Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Bertemu Keluarga


__ADS_3

''Agam..!!


''Nara..!!


Panggil mereka bersama sama. kemudian Agam langsung memeluk Nara dengan erat.


''Kamu tidak kenapa kenapa kan, Ra? Aku sangat khawatir sama kamu, Aku cari kamu kemana kemana, Ra!'' ucap Agam sambil melepaskan pelukannya. Agam langsung memegang kedua bahu Nara membuat Nara langsung menatap matanya.


''Siapa orang orang yang uda bawa kamu pergi, Ra?'' tanya Agam dengan khawatir.


''Mereka teman aku!'' ucap Nara yang membuat Agam langsung mengernyitkan dahinya.


''Kok teman pake bekap mulut segala?'' tanya Agam dengan curiga.


''Sudahlah Gam itu tidak penting, dan yang penting, sekarang kenapa kamu bisa ada disini?'' tanya Nara yang mengalihkan pertanyaan dari Agam.


''Oh iya aku lupa, ayo sekarang kamu segera ikut aku!'' kata Agam sambil menarik tangan Nara.


''Eitsss... tunggu dulu! mau ngapain? aku lagi ada janji sama seseorang, Gam!'' ucap Nara sambil melepaskan tangan Agam.


''Halahh.. janji kamu itu tidak penting! sekarang pokoknya kamu harus temani aku ketemu sama mama aku!'' ucap Agam yang membuat Nara langsung melongok.


''Aku tidak mau, pokoknya aku mau pergi!'' tolak Nara sambil membalikkan badan dan melangkahkan kakinya untuk pergi menuju tempat bertemunya dia dan Raka. tapi Agam langsung mencekal pergelangan tangannya.


''Aku kasih kamu bonus doble, gimana?'' tawar Agam.


Nara langsung menoleh ke arah Agam dan tersenyum lebar setelah mendengar penawaran dari Agam, jiwa matrenya langsung meronta ronta mendengar kata bonus.


''Gimana?'' ulang Agam lagi.


''Ok.. transfer sekarang, aku tidak mau kamu lupa nantinya?'' ucap Nara dengan cepat, kemudian Agam langsung mengambil ponsel dari sakunya dan segera mentransfer sejumlah uang kepada Nara.


Nara langsung melihat ponselnya ketika ada notifikasi dari M-Banking nya. Dia tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Agam


"Jika aku terus terusan meminta bantuan Nara, sudah bisa dipastikan ATM aku bakal kurus ini!! ucap Agam dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


'''Yasudah ayo..!'' ajak Agam dan Nara pun langsung mengikuti langkah Agam masuk ke dalam hotel.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam lift menuju lantai atas, setelah lift terbuka mereka langsung keluar dan menuju sebuah ruangan VVIP yang terletak paling ujung.


Sementara di outdoor hotel lantai paling atas suasananya sangat membahagiakan, karena semua keluarga sedang berkumpul dan bercengkerama antara yang satu dan yang lainnya. mereka sangat menikmati pertemuan ini karena sudah lama keluarga mereka tidak berkumpul.


Kemudian sepasang suami isteri tiba tiba langsung berdiri dari duduknya setelah mendapat kabar dari seorang pelayan.


Mereka berdua langsung berjalan keluar dari ruangan terbuka itu untuk menuju ruangan VVIP, tetapi seorang wanita langsung menghentikan langkah mereka.


''Mas Bara sama mbak Sarah mau kemana?'' tanya seorang wanita yang tak lain adalah adik sepupu dari Papa Bara.


''Kita mau ke ruangan sebelah dulu Mon, soalnya besan sudah menunggu disana!'' ucap mama Sarah, dan Mona pun langsung mengangguk dan mempersilahkan mas dan mbaknya untuk pergi.


Sesampainya di ruangan VVIP itu mereka langsung masuk dan membuka pintunya, membuat sepasang suami isteri yang sudah menunggu di dalam ruangan itu langsung menoleh dan tersenyum ke arah pintu.


''Hai besan, apa kabar?'' tanya Mama Sarah sambil memeluk mama Sovia


''Baik besan...!'' jawab mama Sovia sambil mengajak mereka untuk duduk.


Mereka saling bercengkerama dan tergelak bersama karena sebentar lagi putera dan puteri mereka akan segera menikah. dan mereka akan menjadi besan. itu lah keinginan Mama Sarah dan Mama Sovia ketika masih sama sama kuliah dulu.


''Oh iya besan, Nara nya mana? kok dari tadi aku tidak melihatnya?'' tanya mama Sarah sambil melirik ke sana ke mari.


