Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Ulat Bulu


__ADS_3

Nara menghela nafasnya perlahan sambil memandang ke arah Agam yang merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan tidur membelakanginya, dia pun berjalan ke arah ranjang perlahan dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Agam,


Nara mencoba memejamkan matanya namun tetap tidak bisa tertidur juga. dia menoleh ke arah Agam yang masih setia memunggunginya, kemudian menghela nafasnya dengan panjang, setelah itu dia mencoba lagi untuk memejamkan matanya dan tak lama kemudian akhirnya dia bisa tertidur juga.


Pagi ini Agam lebih dulu bangun dari pada sang isteri, kemudian memandang ke samping dan ternyata isterinya itu sedang tidur sambil memeluk dirinya, dia tersenyum dan menyibakkan rambut sang isteri yang sebagian menutup wajahnya, kemudian mengelus pipinya dan semakin turun hingga berhenti tepat di bibir sang isteri yang selalu berhasil menggoda imannya.


Agam mendekatkan wajahnya dan kemudian menempelkan bibirnya ke bibir Nara, Nara membuka matanya dan langsung terdiam ketika melihat sang suami sedang menempelkan bibir mereka, Agam yang melihat isterinya hanya diam dan tidak menolaknya pun langsung menggigit pelan bibir Nara agar mulutnya terbuka, setelah itu Agam langsung menciumnya dengan dalam dan semakin penuh gairah saat Nara mengalungkan kedua tangannya di leher Agam,


Tangan Agam juga tidak tinggal diam, tangannya langsung menurunkan tali gaun tidur Nara dan kemudian ciuman Agam ikut turun ke leher jenjang Nara dan langsung menciumi bahu Nara yang sudah terbuka akibat ulahnya itu,


Agam akan melancarkan aksinya, namun tiba tiba ponselnya berdering membuat Nara langsung mendorong kepala Agam yang sedang menciumi leher dan bahunya,


Agam tersentak dan langsung menatap sang isteri, kemudian langsung menatap ponsel nya yang berdering di atas meja nakas sebelah isterinya.


Agam menghela nafasnya dengan kasar, kemudian mengambil ponsel yang terus berdering dan langsung menekan tombol hijau dan mengangkatnya,


Agam langsung menyugar rambutnya kebelakang dan kemudian melihat ke arah jam dinding setelah menjawab telepon dari seseorang yang menelfonnya,


''Saya ke kantor sekarang!'' ucap Agam yang kemudian langsung mematikan sambungan teleponnya,


''Ada apa?'' tanya Nara setelah Agam meletakkan ponselnya kembali dan kemudian menatap isterinya sambil tersenyum


''Aku lupa jika hari ini ada meeting, nanti malam kita lanjut lagi!'' jawab Agam sambil berbisik di telinga Nara.


Nara langsung memalingkan wajahnya dan tersipu malu, membuat Agam gemas dan langsung menarik hidungnya pelan kemudian langsung berlari ke kamar mandi.


Agam hanya terkekeh mendengar Nara berteriak dan memanggil namanya dengan kesal,


Beberapa saat kemudian Agam telah selesai bersiap.

__ADS_1


''Gam, aku boleh gak ikut kerja di kantor sama kamu?'' tanya Nara sambil memasangkan dasi Agam


''Maksudnya?'' tanya Agam sambil menaikkan sebelah alisnya bingung mendengar ucapan sang isteri.


''Aku bosan Gam, jika harus berdiam diri di rumah ini!'' kata Nara sambil menatap mata suaminya.


''Yasudah, kalau begitu kamu boleh ikut aku ke kantor, tapi tidak untuk bekerja!'' kata Agam membuat Nara langsung mencebikkan bibirnya.


''Aku mau kerja, Gam! bukan hanya mau duduk diam di dekat kamu!'' ucap Nara yang telah selesai memasangkan dasi suaminya.


''Yasudah, kalau begitu kamu bisa menjadi asisten pribadi ku, bagaimana?'' tanya Agam


''Baiklah, itu juga tidak terlalu buruk! tapi, aku mau tidak ada orang yang tahu tentang pernikahan kita, gimana?'' tanya Nara membuat Agam langsung mengerutkan keningnya.


''Kenapa?'' tanya Agam kemudian


Nara akhirnya menjelaskan maksudnya kepada Agam, dan Agam hanya terdiam setelah itu dia menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia mengerti.


