
Setelah sampai di rumah, Gavin langsung memapah Agam masuk ke dalam kamarnya, dia langsung merebahkannya di atas ranjang,
''Apa perlu aku panggilkan dokter Lano?'' tanya Gavin yang merasa kasian saat melihat wajah pucatnya, Agam langsung mengangguk lemas karena dia merasa benar benar tidak mempunyai tenaga.
''Tunggu sebentar, aku akan segera menelponnya,'' ucap Gavin sambil merogoh ponsel yang ada di dalam sakunya.
Tak berselang lama, Dokter Lano tiba di rumah Agam, Gavin langsung menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam kamar dan memeriksa Agam,
''Apa yang terjadi padanya?'' tanya Gavin dengan cemas setelah Dokter Lano selesai memeriksanya,
''Tidak ada yang aneh pada tubuhnya, tekanan darahnya normal, dan dia juga tidak masuk angin,'' ujar Dokter Lano sambil mengerutkan keningnya menatap Gavin.
''Apa kau tidak salah? Lalu kenapa dia merasa mual dan muntah muntah terus selama beberapa minggu ini?'' tanya Gavin penasaran
''Sepertinya dia mengalami Couvade Syndrome.'' ujar Dokter Lano membuat Gavin langsung mengerutkan keningnya karena tidak mengerti.
''Penyakit apa itu? Kenapa aku baru mendengarnya?'' tanya Gavin sambil menggaruk dahinya yang tidak gatal.
''Couvade Syndrome atau yang lebih di kenal dengan kehamilan simpatik, adalah masalah yang terjadi pada pasangan pria dan wanita hamil yang mengalami gejala saat hamil. Memang, hal ini dapat membuat seorang pria mengalami gejala berupa mual mual, muntah dan yang lainnya.'' ujar Dokter Lano membuat Gavin melongok, sementara Agam yang dari tadi menyimak pembicaraan antara Gavin dan Dokter Lano hanya menaikkan sebelah alisnya.
''Maksudnya, gimana sih? Maksudnya Agam hamil gitu?'' tanya Gavin yang langsung mendapat tatapan tajam dari Agam,
''Haissshh.. Bukan seperti itu Tuan Gavin!'' ucap Dokter Lano sambil menepuk pelan dahinya karena mendengar ucapan Gavin barusan.
''Maksudnya, mungkin saja isteri Tuan Agam itu sedang hamil, tetapi Tuan Agam yang merasakan gejala gejalanya, begitu!'' jelas Dokter Lano
''Oh gitu, syukurlah jika Agam benar benar tidak hamil!'' ucap Gavin yang membuat Agam langsung melempar bantal ke arah sepupunya itu dengan kesal. Dokter Lano hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja, dan setelah itu langsung pamit untuk segera kembali ke rumah sakit lagi.
''Apa Nara hamil?'' tanya Gavin penasaran dan Agam hanya mengendikkan bahunya saja, karena jika benar isterinya itu sedang hamil pasti isterinya itu akan segera pulang dan segera menemuinya untuk memberitahukannya, namun kenyataannya sudah sebulan ini isterinya itu tidak ada kabar, bahkan ponselnya juga tidak pernah aktif.
__ADS_1
Gavin langsung memasukkan obat obat yang tadi di berikan oleh Dokter Lano ke dalam laci nakas, namun dia langsung mengernyitkan dahinya saat melihat beberapa foto yang ada di dalam laci nakas tersebut, dia mengambilnya dan mengeluarkannya untuk segera melihatnya. Namun natanya langsung melebar dengan sempurna saat melihat foto Agam dan Kayla yang sedang tidur bersama dengan pose yang sangat intim.
''I..ii..ini apa maksudnya, Gam?'' tanya Gavin sambil memperlihatkan foto tersebut di depan wajah Agam, Agam yang sudah memejamkan matanya langsung terlonjak kaget saat melihat dirinya sedang berpose seperti itu di atas ranjang.
''Kenapa bisa ada fotoku di sini bersama dengannya?'' tanya Agam sambil menatap Gavin
''Mana aku tahu, kenapa malah bertanya seperti itu padaku! Dasar aneh!'' sungut Gavin sambil mendudukkan bokongnya di sebelah Agam,
''Apa mungkin foto ini yang membuat Nara kabur dari rumah?'' Tanya Gavin membuat Agam langsung mengepalkan tangannya dengan erat, mereka berdua saling pandang dengan fikiran masing masing, namun tiba tiba ponsel Agam langsung berdering, Agam langsung meraihnya dan langsung menatap Gavin saat melihat nama seseorang yang menelfonnya. Gavin langsung menganggukkan kepalanya dan segera menyuruhnya untuk segera menjawabnya.