Tiba tiba pintu ruangan langsung dibuka oleh seseorang yang membuat mereka berempat langsung menoleh ke arah pintu.


Ternyata Agam yang membuka pintunya. Agam masuk bersama Nara.


Nara yang sedang gugup hanya menundukkan kepalanya saja, tiba tiba nyalinya menjadi ciut dan tidak berani untuk menatap mamanya Agam yang berada di dalam ruangan tersebut.


Mereka berempat saling pandang. kemudian tersenyum bersama.


''Agam..!'' ucap mama Sarah sambil berjalan menghampiri puteranya di depan pintu. Agam langsung bicara kepada mamanya sebelum mamanya melanjutkan pembicaraannya.


''Maaf Ma, Agam benar benar tidak bisa menerima perjodohan ini, karena Agam sudah punya kekasih, dan Agam sangat mencintainya, Ma!'' ucap Agam sambil menggenggam erat tangan Nara.


Nara langsung melirik tangannya yang di genggam oleh Agam kemudian memberanikan diri untuk menatap mamanya Agam yang sudah berdiri tepat di hadapannya.


Nara tersenyum tipis kemudian matanya tidak sengaja melihat orang orang yang berada di belakang Mamanya Agam. Nara langsung terkejut melihat Mama Papanya ada diruangan ini juga.

__ADS_1


"Oh my God...!! jangan jangan--.... ucap Nara dalam hati dan melihat papanya menaruh jari telunjuk di depan bibir menandakan bahwa Nara harus diam.


Nara menoleh ke arah Agam dan ternyata Agam juga menoleh ke arahnya membuat mereka berdua tersenyum.


Papa Tama berjalan ke arah Agam dan Nara sambil bersedekap dada.


''Jadi, kamu menolak untuk di jodohkan dengan puteri Saya?'' tanya Papanya Nara dengan raut wajah datarnya..


''Maaf Om, karena saya sudah membatalkan perjodohan ini, cinta tidak bisa dipaksakan Om, dan saya juga sudah punya kekasih dan saya sangat mencintai kekasih saya, Om!'' ucap Agam yang merasa tidak enak karena sudah membatalkan perjodohan ini.


''Walaupun Om sangat kecewa karena kamu sudah membatalkan perjodohan ini, tapi baiklah kalau begitu, Om mengerti dan Om akan pergi sekarang juga!'' ucap Papanya Nara sambil menarik tangan puterinya, membuat Agam langsung melebarkan matanya dan terkejut.


''Om jangan sembarangan ya, Om! jangan pegang pegang tangan kekasih saya!'' ucap Agam sambil menahan marah.


''Emangnya kenapa kalau Om pegang tangannya kekasih kamu? toh ini cuma tangan kan?'' tanya papa Nara sambil tersenyum.


Agam mengepalkan tangannya mendengar ucapan Om Tama, kemudian Agam menoleh ke arah Tante Sovia.


''Kenapa Tante diam saja melihat Om Tama memegang tangan wanita lain?'' tanya Agam dengan suara sedikit meninggi.


Tante Sovia hanya tersenyum dan berjalan mendekat ke arah suaminya .


''Memangnya kenapa Tante harus marah, Gam?'' tanya Tante Sovia yang langsung membuat Agam melongo tidak percaya..


''Astaga...!! baru kali ini aku melihat seorang isteri tidak marah ketika suaminya memegang tangan wanita lain!'' ucap Agam tak habis pikir.


Semua orang yang ada diruangan tersebut langsung tersenyum, kemudian Agam langsung menarik Nara agar mendekat ke arahnya dengan sangat kuat, sehingga membuat pegangan Om Tama terlepas dari tangan Nara.


Nara langsung menabrak dada bidang Agam dan membuatnya langsung melebarkan matanya.


''Kamu apa apaan sih, Gam. Sakit tau kening aku!'' kata Nara dengan kesal.


''Maaf sayang, aku tidak sengaja!'' ucap Agam yang langsung mengangkat wajah Nara, untuk melihat keningnya, namun Nara langsung menepis tangannya.


Nara langsung mendekat ke arah Papanya dan memeluk papanya sambil mencium pipinya membuat Agam langsung melebarkan matanya tidak percaya.


''Nara, kamu apa apaan sih?'' teriak Agam sambil menahan amarahnya, membuat semua orang yang ada di situ berusaha menahan tawa mati matian karena sudah tidak tahan dengan kekonyolan yang dilakukan oleh Agam.

__ADS_1


Tante Sovia langsung mendekat ke arah Agam dan menepuk pundaknya.


__ADS_2