
Nara berdiri di depan pintu ruang kerja Agam, dia berjalan dengan garang sambil menatap tajam ke arah Agam yang sedang terlihat fokus menatap laptopnya, dia berjalan perlahan menuju meja kerja Agam.
Sesampainya di depan meja Agam, Nara langsung meletakkan kedua telapak tangannya di atas meja dengan badannya sedikit di bungkukkan di depan Agam membuat Agam langsung melirik sekilas ke arahnya lalu pura pura fokus lagi ke arah laptopnya, Agam menghindari tatapan Nara karena sejujurnya Agam tidak sanggup melihat wajah Nara yang kesal seperti itu, Agam sungguh ingin tertawa di buatnya namun di tahannya dengan sekuat tenaga.
''Kenapa kamar aku di kunci?'' tanya Nara sambil terus menatap Agam dengan posisi seperti itu.
Agam hanya mengangkat kedua bahunya dengan acuh kemudian langsung mengambil map yang ada disebelahnya dan pura pura membacanya, namun Nara langsung meraih map tersebut dan membuat Agam langsung menatap ke arahnya.
''Apa?'' bentak Nara membuat Agam langsung berjingkat kaget karena mendengar teriakan Nara. kemudian langsung menggelengkan kepalanya dan tersenyum kikuk.
''Kembalikan kuncinya sekarang!'' ucap Nara sambil menengadahkan tangannya ke arah Agam.
''Baiklah, tapi tidak semudah itu untuk mengambilnya kembali dariku!'' kata Agam sambil mengambil kunci dari dalam laci dan kemudian menggoyang goyangkannya tepat di depan wajah Nara.
Nara langsung mengulurkan tangannya untuk meraih kunci tersebut namun Agam lebih dulu menariknya dan segera menaruh nya di dalam saku celana. Nara langsung melongok melihat aksinya.
Agam berdiri dari kursinya dan ikut menumpuhkan kedua tangannya di atas meja sama seperti Nara, dia langsung mendekatkan wajahnya ke arah Nara sambil tersenyum penuh arti, membuat Nara langsung memundurkan wajahnya dan berdiri dengan tegak.
''Kalau begitu tidak perlu di kembalikan, aku akan kembali ke kamarmu!'' ucap Nara sambil membalikkan badannya dan melangkah keluar dari ruang kerja Agam dengan tergesa gesa.
Agam hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan isterinya itu,
"Ada apa dengannya?? tadi datang dengan wajah garang, sekarang pergi dengan wajah ketakutan!! Dasar aneh..!! kata Agam dalam hati.
Nara berlari ke arah kamar Agam, namun saat akan membuka pintu dia teringat akan kejadian tadi ketika berada di dalam kamar Agam, Dia langsung mengurungkan niatnya untuk membuka pintu, kemudian berjalan mondar mandir di depan pintu kamar Agam sambil mengetuk ngetukkan jarinya di dagu.
''Ngapain juga tadi aku harus nantangin itu setan yah, Jadi aku juga kan yang rugi! Ck, lagian Agam juga ngapain coba ikut ikutan nyebelin kayak itu setan sih, Haisss... Dasar sama sama setan!'' ucap Nara dengan lirih sambil membayangkan wajah Agam yang tersenyum mesum kepadanya.
__ADS_1
Nara yang mulai lelah karena terus mondar mandir pun akhirnya memutuskan untuk istirahat di sofa sejenak, namun karena kelelahan akhirnya dia sampai ketiduran di atas sofa.
Agam meregangkan kedua tangannya setelah selesai mengerjakan tugas tugasnya untuk meeting besok, dia langsung keluar dari ruang kerja karena merasa sangat lelah dan mengantuk, Agam melangkah melewati ruang keluarga, namun matanya tak sengaja melihat sang isteri tertidur di atas sofa, Agam mendekat dan mencolek colek bahunya untuk membangunkannya, namun bukannya bangun Nara malah menggeliat dan membuat gaun tidurnya jadi terangkat dan memperlihatkan paha Nara yang begitu menggoda imannya.
Agam menelan salivanya dengan susah, kemudian langsung mengusap wajahnya dengan kasar setelah itu dia kembali melihat paha Nara yang terekspos dan kemudian bergantian menatap bibir Nara yang berwarna pink alami tanpa lipstik itu.
Terus seperti itu sampai akhirnya Agam benar benar tidak tahan, tanpa berfikir panjang akhinya dia langsung mendekatkan wajahnya ke arah wajah Nara, namun saat tinggal beberapa senti lagi tiba tiba Nara terbangun dan langsung berteriak.