Agam langsung menggeser tombol berwarna hijau dan setelah itu langsung meloudspeakerkan nya,
''Hallo, Gam!'' sapa seorang wanita yang tak lain adalah Kayla.
''Aku ingin memberitahukanmu bahwa aku sedang hamil, Gam! Aku sedang mengandung darah dagingmu!'' ucap Kayla sambil terisak.
''Hallo, Gam! Apa kau mendengarku?'' tanya Kayla lagi karena tak kunjung mendapat jawaban dari Agam.
Agam langsung berdehem, ''Datanglah ke rumahku, aku ingin bicara denganmu! Ucap Agam dengan suara dinginnya, setelah itu dia langsung mematikan ponselnya begitu saja.
''Apa aku sedang bermimpi?'' tanya Gavin sambil menepuk nepuk pelan pipinya,
Agam langsung meraup wajahnya dengan kasar, sambil menyenderkan punggungnya di kepala ranjang, dia sungguh tidak tahu harus mengatakan apa lagi, apa mungkin dia seperti ini karena Kayla sedang mengandung anaknya, seperti yang di ucapkan Dokter Lano barusan,
''Kau tidak bisa membuat isterimu hamil, tapi kau malah membuat perempuan lain hamil!'' ucap Gavin sambil menggelengkan kepalanya karena tidak habis fikir.
Beberapa waktu kemudian Kayla telah sampai di rumah Agam, dia langsung menekan belnya sambil tersenyum sumringah, tak lama kemudian Gavin membukakan pintu untuknya dan langsung menyuruhnya untuk masuk ke dalam ruang kerja Agam dengan wajah datarnya, dia sungguh tidak menyukai Kayla, dia merasa bahwa Kayla adalah penyebab perginya Nara dari rumah ini.
🌺🌺🌺
__ADS_1
Di tempat berbeda, Nara dan Abi baru selesai mengunjungi salah satu klien di sebuah perusahaan terbesar yang ada di kota tersebut, setelah selesai Abi langsung mengajak Nara untuk makan bersama di sebuah restoran, saat berhenti di lampu merah matanya tidak sengaja melihat tukang sate yang ada di pinggir jalan, tiba tiba dia langsung menelan salivanya dengan susah payah saat melihat sang penjual mengoleskan bumbu pada daging yang sedang di bakarnya, Abi yang melihatnya begitu serius saat memandang keluar jendela langsung mengikuti arah pandangannya, dia langsung mengerutkan dahinya dan bergantian menatap Nara yang masih setia menatap daging sate yang sedang di bakar oleh sang penjual.
''Kenapa kau begitu serius memandang sate sate itu?'' tanya Abi membuat Nara langsung menoleh ke arahnya.
''Apa kau menginginkannya?'' tanya Abi lagi
''Iya, apakah boleh aku memakannya?'' tanya balik Nara dengan wajah penuh harap. Abi langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
''Tentu saja!'' jawab Abi sambil menepikan mobilnya di pinggir warung sate tersebut.
Nara langsung membuka safety beltnya dan segera turun dari dalam mobil. Dia langsung menghampiri sang penjual dan segera memesan sate untuk dirinya dan juga Abi.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya sate tersebut telah selesai di bakar, sang penjual langsung meletakkannya di atas piring dan segera menghidangkannya di atas meja lengkap dengan bumbu dan juga kawan kawannya.
Nara langsung menatap sate tersebut dengan mata berbinar, dia sungguh tidak sabar ingin segera menyantapnya, Abi yang melihatnya langsung melongok ke arah sate sate tersebut,
''Kau tidak salah memesan semua sate ini?'' tanya Abi sambil melihat beberapa macam sate yang ada di hadapannya, ada sate kambing, ada sate ayam, dan ada juga sate daging. Nara hanya menyengir sambil menggelengkan kepalanya.
''Ayo cepat makan, aku sudah tidak sabar melihatnya terus melambai ke arahku untuk segera di makan.'' ucap Nara dengan wajah berbinar
''Bagaimana timbangannya tidak naik, jika porsi makannya saja seperti kang kuli begini!'' ucap Abi lirih sambil mengusap tengkuknya yang tidak gatal.
''Kau bilang apa barusan?'' tanya Nara sambil melotot ke arahnya.
''Tidak ada, ayo segera habiskan semua sate ini, agar kau terlihat semakin sexy!'' ucap Abi pelan di telinga nya sambil tertawa membuat Nara langsung membuka lebar mulutnya untuk segera mengomelinya, namun Abi lebih dulu memasukkan sate kambing ke dalam mulutnya, membuat Nara langsung segera mengunyahnya, Abi hanya geleng geleng kepala sambil tertawa melihat tingkahnya.
Jangan lupa mampir kuy🙊
__ADS_1