Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Kecewa


__ADS_3

Di saat dia sedang putus asa, tiba tiba ponselnya langsung berdering, ternyata Agam yang menelfonya, dia langsung buru buru menjawabnya untuk menanyakan keberadaannya, namun ternyata suara seorang wanita lebih dulu menyapanya.


''Hallo Nara..!'' ucap seorang wanita yang di yakininya bahwa itu adalah suara Kayla.


''Mana Agam?'' tanya Nara to the poin


''Agam lagi tidur, sepertinya dia sangat kelelahan dengan permainan kami tadi!'' jawab Kayla sambil tertawa membuat Nara langsung meremat kuat ponselnya.


''Bukannya aku sudah bilang, cepat atau lambat Agam pasti akan segera menjadi milikku!'' lanjut Kayla yang langsung tertawa terbahak bahak setelah mengatakan itu.


''Omong kosong, sekarang mana suamiku, aku mau melihatnya sekarang!'' seru Nara dengan suara meninggi.


''Kamu yakin mau melihatnya sekarang? Baiklah, tunggu sebentar aku akan mengalihkannya ke video call,'' ucap Kayla sambil mengubah panggilannya, Nara langsung menggeser tombolnya, dia melihat Kayla yang berjalan ke arah kamarnya dan langsung membuka pintunya, dan setelah itu dia langsung mengarahkan kameranya ke arah Agam yang sedang tertidur dengan sangat nyenyak, Nara yang melihatnya spontan langsung menutup mulutnya. Dia sungguh tidak menyangka bahwa suaminya memang sedang tidur di atas ranjang Kayla dengan bertelanjang dada.


Nara langsung menarik nafas panjang dan segera menenangkan hatinya yang sedang bergejolak, namun Kayla langsung mengucapkan sesuatu yang membuat dirinya langsung duduk dengan tegak seketika.


''Aku kasih kamu dua pilihan!'' seru Kayla dengan tersenyum licik.


''Apa, jangan macam macam kamu ya!'' peringatkan Nara sambil menatap tajam ke arah Kayla


''Yang pertama kamu harus pergi dari hidup Agam, dan..--'' Nara langsung memotong ucapan Kayla dengan cepat.


''Jangan bermimpi!''


Kayla langsung tertawa lagi sambil menggelengkan kepalanya,


''Ha..ha..ha.. Baiklah, kalau begitu berarti kamu harus pilih yang ke dua, kamu harus siap di madu, karena aku yakin setelah ini Agam pasti akan segera menikahiku, dan aku..--''


Nara langsung mematikan ponselnya dengan sepihak, padahal Kayla masih berbicara dengannya, nafasnya naik turun dan jantungnya langsung berdegup dengan sangat kencang, dia sungguh sangat emosi mendengar semua ucapan Kayla barusan, dan langsung melemparkan ponselnya ke jalanan dengan sekuat tenaganya, dan ponselnya langsung tergilas oleh sebuah mobil yang sedang melintas di jalanan tersebut, dia menatap nanar ke arah ponselnya dan langsung menjambak kuat rambutnya, dia menangis dalam diam. Dia sungguh tidak tahu harus berbuat apa sekarang, setelah puas meratapi nasibnya, dia segera menghapus kasar air matanya, dan setelah itu langsung pergi dari area rumah sakit tersebut,


Dia pergi menuju rumahnya kembali, dan berjalan terburu buru ke arah kamarnya, dia langsung mengambil sebuah koper dan memasukkan semua pakaiannya, setelah itu langsung menutup pintunya dengan kasar,

__ADS_1


Gavin yang melihatnya sedang menggeret koper langsung berlari dan menghadang jalannya,


''Tuan puteri mau kemana? Kenapa membawa koper segala?'' tanya Gavin sambil menaikkan sebelah alisnya dan menelisik wajahnya dengan intens.


''Kamu nangis?'' tanya Gavin kembali, namun Nara tidak menjawabnya dan langsung pergi melewati Gavin begitu saja,


''Nara, tunggu Ra!'' teriak Gavin yang langsung berlari mengejar Nara, namun Nara lebih dulu masuk ke dalam taksi yang dari tadi sudah menunggunya di depan rumah, Gavin terus menggedor gedor kaca taksi tersebut, namun Nara meminta sang supir untuk segera pergi dari sini.


''Ada apa dengannya?'' tanya Gavin pada dirinya sendiri, dia langsung merogoh ponselnya yang ada di dalam saku dan segera menelfon Agam untuk memberitahukannya, namun ponselnya tidak aktif, dia lantas menghubungi Raka, namun katanya hari ini Agam tidak masuk kantor, Gavin menjadi frustasi sendiri, tangannya langsung mengepal erat dan meninju udara dengan kesal.


