Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Arisha Lawrenz


__ADS_3

''Jadi, apa kau sudah memberi nama pada bayi cantik ini?'' tanya Abi sambil mengelus ngelus pipi gembulnya, mereka semua langsung menatap ke arahnya,


''Aku belum memberinya nama!'' jawab Nara singkat sambil menatap Mama Sarah yang juga menatapnya sambil mengetuk ngetukkan jarinya di dagu.


''Apa Papa punya nama yang bagus untuk bayi mungil itu, Pa?'' tanya Nara kepada mertuanya, namun Papa Bara hanya meringis sambil menggaruk dahinya yang tidak gatal. Mereka bertiga saling tatap karena memang mereka belum menyiapkan sebuah nama untuk bayi mungil yang baru di lahirkan beberapa jam yang lalu itu.


''Bagaimana jika namanya, Arisha?'' tanya Abi sambil menatap ketiga orang dewasa yang berada di depannya.


Mama Sarah langsung menganggukkan kepalanya, ''Namanya bagus, Mama setuju!'' jawab Mama Sarah sambil menatap menantunya, Papa Bara juga menganggukkan kepalanya tanda setuju,


''Apa kau juga setuju?'' tanya Abi sambil melihat Nara yang hanya diam saja sambil menatap bayi mungil yang ada di gendongannya Mama Sarah.

__ADS_1


''Aku setuju!'' jawab Nara sambil tersenyum.


''Jadi, namanya adalah Arisha Lawrenz!'' ucap Papa Bara sambil mengelus pipi cucu pertamanya itu, mereka bertiga langsung mengangguk setuju dengan nama baru untuk bayi mungil tersebut.


''Hai cantik, sekarang namamu adalah Arisha Lawrenz, apa kau menyukainya?'' tanya Abi sambil menoel noel pipi gembulnya, membuat bayi tersebut langsung tersenyum. ''Wah lihat, dia tersenyum, dia pasti sangat menyukai nama barunya itu!'' lanjut Abi lagi membuat mereka semua langsung ikut tertawa.


Mereka berempat langsung menoleh ke arah pintu yang di buka dari luar, saat pintu terbuka tampaklah sepasang suami isteri yang langsung tersenyum ke arah mereka semua,


''Bagaimana keadaanmu, sayang?'' tanya Mama Sovia sambil berjalan menghampiri sang puteri yang baru saja melahirkan cucunya itu,


''Nara baik baik saja Ma, Pa!'' jawab Nara sambil tersenyum dan memeluk Papanya dengan erat, ''Hallo, sayang!'' ucap Mama Sovia sambil meraih bayi mungil tersebut dari gendongan sang besan,

__ADS_1


''Siapa namanya, cucu Oma yang cantik ini?'' tanya Mama Sovia sambil mencium pipinya dengan gemas.


''Namanya Arisha, Oma!'' jawab Mama Sarah yang menirukan gaya bicara seorang anak kecil, membuat mereka semua langsung tertawa.


''Namanya cantik ya sayang!'' ucap Mama Sovia lagi,


''Iya dong, siapa dulu yang kasih nama, Uncle Abi!'' ucap Nara sambil menatap Abi, membuat yang di tatap langsung salah tingkah karena semua orang juga ikut menatap ke arahnya.


''Kau adalah Abidzar?'' tanya Mama Sovia sambil menautkan kedua alisnya. Abi langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat, ''Iya, aku adalah Abi!'' jawab Abi sambil mengulurkan tangannya, Mama Sovia langsung menyambut uluran tangannya sambil tersenyum, ''Terima kasih sudah mau menjaga puteri kami selama ini!'' ujar Mama Sovia dengan tulus.


''Sama sama, Tante!'' jawab Abi sambil menganggukkan kepalanya lagi.

__ADS_1


Mereka semua saling bercengkrama antara yang satu dengan yang lainnya, dan tak lupa juga bayi mungil dengan pipi gembul yang sangat cantik itu menjadi primadona nya.


Nara yang melihat mereka semua saling berebutan untuk menggendong Puteri cantiknya itu, tiba tiba matanya langsung berembun, saat dia mengingat suaminya, andaikan suaminya ada di sini bersamanya, andaikan suaminya menemani perjuangannya saat melahirkan puteri mereka, dan andaikan suaminya yang memberi nama untuk puteri mereka, pasti dia akan merasa sangat senang, dan akan menjadi wanita yang paling bahagia, namun semua andai andai itu hanyalah angannya semata,


__ADS_2