setelah pukul empat dini hari, olahraga malam mereka selesai juga, Nara yang sudah sangat lelah dan tidak memiliki tenaga lagi pun langsung tertidur tanpa menggunakan bajunya kembali, Agam hanya tersenyum melihatnya, setelah itu Agam langsung mengecup keningnya dengan sayang dan setelah itu langsung tidur menyusul sang isteri yang sudah ke alam mimpi sambil memeluknya dengan erat.