
''Sudah lah, jangan terlalu banyak berkomentar!'' bentak Pelayan tersebut membuat Pak Satpam langsung terdiam.''Ya ampun, kenapa aku selalu salah?'' tanya nya pada diri sendiri dengan lirih.
Setelah berlari dari lantai bawah ke lantai atas akhirnya mereka sampai di kamar Nara, ''Ayo cepat angkat Nona dan segera bawa ke Rumah Sakit?'' perintah Pelayan tersebut kepada Pak Satpam.
Pak Satpam langsung mengangkat tubuh Nara menuju mobil, sementara sang Pelayan langsung mengikutinya dari belakang. Dia melihat sekilas ke arah Tuan Mudanya sebelum menutup pintu kamar Nona nya, ''Maaf Tuan saya tidak bisa menolong Tuan, semoga Tuan bisa bangun sendiri!'' ucapnya dengan lirih dan segera menutup pintu dan berlari mengejar Nona nya dan Pak Satpam.
Di dalam mobil, Sang Pelayan tersebut terus saja berteriak dengan panik agar Pak Satpam melajukan mobilnya dengan cepat, Pelayan tersebut sungguh tidak tega saat melihat Nona nya kesakitan seperti itu, ''Tahan Nona, sebentar lagi kita akan sampai!'' ucap Pelayan tersebut sambil mengelus ngelus tangan Nona nya,
__ADS_1
''Sepertinya dia mau keluar!'' ucap Nara sambil memegangi perutnya,
''Haduh, bagaimana ini? Adik bayi, bisakah kau keluarnya nanti saat sudah sampai di Rumah Sakit?'' bisik Pelayan tersebut sambil menunduk ke arah perut Nona nya dan mengelus ngelus perutnya, semoga saja bayi Nona nya itu mau mendengarkan permintaannya itu, Pelayan tersebut menjadi semakin bertambah panik saat melihat Nona nya mengejan,
''Nona, tolong jangan di keluarkan sekarang, soalnya aku tidak tahu harus melakukan apa!'' pinta Sang Pelayan yang langsung mendapat tatapan aneh dari Nona nya.
''Dia yang ingin keluar sendiri,'' ucap Nara sambil meringis, Pelayan tersebut yang melihat Nona nya mengejan lagi langsung ikut mengejan juga, Pelayan tersebut seakan akan bisa merasakan apa yang sedang di rasakan oleh Nona nya itu,
__ADS_1
Tak berselang lama, akhirnya mereka tiba di Rumah Sakit, Pelayan tersebut langsung menyuruh Pak Satpam untuk segera membawa Nona mereka masuk ke dalam Rumah Sakit, sementara dirinya langsung berlari masuk terlebih dahulu dan segera menghampiri sang Perawat yang sedang bertugas.
''Permisi, tolong bantu Nona saya ingin melahirkan sekarang!'' ucap Pelayan tersebut yang langsung mendapat tatapan aneh dari seorang Perawat yang sedang berjaga di sebelah pintu masuk. Perawat tersebut tidak mengerti ucapan dari seorang wanita yang di wajahnya banyak sekali noda kopi hitam itu.
''Sorry, can i help you?'' tanya Perawat itu sekali lagi, namun Pelayan tersebut langsung menelan salivanya dengan susah payah karena dia sungguh tidak mengerti arti dari bahasa yang di gunakan oleh Perawat tersebut.
''Matilah aku, ini orang ngomong apa sih? Aku kan tidak mengerti bahasa inggris,'' ucap Pelayan tersebut dalam hatinya sambil meringis malu.
__ADS_1
''Hallo, can i help you?'' tanya Perawat bule tersebut sambil menggoyang goyangkan jarinya di depan wajah Pelayan tersebut.
''Ah iya, Nona saya mau melahirkan!'' ucap Pelayan tersebut sambil memperagakan kedua tangannya seolah olah membuat perut besar lalu Pelayan tersebut mengejan seperti orang ingin melahirkan, ''Semoga saja dia mengerti apa maksudku!'' ucap Pelayan tersebut dengan lirih,