Kayla merasa sangat kesal karena sambungan teleponnya di putuskan secara sepihak oleh Nara, dia lantas berjalan ke arah kamarnya dan meminta seorang pria yang tadi memotret dirinya dan Agam untuk segera memakaikan kembali pakaian Agam, sebelum obat tidur yang tadi di berikannya pada Agam segera membuatnya tersadar. Pria tersebut langsung bangun dari rebahannya dan mencium pipi Kayla sekilas,


''Baiklah tuan puteri, aku akan segera menuruti semua keinginanmu!'' ucap pria tersebut sambil memakai bajunya, setelah itu dia berjalan ke arah kamar tamu, dan segera memakaikan kembali pakaian Agam,


Setelah beberapa waktu, akhirnya Agam mulai sadar dari pengaruh obat tidur yang tadi di campurkan Kayla ke dalam minumannya, Agam langsung duduk bersender di atas ranjang sambil memijat pelan pelipisnya yang terasa sedikit pusing, setelah itu langsung menatap ke sekitar dan langsung terlonjak kaget karena ini bukanlah kamarnya, dia mengingat apa yang sudah terjadi padanya saat dirinya mengantar Kayla pulang ke apartemennya, ternyata yang di ingatnya hanyalah saat dirinya sedang duduk di ruang tamu bersama Kayla, kemudian seorang pelayan mengantarkan minuman untuk dirinya dan juga Kayla, lalu setelah itu dia tidak mengingat apa pun lagi, akhirnya Agam memutuskan untuk beranjak dan berjalan keluar kamar, saat membuka pintu kamar matanya tidak sengaja langsung menatap ke arah Kayla yang sedang duduk di kursi rodanya, dia lantas berjalan menghampirinya,


''Kamu sudah bangun, Gam?'' tanya Kayla dengan wajah tersenyum, Agam hanya mengangguk sambil mendudukkan bokongnya di sofa dekat Kayla.


''Apa tadi aku ketiduran?'' tanya Agam


''Lumayan, kalau begitu aku permisi untuk pulang dulu ya, Kay?'' pamit Agam sambil beranjak berdiri,


''Iya, kamu hati hati di jalan ya Gam? Terima kasih karena sudah merawatku selama beberapa hari ini!'' ujar Kayla sambil memandang wajah tampan Agam,


Agam langsung melangkah keluar dari apartemennya, dan setelah itu Kayla langsung mengunci pintunya, saat dia berdiri dari kursi rodanya, suara seorang pria langsung mengejutkannya.


''Amazing!'' ucap pria tersebut sambil bertepuk tangan. Kayla langsung membalikkan badannya dan tersenyum, setelah itu dia berjalan sambil berlenggak lenggok dan tangannya langsung melingkar di pundak pria tersebut,


Pria tersebut langsung mengangkat tubuhnya dan membawanya ke dalam kamar.


''Sebentar lagi, aku akan menjadi nyonya Lawrenz!'' seru Kayla sambil tersenyum nakal ke arah pria tersebut,

__ADS_1


''Dan aku akan menjadi kaya!'' seru pria tersebut menimpali ucapan Kayla, setelah itu mereka saling memadu kasih tanpa ikatan suami isteri,


Agam yang baru sampai di rumahnya, langsung di hadang oleh Gavin.


''Kamu dari mana saja sih?'' tanya Gavin dengan wajah kesal


''Minggir, aku mau istirahat!'' ucap Agam tanpa menjawab pertanyaan sepupunya itu, dia langsung berjalan melewati Gavin begitu saja. Gavin yang sedang kesal karena dari tadi menunggunya, langsung melongok melihatnya, setelah itu dia langsung tersadar dengan apa yang ingin di sampaikannya pada Agam.


''Tunggu, Gam!'' teriak Gavin sambil mengejar Agam yang akan membuka pintu kamarnya, dia langsung berdiri di hadapannya lagi, Agam yang melihatnya menghadang jalannya kembali langsung berdecak kesal kepada sepupunya itu.


''Apa lagi sih, Vin?'' tanya Agam masih dengan wajah kesalnya.


''Kamu dari mana?'' tanya Gavin nengulang pertanyaannya lagi, membuat Agam langsung mengusap ngusap kasar rambutnya sendiri


''Apa aku harus memberitahumu setiap aku mau kemana?'' tanya Agam dengan sewot.


''Ya, bukannya gitu sih!'' jawab Gavin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


''Kalau begitu, minggir sekarang! Aku mau masuk!'' perintah Agam


Gavin langsung menggeser sedikit tubuhnya agar Agam bisa membuka pintu kamarnya, saat dia akan melangkah masuk tiba tiba suara Gavin langsung menghentikan langkahnya seketika.


''Nara tidak ada di rumah, dia pergi!'' kata Gavin dengan tangan yang masih setia menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.


''Ngemall? Biarkan saja.'' ucap Agam tanpa menoleh ke arahnya.


Gavin langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


''Bukan Gam, dia pergi bawa koper!'' seru Gavin spontan membuat Agam langsung menoleh ke arahnya.


''Kemana? Kenapa tidak bilang dari tadi!'' sungut Agam dengan wajah kesalnya kembali. Dia langsung buru buru masuk ke dalam kamar dan melihat lemari Nara yang sudah kosong.

__ADS_1


''Kan dari tadi aku sudah bilang, kalau Nara pergi!'' ucap Gavin lirih sambil ikut masuk ke dalam kamar Agam.


''Kemana dia, kenapa dia membawa semua pakaiannya?'' tanya Agam kepada Gavin yang hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.


__ADS_2