Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Agam Cemburu


__ADS_3

Setelah pulang dari kantor, Agam mengajak Nara untuk pergi makan malam di restoran yang dekat dengan kantor Agam. Nara pun langsung menganggukkan kepalanya karena dia juga sudah merasa sangat lapar,


Sesampainya mereka di parkiran, Agam memintanya untuk masuk terlebih dahulu karena Agam ingin menelfon seseorang.


Nara melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran namun ketika sampai di dekat pintu masuk dia bertemu dengan teman SMA nya. mereka adalah Lily dan Mika mereka berdua adalah teman teman yang selalu membully Nara dulu. Nara hanya menatap mereka sekilas dan pura pura tidak melihatnya, namun teman temannya malah melihatnya dan menghalangi jalan Nara sambil tersenyum penuh arti.


''Hay Nara...!! apa kabar?'' tanya Lily sambil bersedekap dada membuat Nara terpaksa harus menatapnya juga.


''Baik..!'' jawab Nara ketus sambil menggeser langkah kakinya ke kiri namun Mika juga melangkahkan kakinya ke kiri. Lalu Nara pun kembali melangkahkan kakinya ke kanan namun Lily juga melangkahkan kakinya ke kanan. membuat Nara langsung menatapnya malas.


''Kalian mau apa sih?'' tanya Nara yang mulai jengah.


Lily dan Mika langsung tertawa mendengarnya.


''Pertanyaan bagus..!'' ucap Mika sambil menjentikkan jarinya.


''Kayaknya uda terlalu lama yah kita tidak pernah ketemu, Ahaaa... gue punya ide, gimana kalau kita nostalgia bareng Ra?'' ucap Lily sambil melirik Mika penuh arti.


''Gue gak minat!'' jawab Nara sambil melangkahkan kakinya kembali, namun Lily langsung menjulurkan kakinya membuat Nara tersandung dan jatuh ke tanah


"Aww...!'' teriak Nara sambil menatap ke belakang


"Upsss.. sorry Ra gue emang sengaja!'' ucap Lily lalu menutup mulutnya dan tertawa bersama Mika.


Nara langsung berdiri dan berbalik ke arah mereka.


"Sekian lama gak jumpa ternyata kalian gak pernah berubah ya?'' tanya Nara sambil tersenyum sinis.


"Memalukan..!'' lanjut Nara sambil berbalik dan berniat pergi, namun Mika langsung menarik rambut Nara dari belakang membuat Nara langsung ikut mundur kebelakang juga. Mereka tertawa senang melihat ekspresi Nara yang kesakitan bercampur kesal.

__ADS_1


Ehemmm..


Suara deheman dari arah belakang Lily dan Mika membuat keduanya langsung membalikkan badan.


"Astaga, itu bukannya Tuan Agam ya Mik?'' ucap Lily dengan lirih sambil merapikan rambutnya yang sudah rapi dan tersenyum manis ke arah Agam.


Mika pun melakukan hal yang sama dengan Lily. lalu mereka berjalan menghampiri Agam yang berdiri tidak jauh dari mereka. Agam hanya menatap mereka sekilas sambil memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku.


"Tuan Agam kan..?'' tanya Lily sambil tersipu malu. membuat Agam langsung menatap ke arahnya dengan menyunggingkan senyum.


"Kenalin gue Lily!'' kata Lily sambil mengulurkan tangannya, Agam menaikkan sebelah alisnya lalu menatap sekilas uluran tangan Lily.


Agam berjalan melewati mereka berdua dan langsung menyapa Nara yang dari tadi hanya melihat ke arah mereka bertiga.


"Hau, sayang!'' ucap Agam yang langsung membuat Lily dan Mika menoleh ke belakang karena mendengar Agam bicara seperti itu.


"Ya ampun Nara, kalian pacaran yah?'' tanya Mika yang menatap Agam dan Nara secara bergantian.


Agam mengangguk dan Nara hanya membuang pandangannya ke arah lain.


"Wahhh, lo hebat ya Ra bisa dapatin Tuan Agam yang sangat kaya raya!'' kata Mika sambil tersenyum sinis.


"Oh iya kenalin Tuan kami ini temannya Nara loh ketika SMA dulu!'' ucap Lily yang mengulurkan tangannya kembali. namun Agam tetap tidak membalas uluran tangan Lily


Lily mendapatkan penolakan untuk yang kedua kalinya. Namun Lily masih terus tersenyum manis ke arah Agam.


"Lebih baik kita masuk sekarang, sayang?'' kata Agam sambil membawa Nara melangkah ke dalam restoran tanpa pamit kepada Lily dan Mika. membuat mereka berdua langsung kesal dan menghentak hentakkan kakinya ke tanah.


"Ck.. hebat banget ya itu si Nara bisa pacaran sama seorang Agam Lawrenz. pasti dia pakai pelet dari si penyihir merah itu! iyakan Mik?'' tanya Lily sambil tertawa. membuat Mika ikut tertawa dan menggelengkan kepala karena Lily menyebut nyebut sang penyihir yang pernah viral itu.

__ADS_1


Agam menarik kursi untuk Nara duduk lalu memanggil pelayan untuk meminta kotak obat P3K. sang pelayan pun dengan sigap mengambilkannya dan langsung memberikannya pada Agam.


''Untuk apa kotak obat ini?'' tanya Nara sambil mengernyitkan keningnya


Agam tidak menjawabnya tapi langsung berlutut dan mangangkat sedikit gaun Nara lalu mengoleskan alkohol pada lutut Nara setelah bersih Agam pun meneteskan sedikit obat ke luka Nara membuat Nara agak sedikit meringis.


Nara menatap wajah Agam membuat Agam langsung mendongak ke atas dan membuat Nara langsung tersenyum


''Makasih Gam!'' ucap Nara dengan tulus, dan Agam hanya mengangguk sambil berdiri dan menarik kursi untuk dia duduki. mereka pun menikmati makan malam dengan tenang dan sesekali saling melirik dan tersenyum.


Setelah selesai menyantap makanan, Agam menatap Nara yang sedang melihat ponselnya. setelah selesai Nara langsung menatapnya juga.


''Ada apa?'' tanya Nara


''Siapa?'' tanya balik Agam sambil terus menatap Nara membuat Nara jadi salah tingkah


''Raka,'' jawab Nara sambil mengalihkan pandangannya.


Agam hanya tersenyum sinis mendengarnya.


''Kita pulang sekarang!'' kata Agam sambil berdiri dan berjalan mendahului Nara yang masih duduk anteng di kursinya. Nara hanya menoleh ke arah Agam dengan bingung.


"Dia kenapa?? Aneh..!! bathin Nara


Nara yang sudah melihat Agam keluar dari pintu, langsung buru buru berdiri dan langsung berlari kecil mengejar Agam ke parkiran.


Nara langsung masuk ke dalam mobil dan menoleh sekilas ke arah Agam yang tampak acuh, kemudian Agam langsung menghidupkan mesin mobil dan mobilnya pun perlahan keluar dari area parkiran dan langsung bergabung dengan pengendara lain di jalanan.


Di dalam mobil keduanya saling terdiam dengan fikiran masing masing.

__ADS_1


__ADS_2