Agam yang baru keluar dari pintu lift bersama sang isteri langsung menyuruh sang isteri untuk menunggunya di dalam ruangan pribadinya, sementara Agam langsung pergi ke ruang rapat untuk melakukan rapat bersama pegawai lain.


Nara yang akan membuka pintu ruangan suaminya pun langsung di hentikan oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan sekretaris suaminya si Srikaya.. upss maksudnya Sri kayla..


"Mau ngapain?'' tanya Kayla sambil bersedakap dada


"Mau masuklah, emang mau ngapain lagi?'' jawab Nara dengan cuek sambil merotasikan bola matanya dengan malas


"Agam tidak ada di dalam, jadi sebaiknya kamu jangan sembarangan masuk ke dalam ruangannya, kamu itu kan cuma pacar bukan isteri!'' ucap Kayla membuat Nara langsung menatap tajam ke arah Kayla.


"Dasar Srikaya songong!! Oh my God.. Sabar Nara.. orang sabar di sayang papa!! ucap Nara dalam hati sambil menarik nafas dan menghembuskannya perlahan

__ADS_1


Terus aku harus nunggu pacar aku dimana?'' tanya Nara sambil menekankan kata pacar


Kayla hanya mengangkat kedua bahunya dengan acuh, kemudian langsung pergi meninggalkan Nara yang terus menatapnya dengan sinis.


Nara yang tidak diperbolehkan untuk menunggu sang suami di dalam ruangannya, akhirnya memutuskan untuk pergi mengelilingi kantor suaminya.


Setelah lelah berkeliling, Nara memutuskan untuk pergi ke kantin dan memesan minuman, dia duduk di kursi pojok sambil menunggu pesanannya tiba.


Tak lama kemudian datanglah beberapa orang wanita yang langsung duduk di dekat meja Nara, mereka saling bergosip satu sama lain dan Nara hanya diam sambil memainkan ponselnya.


Tiba tiba salah satu dari mereka langsung menggebrak meja dengan pelan, membuat semua teman temannya langsung menoleh ke arahnya dengan wajah bertanya dan si wanita hanya menyengir sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Apa?'' tanya beberapa temannya secara bersamaan


''Eh itu, kalian tau gak kalau pak Agam itu katanya uda putus loh sama Miranda?'' tanya seorang wanita dengan bibir seperti cenil yang tadi menggebrak meja mereka


''Serius kamu? tau dari mana? Nanti hoax lagi!'' tanya temannya yang lain sambil menatapnya tanpa berkedip


''Iya serius lah, ini tuh berasal dari sumber terpercaya, dan berita ini tuh beneran bukan hoax tauk!'' jawab si bibir cenil yang mulai meyakinnya teman temannya.


''Wah.. kalau begitu boleh dong aku daftar jadi pacar nya pak Agam!'' seru temannya yang lain dengan kegirangan dan yang lainnya juga menimpali


Mereka terus saja membicarakan tentang bos mereka yang katanya super tampan itu sambil senyum senyum tidak jelas, dan ada juga yang menginginkan jadi isterinya dan yang lain sebagainya.


Nara yang mendengar suaminya di ghibahin oleh sekelompok wanita wanita ulat bulu hanya menggeleng gelengkan kepalanya, apalagi saat mendengar salah seorang dari mereka mengatakan bahwa suatu saat nanti Agam akan memilih salah satu dari mereka sebagai pendamping hidupnya, membuat telinga Nara langsung panas dan tiba tiba hatinya merasakan cemburu dan takut kehilangan, Nara menjadi takut jika tiba tiba suami tampannya itu di ambil pelakor, mungkinkah Nara sudah jatuh cinta kepada suaminya? Entahlah, hanya Nara yang tauπŸ˜‚


Sementara Agam yang sedang memimpin rapat tiba tiba saja langsung bersin bersin dan telinganya juga terasa berdengung. Agam menutup mulutnya dengan tangan dan tangan yang lain mengelus ngelus telinganya.


Semua orang yang berada di ruang rapat langsung menatapnya, dan salah seorang dari mereka langsung memberikan tisu yang ada di meja rapat kepada sang pemimpin, Agam pun langsung menerimanya.

__ADS_1


(Kasian ya si Agam di ghibahin sama para ulat bulu sampai bersin bersin gitu!! yang sabar ya GamπŸ˜‚πŸ˜‚ kalau kata warga +62 ''ini tuh cobaan, mohon dinikmati dengan sebaik mungkin"πŸ˜‚πŸ˜‚)


__ADS_2