''Setan..!'' teriak Nara sambil mendorong tubuh Agam membuat Agam langsung terjengkang ke belakang dan mengadu sakit karena bokongnya mendarat sempurna di atas lantai. Nara langsung terbangun dan menghampiri Agam yang lagi kesakitan di atas lantai.
''Maaf.. maaf... Gam! aku tidak sengaja, aku fikir tadi setan beneran, soalnya tadi aku mimpi di kejar kejar setan!'' kata Nara sambil membantu Agam untuk berdiri.
''Mana ada setan tampan sepertiku!'' ucap Agam dengan sombong sambil berdiri dan kemudian menatap Nara yang langsung menunduk.
''Kenapa?'' tanya Agam dengan bingung
Agam langsung menunduk dan mengikuti arah telunjuk Nara yang menunjuk tepat ke arah juniornya, membuat Agam langsung menutupi juniornya dengan kedua telapak tangannya dan langsung pergi menuju kamarnya untuk segera menidurkan sang junior yang sudah terbangun sejak tadi.
"Kenapa wajahnya jadi memerah seperti itu?? dasar Aneh!! bathin Nara yang langsung pergi menyusul Agam ke dalam kamar.
Nara masuk ke dalam kamar Agam, hal pertama yang di lihatnya adalah jendela kaca yang tadi di ketuk ketuk oleh si etan.
''Amaaan..!'' ucap Nara mengelus dada dan langsung berjalan ke arah jendela kaca.
''Wahai setan, please jangan gangguin aku lagi ya tan, aku janji tidak akan menantangmu lagi?'' ucap Nara di depan jendela sambil menyatukan kedua tangannya untuk meminta maaf sama si etan yang tidak terlihat.
Setelah itu Nara duduk di depan cermin untuk segera memakai lotion dan skincare nya, tak lama kemudian Agam keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di pinggangnya, Nara yang melihatnya dari balik cermin pun langsung menutup kedua matanya dengan telapak tangannya.
__ADS_1
''Agaaamm, kenapa kamu tidak pakai baju sih?'' tanya Nara dari balik telapak tangannya.
''Aku lupa bawa baju ganti tadi karena lagi buru buru!'' jawab Agam sambil memakai bajunya.
''Ck, lagian kurang kerjaan banget sih mandi malam malam gini, kena asam urat baru tau rasa!'' omel Nara yang masih setia menutup matanya dengan kedua tangannya.
Agam yang sudah selesai memakai baju langsung berjalan ke arah Nara yang sedang duduk membelakanginya di depan cermin dengan sangat pelan, kemudian mendekatkan wajahnya di leher Nara yang membuat Nara terkejut dan langsung berdiri untuk kabur, Namun Agam menahan nya dengan melingkarkan kedua tangannya di perut dan memeluknya dari arah belakang Nara.
Nara langsung menurunkan tangannya dari wajahnya dan kemudian menatap wajah Agam dari cermin di depannya, Agam langsung menjatuhkan wajahnya di ceruk leher Nara dan juga menatap Nara dari cermin dengan pandangan yang sulit di artikan.
Mereka saling memandang dari cermin dan langsung terdiam untuk beberapa saat, Nara yang merasakan detak jantung Agam berdetak dengan sangat kencang dari balik punggungnya pun berusaha melepaskan pelukan Agam, dia bergerak untuk melepaskan diri tapi pelukan Agam semakin erat di tubuhnya,
''Jangan banyak bergerak karena kamu bisa membangunkannya lagi!'' ucap Agam di telinga Nara yang langsung membuat Nara seketika langsung menghentikan gerakannya.
''Aku menginginkanmu sekarang!'' lanjut Agam dengan suara yang mulai serak sambil menghirup aroma di leher Nara yang membuatnya semakin mabuk kepayang.
Nara langsung menolehkan wajahnya ke arah Agam yang sedang menciumi lehernya, tangannya langsung keringat dingin mendengar ucapan Agam barusan.
''A..a..aku belum siap Gam!'' ucap Nara sambil terbata bata, jantungnya langsung berdetak sangat kencang saat mengatakannya,
Agam langsung menghentikan aksinya menciumi leher Nara, dan langsung menatap wajah Nara dari cermin.
''Sampai kapan?'' tanya Agam dengan wajah kecewa
Nara hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu dan itu membuat Agam langsung menghembuskan nafas panjang dan perlahan melepaskan tangannya yang melingkar di perut Nara.
Kemudian berjalan mundur beberapa langkah, dan langsung naik ke atas ranjang sambil merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata untuk segera tidur, walau kenyataannya dirinya sedang tidak baik baik saja. Namun dia tidak mungkin memaksakan kehendaknya kepada sang isteri.
__ADS_1