
''Ada apa Ra?'' tanya Raka sambil menatap Nara dengan tersenyum
''Aku mau pamit pulang, soalnya mama Diana juga uda tidur!'' jawab Nara
"Oh, yaudah ayo biar aku antar!'' Tawar Raka sambil menutup pintu kamarnya.
"Eh, gak usa, aku biar pulang sendiri aja lagian kasian mama Diana nanti gak ada yang jagain, aku juga tadi uda pesan taksi kok!'' ucap Nara.
''Oh yaudah kalau gitu, kamu hati hati di jalan ya Ra! makasih loh uda nengokin mama!! sering sering main kemari!'' ucap Raka sambil mengantar Nara ke depan rumah.
''Iya tenang aja, lagian mama kamu itu kan juga mama aku! mama angkat maksud nya!'' ucap Nara sambil nyengir.
Setelah itu Nara langsung masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di depan rumah, dia langsung melambaikan tangan kepada Raka
Ketika di dalam taksi tiba tiba handphone nya langsung berdering, Nara langsung melihatnya dan ada beberapa panggilan tak terjawab dan ternyata itu dari Agam.
"Lebih baik gak usah gue angkat deh, palingan juga tanya lagi dimana, bathin Nara sambil memasukkan lagi handphone nya ke dalam saku celana.
Setelah beberapa menit akhirnya Nara sampai di rumah Agam.
Nara langsung masuk ke dalam rumah namun suara Agam membuatnya langsung menghentikan langkahnya.
__ADS_1
''Dari mana kamu, hemm? kenapa pergi tidak izin sama aku?'' tanya Agam sambil berjalan mendekat ke arah Nara.
Nara langsung mundur perlahan ketika Agam semakin mendekat. sampai akhirnya dia terpojok di dinding, Agam langsung mengunci tubuhnya dengan menumpuhkan tangan di dinding dekat kepala Nara.
''Ka..ka..kamu mau ngapain?'' tanya Nara terbata bata.
Agam terus menatap tajam ke arah mata Nara sambil menyunggingkan senyumnya membuat Nara semakin kikuk.
Agam terus mendekatkan wajahnya hingga nafasnya terasa menyapu seluruh permukaan wajah Nara dan membuat Nara langsung menutup matanya.
''Aku akan menghukummu karena pergi tanpa izin!'' ucap Agam ditelinga Nara yang membuat Nara merinding dan langsung melototkan matanya ketika mendengar ucapan Agam.
''Ikut aku sekarang!'' ucap Agam sambil menurunkan tangannya dari dinding.
Agam tidak menjawab pertanyaan Nara dan langsung saja menarik tangannya.
Nara langsung mengikuti langkah Agam. Nara menoleh dan langsung menghentikan langkahnya saat mereka berada di depan pintu kamar Agam.
''Kita ngapain ke kamar?'' tanya Nara yang mulai merasa cemas.
Agam tidak menjawabnya dan langsung membuka pintu kamarnya. Nara membeku di depan pintu membuat Agam langsung menoleh kebelakang.
__ADS_1
''Ayo cepat masuk!'' ucap Agam yang langsung menarik paksa tangan Nara sehingga membuatnya semakin merasa takut
''Agam please jangan apa apain aku Gam, jangan lakukan itu sama aku, masa depan aku masih panjang Gam.'' ucap Nara yang langsung menangis histeris sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
''Heh, kamu ngomong apa sih?'' tanya Agam sambil bersedekap dada dan mengamati tingkah Nara yang menurutnya aneh.
''Please Gam, jangan lakukan itu... itu dosa!'' Ucap Nara sambil terus memohon.
Agam yang mulai mengerti arah pembicaraan Nara pun langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil menyentil kening Nara.
''Awww.. sakit tauk.'' teriak Nara sambil memegangi keningnya.
''Makanya jangan mesum!'' kata Agam sambil naik ke atas tempat tidur dan membaringkan badannya di kasur.
''Eh, kamu mau ngapain?'' tanya Nara yang makin panik.
''Pijat aku sekarang sampai aku tertidur, soalnya kaki aku pegal karena dari tadi terus mondar mandir menunggumu pulang!'' perintah Agam
''Haiiishhh... aku kira mau ngapain, lagian siapa juga yang nyuruh kamu mondar mandir gitu, kayak orang kurang kerjaan aja!'' ujar Nara sambil mengerucutkan bibirnya dan langsung ikut naik ke atas tempat tidur.
''Aku khawatir sama kamu karena pergi tanpa izin selama berjam jam, aku hanya tidak ingin di bilang majikan yang tidak bertanggung jawab karena tidak tahu kemana pelayannya pergi. lain kali kalau mau kencan sama si supir taksi itu harus izin dulu sama aku!''
__ADS_1
''Heiii... aku tidak berkencan dengannya. lagian ya Raka itu teman aku, aku ikut dengannya karena dia ada sedikit masalah!'' jelas Nara
''Sudahlah, aku tidak mau mendengar apapun alasan kamu!'' kata Agam sambil memejamkan matanya.